ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
ALFI 182


__ADS_3

"Ra, kamu nggak papa? Perut kamu kenapa?" tanya Alfi panik.


Azura menatap Alfi sambil mengernyit.


"Mas, kayak nya aku mau lahiran deh!"


"HAH!" seru Alfi dengan mata membulat sempurna dan mulut menganga.


"Ka-kamu serius Ra?" tanya Alfi cengo.


Kehamilan Azura memang sudah memasuki trimester akhir, tapi menurut perhitungan, ini belum saat nya. Apalagi tadi istri nya itu tampak baik-baik saja. Bahkan ia tadi masih sempat melahap 2 porsi sate Padang.


"liih, Mas Alfi, buat apa juga aku bohong! Ini nih adudududuh... Aaargh... sakit mas" desis nya seraya merintih. Bahkan kaki Azura sudah sangat lemas, tak mampu untuk berdiri karena rasa nyeri yang tiba-tiba menyergap setiap beberapa detik sekali.


Alfi sontak saja gelagapan. Ia buru-buru menahan tubuh Azura agar tidak sampai terjatuh. Tepat saat mobil nya berhenti tak jauh dari posisi nya, ia langsung meneriakkan sang sopir agar membukakan pintu belakang untuk nya.


Sang sopir yang melihat kepanikan di wajah majikan nya lantas segera melakukan perintah. Dengan hati-hati, Alfi memapah Azura masuk ke dalam mobil. Setelah pintu tertutup, sang sopir segera menjalan kan mobil nya tanpa banyak bertanya.

__ADS_1


"Segera ke rumah sakit pak" ucap Alfi mencoba tenang.


Sebagai seorang mantan dokter, tentu ia harus bisa mengontrol emosi dan situasi. Tak mungkin ia menunjukkan wajah panik, walau pun itu di hadapan istri nya sendiri. Sikap tenang dapat membawa pengaruh baik bagi pasien. Sebalik nya sikap panikan, bisa membuat pasien ikutan panik.


"Mas, motor nya... " teriak Azura saat mobil mereka telah mulai melaju meninggalkan motor Azura yang masih terparkir sembarangan di tepi jalan.


"Nggak usah pikirin motor, sekarang itu yang terpenting kita segera sampai di rumah sakit" tukas Alfi sambil membenarkan posisi Azura.


"Tapi... tapi entar hilang gimana?" tanya nya masih dengan suara mendesis.


"Beneran ya! Awas nggak!" Ancam Azura dengan mata di paksakan melotot.


"Astaga, iya iya istri ku sayang!" cetus Alfi yang mata nya sudah hampir melompat karena kesal dengan tingkah sang istri. Namun, beberapa saat kemudian, ia baru menyadari perdebatan mereka tadi ternyata mampu mengalihkan rasa sakit yang sedang didera Azura.


"Mas, sakiiiitttt" lirih Azura yang wajah nya telah makin memucat. Tampak bulir-bulir peluh sebesar jagung menetes dari dahi nya. Melihat kesakitan di wajah istri nya, jelas saja membuat Alfi khawatir.


Alfi menggenggam erat tangan Azura yang di balas Azura dengan meremas tangan nya. Dari remasan itu, dapat Alfi rasa kan betapa nyeri rasa sakit yang kini sedang di alami istri nya itu.

__ADS_1


"Ra, tenang sayang! Aku tahu kamu bisa, kamu calon ibu yang kuat. Sekarang ikuti aku, inhale, exhale" ucap nya seraya mencontoh kan menarik nafas panjang melalui hidung lalu menghembuskan nya perlahan melalui mulut.


Azura pun mengikuti setiap perkataan suami nya. Tapi rasa sakit itu kini kian menjadi. Seakan seluruh tulang nya di remukkan bersamaan.


"Maaaassss, aaaaku.... aaaaku nggak kuat" desis nya sambil makin meremas tangan Alfi dengan nafas memburu.


Melihat itu kesakitan yang begitu kentara di wajah Azura membuat wajah tenang Alfi seketika sirna berganti rasa gundah gulana. Beruntung, mobil mereka telah memasuki area rumah sakit. Tak lama kemudian, beberapa suster dan dokter datang menyambut mereka sebab saat dalam perjalanan tadi ia menyempatkan diri menghubungi mantan rekan kerja nya sesama dokter. Alfi pun segera menggendong Azura dan meletakkan nya di atas brankar secara perlahan.


Sepanjang brankar di dorong, Alfi tak melepaskan genggaman tangan nya sedikit pun. Raut wajah khawatir terlihat jelas di wajah tampan nya. Para mantan rekan kerja Alfi pun sampai terkesima melihat ekspresi lain dari Alfi selain wajah datar dan dingin nya.


...🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih...


...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...

__ADS_1


__ADS_2