
Dua hari telah berlalu, namun Zie juga tak kunjung pulang. Ayah Damar yang melihat menantu nya tetap pulang ke rumah namun tanpa ada istri nya yang menyambut merasa sangat kasihan, selain itu ayah Damar juga merasa jika semakin di biarkan akan semakin kacau nanti nya.
"Nak" panggil ayah Damar.
"Iya yah?" Langit pun menghampiri ayah Damar lalu duduk di samping nya.
"Kenapa kamu tidak mencoba mendatangi Zie dan menjelas kan apa yang terjadi sebenar nya agar tidak ada salah paham lagi antara kalian berdua" tanya ayah Damar.
"Bunda menasehati agar saya membiarkan Zie tenang terlebih dahulu, dan bunda juga bilang kalau Zie tenang dia pasti akan segera pulang" jawab Langit.
"Nak dengar kan, ayah sedikit ingin bercerita. Ayah dulu sempat akan kehilangan bunda nya Zie karena ayah tidak segera mengambil sikap, dan saat itu bunda nya Zie sudah hampir meninggalkan ayah. Jadi disini bisa kamu jadikan sebagai pedoman, jangan sampai kamu seperti apa yang ayah alami dulu. Perempuan memang mau nya seperti itu, tapi kita sebagai lelaki tidak bisa jika harus diam saja tanpa mengambil sikap" ucap ayah Damar yang memberi wejangan pada menantu nya.
"Iya yah, saya paham. Saya akan mencoba menemui Zie dan akan menjelaskan apa yang sebenar nya terjadi" jawab Langit.
__ADS_1
"Iya, seperti itu yang lebih bagus. Meskipun nanti nya Zie masih kekeh tidak ingin pulang atau bahkan kemungkinan terburuk nya dia mengancam akan meninggalkan mu, setidak nya kamu sudah banyak berusaha. Lain hal jika Zie meninggalkan mu tapi kamu tidak ada usaha sama sekali, kamu nanti nya akan menyesal" kata Ayah Damar seraya menepuk-nepuk pundak Langit.
"Baik yah, Langit pamit pergi menemui Zie dulu" jawab Langit yang langsung bersemangat setelah mendapatkan wejangan dari ayah mertua nya.
"Iya, semangat.." jawab Ayah seraya menepuk-nepuk pundak Langit lagi, Langit hanya mengangguk lalu tersenyum.
Langit langsung berdiri dan bergegas menuju rumah Oma untuk menemui Zie, ia mengemudikan mobil nya dengan sangat sumringah.
Setelah sampai halaman rumah Oma Sinta dan Opa Hardy, Langit tidak segera turun karena ia merasa ragu Zie mau pulang ke rumah dan balik kepada nya. Langit yang tadi nya sangat bersemangat, namun saat ini Langit malah pesimis dengan usaha nya nanti nya.
Tok.. tok.. tok...
Langit mengetuk pintu, dan secara kebetulan Zie lah yang membukakan pintu. Namun setelah Zie melihat yang datang adalah sang suami, Zie langsung putar balik berniat kembali masuk ke rumah. Namun sebelum Zie kembali masuk ke dalam, tangan Langit lebih dulu menarik tangan Zie agar menghentikan langkah nya.
__ADS_1
"Lepasin aku" bentak Zie.
"Tunggu sayang, ada yang harus aku jelasin" jawab Langit yang seraya memegang wajah Zie dengan kedua tangan nya.
"Apa yang mau di jelasin, semua udah jelas mas" jawab Zie lalu menepis kedua tangan Langit.
"Ini semua hanya salah paham sayang" ucap Langit lagi.
"Apanya yang salah paham, aku udah lihat semuanya. Dan satu hal lagi mas, kamu pernah bilang kalau kamu akan mutusin pacar kamu tapi sekarang apa buktinya! Kamu masih pacaran sama dia, bahkan kamu makan berdua sama dia di tengah kondisi istri kamu yang sedang hamil anak kamu!!!" Bentak Zie lagi, dan kali ini Zie kembali dengan isak tangis nya.
"Itu semua salah paham, aku bersumpah nggak ada hubungan apa-apa lagi sama dia" ucap Langit seraya menarik tubuh Zie lalu memeluk nya.
"Lepasin aku" teriak Zie dengan memukuli dada Langit.
__ADS_1
"Kalau aku yang dulu sudah pasti sangat percaya dengan semua yang kamu ucapkan mas, tapi tidak untuk sekarang. Setelah aku melihat semua kebenaran nya, aku baru sadar jika aku mempercayai orang yang salah. Aku sangat kecewa sama kamu mas, hiks hiks hiks..." Jawab Zie yang masih menangis tersedu-sedu.
...Happy Reading...