
"Tapi Sela kesel" Kata Sela.
"Sela, Adam sangat mencintai mu Nak, semua yang dia lakukan pasti ada alasannya" Tutur bunda Lesti penuh harap agar anak dan menantunya itu segera berdamai.
Sela menjauhi bunda Lesti karena kesal, kondisi perasaan Sela tampaknya kini memang sedang tidak bersahabat. Hingga tak ada kata damai untuk saat ini siapa saja bisa jadi lawan, kalau tidak sesuai dengan maksud Sela.
"Bunda kenapa sih, dulu maksa Sela nikah sama Kak Adam sekarang juga Bunda belain Kak Adam. Sela di tampar Bun, tapi Bunda malah sangat yakin Kak Adam cinta sama Sela? Kalau Kak Adam cinta sama Sela dia nggak akan nampar Sela Bunda ngertikan?" Sela menangis dan mengusap kasar wajahnya, melihat sang Bunda yang terus saja membela suami.
"Sela Bunda yakin karena ada alasannya" bunda Lesti awalnya ingin terus menutupi semuanya sesuai perjanjiannya dulu dengan Adam, tapi sekarang ia harus mengatakan agar Sela tidak ragu jika Adam memang mencintainya.
"Terserah Bunda aja, anak Bunda kan Kak Adam bukan Sela" Sela melempar pandangannya ke arah lain, seolah menggambarkan kalau saat ini ia sedang kesal.
"Sela, kamu tau kenapa kamu masih bisa kuliah? Adam yang membiayai kamu dan kamu tau kenapa Bunda bisa sembuh dari sakit asma Bunda? Itu juga Adam yang membiayai Bunda, selama kamu kenal dengan Adam dia sudah membiayai hidup kita Nak, dan di saat itulah Bunda yakin kalau Adam sangat mencintai mu. Hingga Bunda memaksa mu menikah dengan Adam sebab Bunda yakin kau akan bahagia dengan Adam" bunda Lesti mengatakan semua yang sudah ia simpan selama ini agar tidak ada lagi yang membuat Sela ingin berpisah dari Adam hanya karena alasan Adam tak mencintainya.
__ADS_1
"Bunda jangan becanda, waktu itu Bunda bilang jual warisan Nenek di kampung" Sela ingat saat mereka sedang dalam kesusahan, tiba-tiba Bunda Lesti memiliki uang untuk ia kuliah dan bunda Lesti berobat dengan rutin, bahkan bunda Lesti tidak pernah lagi menitip kue kering buatanya namun mereka tidak pernah kekurangan. Lalu bunda Lesti mengatakan jika ia menjual warisan di kampung.
"Nggak, Bunda serius" Jawab Bunda Lesti.
"Berarti Bunda jual Sel ke Kak Adam dong?" Tanya Sela yang lagi-lagi bersedih.
"Ya udah, bilang sekarang kamu nggak cinta sama Adam!" Bunda Lesti juga ikut kesal berbicara dengan anaknya yang selalu berpikir negatif.
Bunda Lesti malah tersenyum melihat tingkah putrinya, yang sebenarnya cinta pada Adam tapi masih gengsi mengakui itu. Dan semua tertutup karena kemarahan Adam hingga Adam menampar Sela yang kini malah di jadikan putrinya menutupi jika ia pun tak bisa kehilangan Adam.
"Ayo bilang kalau nggak biar Bunda yang minta Adam cerain kamu, kalau memang kamu tidak bahagia menikah dengan dia" Gertak bunda Lesti.
"Bilang aja, biar jadi janda anak Bunda" Jawab Sela kesal.
__ADS_1
"Yaudah begini saja, kamu terserah mau marah sama Adam sampai kapan tapi jangan berlarut-larut kasihan Adam"
"Ya Sela bakalan baikan sama Kak Adam, kan Bunda udah jual Sela ke Kak Adam" Jawab Sela.
"Kamu jangan mikir gitu dong" bunda Lesti bingung sendiri di buat putrinya.
"Terus apa?" Kesal Sela.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...
__ADS_1