
"Yuk" Yasmin menarik lengan Damar menuju kamar.
"Biar nggak uring-uringan" kata Yasmin sambil menarik tangan Damar.
"Serius yang?" tanya Damar dengan rasa bahagia.
"Mau nggak?" tanya Yasmin.
"He he he he, mau dong" Damar mendekatkan wajahnya pada sang istri tapi Yasmin malah menolak.
"Mas ini bukan di kamar kita, ini di kamar kembar" Kata Yasmin yang kini mereka masih di depan kamar.
"Oh iya" dengan cepat Damar mengangkat Yasmin dan membawanya ke kamar,
"Akhirnya buka puasa, jangan lupa baca niat yang" kata Damar dengan semangat.
🍥🍥🍥🍥🍥
Kehamilan Sela kini sudah memasuki bulan ketiga, dan kini Sela tak mau lagi tinggal di rumah ia selalu ikut kemana pun Adam pergi. Tak perduli luar kota mau pun luar negeri ia tetap saja ikut karena takut suaminya di ambil orang dan begitu juga dengan pagi ini Sela mengikuti Adam ke kantor.
"Selamat pagi?" kata seorang wanita bernama Nina Asisten baru Adam.
"Em" Adam menatap penampilan sekretaris barunya itu sangat sexy, Sela yang duduk di sofa menatap tajam Adam karena memperhatikan wanita anggun berambut panjang yang berdiri di depan meja kerja Adam.
"Mata" Sela kesal sendiri melihat Adam sampai melongo melihat wanita sexy yang kini di hadapannya.
__ADS_1
"Ehem" Adam menetralkan dirinya sesaat mendengar suara Sela menyadarkannya.
"Tuan, saya Asisten baru yang di pilih oleh tuan Tomi" jelas wanita itu.
"Iya" Adam tersenyum bahkan tak dapat menutupi senyumannya, sesekali matanya melihat data Asisten barunya yang ada di meja kerjanya.
"Nama kamu Nina?" tanya Adam.
"Iya tuan" jawab Nina tersenyum bahagia karena Adam sangat ramah padanya.
"Kak Adam" Sela bangun dari duduknya dengan kesal karena melihat Adam sepertinya tertarik pada wanita itu.
"Iya, diam dulu di sana" Adam tak mengijinkan Sela mendekatinya sebab ia sangat tak bisa berpaling dari wanita yang kini ada di hadapannya dan itu sangat membuat Sela kesal.
"Oh entu saja, kamu sepertinya cukup cerdas dan saya suka" jawab Adam yang membuat Sela semakin menggebu-gebu.
"Kak Adam......"
"Em" ketus Adam.
"Baik tuan terima kasih, kapan saja mulai bekerja?" tanya Nina dengan antusias.
"Hari ini dan nanti Tomi akan menunjukan di mana ruangan mu ya" kata Adam.
"Saya permisi tuan" pamit Nina.
__ADS_1
"Em" Adam menatap Nina sampai menghilang di balik pintu.
"Kak Adam" Sela benar-benar kesal karena Adam sudah bermain mata dengan Asisten barunya itu, dengan cepat Sela bangun dari duduknya dan mendekati Adam tanpa ada basa-basi Sela menjewer telinga Adam.
"Sayang sakit" Adam menggosok telinganya karena merasa kesakitan.
"Kakak, ngapain liat itu cewek sampek segitunya!" tanya Sela kesal sambil berkacak pinggang.
Adam diam dan mengangkat sebelah alis matanya sambil menatap Sela penuh tanya.
"Kenapa memangnya?" tanya Adam sambil menyandarkan tubuhnya di kursi kebesarannya dan menatap sang istri dengan intens.
"Kenapa?" Sela semakin berapi-api saat Adam mengutarakan pertanyaannya.
"Kamu nggak jelas banget sih" Adam mengibaskan tangan dan tak perduli dengan Sela.
"Hiks hiks hiks" Sela malah menangis karena Adam tak perduli padanya.
"Kenapa jadi nangis?" tanya Adam tanpa melihat Sela seolah ia tak perduli.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...
__ADS_1