ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
388


__ADS_3

"Adam!" Mama Sinta menatap kesal Adam karena berbicara tak pernah benar.


"Ampun Ma" Adam menangkup kedua tangannya karena takut mama Sinta memukulnya, apa lagi kalau sampai di depan bunda Lesti itu sangat memalukan.


"Assalamualaikum" terdengar suara Damar yang baru saja datang bersama Yasmin, Yasmin dan Damar tadi yang pulang sebentar karena baby nya menangis dan sedang demam. Setelah di rasa bayi-bayinya lebih tenang mereka kembali lagi kerumah sakit.


"Waalaikumsalam" jawab yang lainnya dengan senyuman.


"Sela" Yasmin berlari memeluk sahabatnya dengan erat.


"Yasmin hiks hiks hiks, gue udah jadi Mama sekarang kaya lu" ucap Sela yang masih memeluk sahabatnya.


"Selamat ya Sela kamu hebat, akhirnya setelah banyak rintangan sekarang kamu bisa bahagia karena Allah sudah kasih pengganti baby kamu yang dulu" kata Yasmin sambil mengelus punggung Sela.


"Iya, aku bersyukur banget" kata Sela yang juga mengingat betapa ia sangat bersedih saat kehilangan janinnya saat dulu.


"Udah, kita sekarang nggak boleh sedih. Kita lagi bahagia begini juga" kata Yasmin yang mulai menghapus air mata Sela dengan ibu jarinya.


"Iya" Sela tersenyum dan keduanya kembali saling berpelukan.


"Namanya siapa bro?" tanya Damar menatap bayi yang masih di gendongan Gita.


"Namanya Gibran Wijaya" jawab Adam dengan bangga.


"Bagus gue suka. Sayang pegangin dong" pinta Damar untuk mengambil baby Gibran yang di gendong Gita. Ia ingin mencium bayi itu tapi tak mungkin saat Gita memeluknya.

__ADS_1


"Mas aja yang gendong langsung" jawab Yasmin menggoda Damar.


"Nggak berani yang" Damar kembali menatap bayi mungil yang masih di gendongan Gita.


"Ayo dong yang Mas pengen kiss sama cubit pipinya" sambungnya lagi.


"Heh" kata Adam kesal.


"Becanda woy" jawab Damar menatap Adam.


"Kalau mau cubit langsung aja di situ" kata Gita.


Damar menatap Gita.


"Pawang?" tanya mama Sinta bingung.


"Iya Ma, si Edo pawangnya Gita. Nggak berani Damar deket entar di bogem ama pawangnya" jelas Damar lagi pada mama Sinta agar tau maksud perkataanya.


"Sialan lu, lu pikir bini gue macan sampek lu bilang gue pawangnya" kesal Edo.


"Yang bilang bini lu macan siapa? Lu sendiri yang bilang ya, gue nggak ngomong gitu" jelas Damar berusaha membela diri.


"Lu bener-bener ya, gue kasih jatah lu mau" Edo memegang kerah kemeja Damar dan Damar juga membalas apa yang di lakukan Edo.


"Abang" Gita menyenggol Edo yang berbicara terlalu kencang, karena takut baby Gibran terganggu dan menangis.

__ADS_1


"Lihat kan bini lu buas makanya lu takut, dasar takut bini" tutur Damar mengejek Edo bahkan menaik turunkan sebelah alis matanya meremehkan Edo.


Edo mengibaskan tangannya di hadapan Damar lalu ia menatap Yasmin.


"Yasmin kemarin Damar ketemuan sama Celine" tutur Edo memasang wajah serius.


"Mas?" tanya Yasmin dengan serius menatap Damar.


"Nggak yang dia boong, itu nggak bener" kata Damar berusaha merayu Yasmin.


"Yeeeee.. katanya Edo yang takut istri, ternyata Damar juga sama" jawab mama Sinta tertawa melihat pria-pria yang bertubuh kekar itu namun semuanya takut istri.


"Iya, bilangin orang nyata lu juga bro" kata Edo tersenyum penuh kemenangan.


"Abang mau gendong baby Gibran?" tanya Gita.


"Mau dong" kata Edo kemudian ia duduk di sofa dan Gita meletakan baby Gibran di pangkuan Edo.


"Oeeee Oeeeee Oeeee" baby Gibran langsung menangis saat di letakan di atas paha Edo.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...

__ADS_1


__ADS_2