
"Nggak ada yang lebih penting dari kesenangan Mas ini yang" jawab Damar ia tidak peduli siapa yang mengetuk pintu atau siapa yang menunggu mereka di bawah.
"Mas" Yasmin memukul kepala Damar saat menggelitiki nya.
"He he he abis nya gemes yank" jawab Damar.
"Pipi kamu juga sekarang chubby banget" imbuh Damar.
Yasmin kini memang terlihat sangat berisi, apalagi di bagian pipi nya. Yasmin ingin kembali kurus seperti dulu dengan berolah raga, namun Damar malah melarang nya sebab ia lebih suka Yasmin yang sekarang. Menurut nya Yasmin lebih menggemaskan, serta terlihat sangat cantik dan sexy di mata Damar Wijaya.
"Sstt, mas" setelah permainan yang menyenangkan kedua nya selesai selama satu jam, kini Yasmin sudah tidak bisa bangun lagi karena Damar bermain dengan kasar hingga membuat nya seperti perawan yang susah berjalan.
"Sayang maaf ya" ucap Damar
"Kesambet ya mas?" ucap Yasmin
"He he he" jawab damar dengan cengiran.
"Mas mandi yuk, tapi gendong ya. Yasmin ngga kuat jalan, lagian di bawah ada tamu yang nunggu kita" Yasmin kembali mengingat ada tamu yang menunggu mereka tapi keduanya malah di kamar saja.
__ADS_1
"Tamu nggak tau waktu yank" ketus Damar karena ia masih ingin tidur siang bersama Yasmin, tapi terhambat karena tamu yang tak di undang.
"Mass, kamu ini" Yasmin terkekeh melihat wajah kesal Damar.
Kini Yasmin dan Damar berjalan menuruni anak tangga Dan mata mereka menatap seorang wanita paruh baya yang tengah duduk di ruang tamu mereka.
"Nenek" Humam Yasmin sambil tangannya masih memeluk lengan Damar.
"Kamu kenal yank?" tanya damar.
"Itu nenek Mas". Hati Yasmin rasa nya tidak bisa menerima saat melihat siapa yang datang bertamu ke rumah mereka. Dia adalah nenek Mirna tidak lain dan tidak bukan ibu dari mendiang ayah nya.
"Nenek" kata Yasmin yang kini duduk saling berhadapan dengan nenek Mirna juga seorang perempuan Tina, tina adalah adik dari mendiang sang papa.
Tidak lama dari kejauhan terlihat dua adik kembar Yasmin yang baru menuruni anak tangga.
"Kak Damar, kita ke sekolah dulu ya" teriak Ghani.
Ghaffar dan Ghani ini sudah bersekolah dan ini adalah hari pertama mereka masuk sekolah, keduanya melanjutkan pendidikan di salah satu SMP ternama di kota ini. Lebih tepat nya di SMP yang sama saat Yasmin dulu sekolah.
__ADS_1
"Ghaffar juga" ucap Ghaffar.
Keduanya berjalan mendekati damar dan hendak mencium tangan Damar, namun tiba-tiba mata mereka menangkap seseorang yang pernah mereka kenal.
"Ini Ghaffar kan, dan ini Ghani" kata nenek Mirna yang kini berdiri dan memperhatikan kedua nya yang tengah berdiri tidak jauh dari mereka.
"Apa kabar kalian?" Sapa Tina yang begitu ramah.
"Siapa ya?" Tanya Ghani sambil melihat Ghaffar sang kembaran.
"Nggak kenal" jawab Ghaffar sambil mengangkat bahunya.
"Mmmfff" Yasmin menahan tawa sambil memeluk lengan Damar.
Damar biasa saja dengan wajah seperti biasanya bila berhadapan dengan orang lain, dengan wajah sangar tanpa ekspresi itu akan muncul ditambah dengan tatapannya yang tajam elang itu.
Rasa nya orang pasti berpikir jika suami Yasmin Thabita itu sangat dingin.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...