ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
367


__ADS_3

"Sayang....."


Damar mengacak rambut dengan kesal karena Yasmin kini benar-benar sibuk mengurus baby A,B,C dan D. Di tambah lagi Zie kini sangat cemburu bahkan kini Zie sudah tidak mau lagi pergi berlama-lama dengan mama Sinta.


"Mas kenapa?" tanya Yasmin yang sedang memberi asi pada baby A, namun Zie rebahan juga di sana menjadikan kaki sang Bunda bantal dengan memainkan boneka baru yang di belikan oleh mama Sinta.


"Yang giliran Mas kapan?" tanya Damar lagi dengan wajah seperti anak kecil yang tak mendapat mainan.


"Mas apa sih, ada Zie juga" Yasmin mengelus kepala Zie dengan sebelah tangannya sedangkan sebelah lagi memeluk baby A.


"Kamu nggak kasihan sama Mas yang, Mas udah dua bulan puasa yang" kata Damar menarik hidung Zie yang sedang asik bermain, namun dengan cepat Zie bangun karena kesal pada sang Ayah sudah berani mengusik ketenangan nya.


"Ayah.....takit" teriak Zie di tambah dengan air liur yang keluar mengenai wajah sang Ayah.


"Sakit Zie, bukan takit" jawab Damar tak mau kalah, Damar juga mengelap wajahnya menggunakan baju sang putri.


"Tangan Ayah" Zie berusaha menjauh, sebab tidak suka sang Ayah menjadikan baju kesayangannya sebagai lap wajah.

__ADS_1


"Kenapa?" kesal Damar.


"Zie awu patala," jawab Zie sambil berkacak pinggang.


Damar dan Yasmin saling pandang mendengar jawaban sang putri yang terdengar konyol, kedua orang tuanya hanya bisa menggeleng mendengar jawaban Zie.


"Bicara aja nggak jelas sok mau pacaran" seloroh Damar sambil menjitak Zie dengan pelan.


"Mas apa sih, Zie kan masih anak-anak" Yasmin tak habis pikir dengan kedua orang yang di cintainya itu, keduanya terus saja berdebat tidak jelas bahkan Yasmin kadang merasa pusing tak pernah ada kata akur antara anak dan Ayah itu. Namun kini Zie tak bisa tidur bila tak di peluk Damar, sungguh sangat aneh sekali.


"Iya yang, Zie memang masih anak-anak tapi pikirannya ini udah dewasa banget" kata Damar lagi-lagi menarik hidung Zie, dengan cepat Zie mencubit tangan Damar dan mengelus hidungnya.


"Sama saja, kamu juga dulu begitu" kata mama Sinta yang tiba-tiba masuk dan mendengar apa yang sedang mereka bicarakan.


"Mama apa sih" kesal Damar.


"Kamu juga dari kecil udah tau cewek, wajarlah anak kamu juga begitu kan ketularan kamu" kata mama Sinta mulai menggendong cucu ke sayangannya Zie.

__ADS_1


"Udah ah Ma, apaan bawa-bawa Damar" Damar tak pernah terima bila bercerita tentang masa lalunya yang sangat konyol.


"Memangnya Zie udah punya pacar?" tanya mama Sinta dengan konyol berniat ingin menggoda Damar.


"Udah Omaaaa....." jawab Zie dengan menunjukan gigi ompong nya.


"Siapa?" tanya mama Sinta lagi.


"Om Elza" jawab Zie dengan polos.


"Zie....!" Damar sangat kesal, karena ulah Edo kini Zie terus saja menyebut nama Erza. Padahal bocah kecil itu belum tau sedikit pun mengenai pacaran, namun karena otak cerdas sang Ayah tampan nya ia warisi dan kini Zie sangat mudah mengingat apa saja yang di ajarkan padanya.


"Damar, berani kamu bentak cucu Mama!" Mama Sinta sangat tidak suka Zie di bentak oleh siapa pun, kalau ada yang berani maka akan berhadapan dengan mama Sinta.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2