
"Sini aku bantu pakai sabun nya dulu yang belakang" Ucap Langit.
Saat menyabuni badan Zie tangan Langit berhenti di aset kembar Zie dan memainkannya.
"Ahhhh... mas udah mas aku capek" de.... sah Zie karena Langit terus memainkan aset kem... bar Zie, dan menghembuskan nafas kasar nya di celekuk leher Zie.
"Aku belum sayang, dan aku masih menginginkan ini" bisik Langit.
"Ahh.... Mass..." Zie semakin menggelinjang tidak karuan saat jemari Langit mencubit puncak benda tersebut secara bersamaan.
Suara seksinya Zie pun kembali terdengar dan itu memunculkan senyuman kemenangan dari bibir Langit karena dia berhasil meningkatkan li... bi... do istri nya.
"Kamu harus kerja mas, bagaimana jika nanti kamu di pecat sama atasan kamu?" di tingkat kesadaran yang sedikit Zie menyuruh Langit untuk bekerja dan ia lupa jika saat ini waktu menunjuk jam makan siang.
Langit menjeda kegiatan nya sementara, ia menatap Zie dari arah samping. Langit tidak percaya selama ini istri nya itu tidak mengetahui pekerjaannya.
"Baguslah kalau kamu tidak mengetahui pekerjaanku sayang. Dengan begini aku lebih mudah menjalankan tugasku" Batin Langit.
Setelah itu Langit mengangkat tubuh Zie dan membawa nya di bawah shower. Langit menekan tubuh Zie di kaca pembatas kamar mandi tersebut lalu mengungkung tubuh Zie dari belakang. Tentu saja apa yang di lakukan Langit sekarang membuat Zie kaget dan tidak percaya.
__ADS_1
"Ma... mas...." Zie sedikit waspada.
"Huustt aku sudah minta ijin hari ini pada atasan ku, dan sekarang giliran kamu menuntaskan tugas mu" bisik Langit sembari tangan nya lanjut memberi sabun kepada Zie.
Namun tanpa sepengetahuan Zie, Langit menjepitkan si ju.... ni... or nya di kaki Zie sehingga terhimpit oleh aset Zie dibawah sana.
Sebelum Langit menancapkan ju.... ni... or nya pada milih Zie, diam-diam Langit merapalkan doa berbuka puasa. Eh, ralat! Doa sebelum menyantap Zie untuk kesekian kali.
Zie hanya bisa pasrah dengan apa yang di lakukan Langit. Bahkan kini tubuh nya menikmati setiap sentuhan yang Langit berikan dan de.... sa.... han demi de.... sa... han dari mulut Zie terus keluar memenuhi ruang kamar mandi tersebut.
Tentu saja, suara Zie yang sek.... sih itu semakin memicu rasa lapar Langit yang tidak pernah kenyang menyantap istrinya.
"Ahh mas.. Udah mas... " Teriak Zie karena merasa sudah mencapai *******.
Mereka melakukan berbagai posisi hanya dalam hitungan tiga puluh menit. Langit merasa kasihan pada Zie karena perut mereka belum terisi apapun dari semalam, dan di hentakan terakhir nya Langit masih sempat merapalkan doa sembari mengecup kening Zie yang kini berada di atas pangkuannya.
Allahummaj'alnuthfatanaa dzurriyyatan thaiyyibah.
Artinya: Ya Allah jadikalanlah nutfah kami ini menjadi keturunan yang baik (shaleh).
__ADS_1
Langit mengecup kening istr inya yang penuh peluh tersebut dengan begitu mesra. Di lihatnya wajah Zie yang kelelahan karena perbuatannya, di tambah lagi perutnya belum terisi apapun.
"Mass... sudah ya, aku udah cape banget?" pintanya dengan tatapan sendu karena Langit belum juga berniat untuk melepaskan diri.
Langit tersenyum melihat Zie yang merengek padanya seperti anak kecil. Begitu menggemaskan sekali, ia menyibakkan anak rambut yang menutupi sebagian wajah cantik Zie. Lalu mengecup bibir Zie sekilas sebelum Langit melepaskan diri, ia sekali lagi merapalkan doa tepat di atas kepala Zie.
Alhamdulillahilladzii khalaqa minal maa i basyaraa.
Artinya: segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air mani ini menjadi manusia (keturunan).
Dan setelah doa itu selesai di rapalkan Langit melepas diri lalu mengangkat tubuh istrinya dan di bawa kembali di bawah pancuran shower.
"Gimana, enak ngga" Tanya Langit seraya menghujami Zie dengan ciuman.
"Ngga tau" Jawab Zie dengan malu-malu.
Mereka mengakhiri kegiatan mereka yang sempat tertunda, lalu makan siang bersama di dalam apartemen Langit yang sebelumnya ia pesan melalui jasa pesan makanan.
...🥀🥀🥀🥀🥀...
__ADS_1
...Like dan Vote ya....
...Terima kasih...