ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
Zie 90


__ADS_3

Anggota keluarga yang sedang di ruang keluarga pun mendengar teriakan bunda Yasmin, dan mereka semua langsung berlari menuju dapur bersamaan.


"Zie kenapa?" Tanya Ayah Damar yang panik.


"Cepat hubungi dokter Andre sekarang!" Perintah Opa Hardy, Devano pun langsung berlari menuju ruang keluarga lagi untuk menghubungi dokter Andre dengan telepon rumah karena dokter Andre sudah terdaftar sebagai panggilan darurat di sana.


"Angkat Zie ke kamarnya, biar dokter Andre memeriksa di sana" Ucap Oma Sinta.


Pasal nya Zie masih memiliki kamar di rumah keluarga besar Wijaya tersebut, karena mereka sangat yakin jika suatu saat Zie pasti di temukan dan kembali ke rumah ini.


"Biar Langit aja yang gendong yah" Ucap Langit saat mengetahui Ayah Damar yang akan menggendong Zie.


"Udah nggak apa-apa, biar ayah aja" Jawab ayah Damar dan Langit sebagai suami pun sudah pasrah karena disitu sang istri nya sudah mendapatkan perhatian yang ekstra di keluarganya.


Sesampainya dokter Andre di rumah keluarga besar Wijaya, langsung masuk ke kamar Zie dan memeriksa kondisi Zie.


"Bagaimana kondisi anak saya dok? Kenapa anak saya bisa begini? Apa yang terjadi?" Tanya bunda Yasmin yang memberondong pertanyaan pada dokter Andre.

__ADS_1


"Zie aman kok bu, Zie baik-baik saja tapi..." Ucapan Dokter Andre menggantung dan membuat geram semua anggota keluarga yang di sana. Ya, semua anggota keluarga. Karena mereka semua ingin masuk ke kamar Zie dan ingin segera tau bagaimana kondisi Zie.


"Tapi apa dok?" Tanya Ayah Damar.


"Tapi ada janin yang harus di jaga lebih ketat lagi sekarang"


"Maksud dokter Zie hamil?" Tanya Langit yang begitu sumringah.


"Iya benar, dan yang membuat Zie pingsan saat ini bisa saja karena Zie merasa kelelahan. Jadi saya sarankan Zie jangan sampai kelelahan dan perbanyak istirahat terlebih dahulu" Ucap Dokter Andre.


"Kita bakal punya cicit pa" Ucap Oma Sinta pada suaminya.


Tanpa sadar mereka meneteskan air matanya karena rasa haru, kebahagiaan yang bertubi-tubi menghampiri mereka. Dari kembalinya Zie, dan kini bertambah satu orang lagi yang akan semakin menghiasi kebahagiaan tersebut.


"Kalau begitu saya pamit permisi dulu pak, bu" Pamit Dokter Andre pada bunda Yasmin dan Ayah Damar, lalu melangkah keluar dari kamar Zie meninggalkan semua keluarga yang sedang menangis haru itu.


"Zie dimana ini?" Tanya Zie yang baru sadar dari pingsannya dan merasa bingung karena kini ia sedang berbaring di kamar yang sangat mewah namun di kelilingi dengan semua anggota keluarganya.

__ADS_1


"Kamu tadi pingsan nak" Jawab bunda Yasmin.


"Hah.. Pingsan?" Tanya Zie yang semakin bingung, lalu ia mendudukan tubuhnya karena merasa tidak enak jika terus tidur.


"Eh udah udah, kamu tiduran aja" Cegah Oma Sinta dan membantu Zie merebahkan tubuhnya lagi.


"Kamu tinggal disini aja ya sayang sama bunda" Seloroh bunda Yasmin, namun Zie tidak langsung menjawabnya melainkan menoleh ke arah sang suami pertanda meminta jawaban sang suami.


"Bunn.. " Bisik Ayah Damar lalu menyenggol bunda Yasmin, karena Ayah Damar tau jika putrinya ini sudah memiliki suami sehingga tidak enak jika tiba-tiba langsung berucap seperti itu.


"Ngga apa-apa kok kalau kamu pengen tinggal disini, nanti kita tinggal disini bareng-bareng. Lagian kan kamu hamil sekarang, jadi kalau di rumah sendiri nanti mas malah kepikiran tapi kalau disini kan sudah pasti aman karena banyak yang jagain" Jawab Langit seraya mengelus puncak kepala istri nya.


"Tuh boleh kok yah. Makasih banyak ya Langit kamu emang suami yang sangat pengertian, beruntung sekali Zie mendapatkan suami seperti kamu" Sahut bunda Yasmin dengan sangat senang karena mendapatkan menantu yang super pengertian dan mau mengalah.


"Yeee... " Semua keluarga bersorak gembira karena rumah mereka akan semakin bertambah ramai sebentar lagi.


"Emang Zie hamil ya?" Tanya Zie yang masih bingung di tengah sorakan bahagia semua anggota keluarga.

__ADS_1


Ye keluarga Wijaya berkumpul lagi, senang sekali


__ADS_2