
"Sayang" Adam duduk di samping Sela dan mengelus kepala Sela tapi dengan cepat tangan Sela menepis tangan Adam, membuat Adam harus menahan sabar. Semenjak menikah Sela sudah tidak ketus pada nya, namun beberapa hari ini Sela kembali berubah jutek bila Adam sedikit saja berbuat tidak di sukai Sela.
"Apasih" Sela tidak suka Adam dekat-dekat dengan nya.
"Sayang kau kenapa?" tanya Adam.
Sela menutup mulut dan berlari kekamar mandi memuntahkan semua isi perutnya.
"Huueekk huueekk" Sela muntah muntah
"Sayang" Adam juga panik dan menyusul Sela kekamar mandi, melihat sang istri muntah-muntah ia memijat tengkuk sang istri agar memudahkan Sela mengeluarkan isi perutnya.
"Kak" Sela memegang Adam dengan tubuh yang tak lagi kuat berdiri.
"Sayang apa kamu sakit" Adam mengangkat tubuh Sela dan membaringkan di ranjang.
"Kak Sela pengen di peluk Kakak deh" tutur Sela.
Adam membuka jasnya dan membaringkan tubuhnya di samping Sela, Adam merasa aneh dengan istrinya yang kadang marah kadang ceria. Tapi Adam tidak berani mengatakan apa-apa sebab ia takut jika Sela marah karena tersinggung dengan pertanyaannya.
"Muka kamu pucat yang, kita ke dokter yuk" kata Adam.
__ADS_1
"Sela mau kerumah Bunda aja, Sela lagi pengen masakan Bunda" Sela sudah membayangkan betapa lezatnya masakan sang Bunda yang sudah lama tak ia rasakan.
"Iya udah, nanti kita kerumah Bunda terus nginep di sana ya" tutur Adam.
Sela kembali mengingat perkataan Lina tadi dan matanya kini kembali menatap tajam Adam, Adam kembali memasang perasaan was-was dan jawaban yang hati-hati bila Sela bertanya agar istrinya tidak marah-marah lagi sebab Adam sudah dua malam tidak mendapat haknya, karena Sela mengatakan tidak ingin dekat dengannya hal itu sangat menyiksa Adam.
"Kakak Sela mau tanya, tapi Kakak harus jawab jujur" Telunjuk Sela mengarah pada wajah Adam, tapi bukannya Adam menjawab ia malah menghisap jari Sela seperti makan lolipop.
"Em" jawab Adam.
"Kakak" Sela kesal ada saja cara Adam yang terlihat aneh di mata Sela.
"Hehehe" Adam terkekeh melihat wajah kesal sang istri.
"Tadi kata Lina Kakak udah pernah begituan sama dia, bener nggak?" Tanya Sela dengan kesal dan bersiap-siap pergi bila benar Adam pernah melakukan itu dengan Lina.
"Menurut mu?" Adam malah menggoda Sela, bahkan Adam mencolek dagu Sela.
"Kak Adam jawab" Sela lagi-lagi menepis tangan Adam yang mencolek dagunya tanpa henti.
"Kamu mau tahu?"
__ADS_1
"Kak Adam!"
"Hehehe, belom," jawab Adam.
Sela menatap tajam dan memukul dada Adam, tapi dengan cepat kedua tangan Sela di pegang Adam kuat dengan sebelah tangannya saja, dan Adam kembali memeluk Sela dengan erat.
"Kak, perut Sela sakit, jangan kenceng kenceng" kata Sela menutup mata merasakan sakit saat bagian perutnya tertindih.
"Sakit?" Adam melepaskan Sela ia sangat takut terjadi sesuatu pada istrinya.
"Heem" jawab Sela memegang perutnya, tadi saja saat Lina mendorongnya Sela juga merasa sakit.
"Sekarang masih sakit?" tanya Adam panik.
"Enggak Kak, tadi aja" jawab Sela.
"Oiya apa kita ke dokter aja ya?"
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan vote...