ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
115


__ADS_3

Huh. Yamsin membuang nafas nya dengan kasar setelah Damar melepaskan nya dan Yasmin mulai menjatuhkan diri nya.


" Mas." Ucap Yasmin.


" He he he." Damar terkekeh hampir saja ia lepas kendali.


" Maaf khilaf yank." Kata Damar sambil mencubit gemas pipi istri nya, Damar berjongkok dan ia mulai mengajarkan diri nya dengan perut rata Yasmin.


" Sayang ayah pergi berangkat kerja dulu ya." Kata Damar sambil mencium perut rata Yasmin.


" Iya ayah." Kata Yasmin.


" Jangan nakal ya, nanti kalau kamu tidak nakal ayah tengokin ya." Kata Damar.


" Ish mas." Kesal Yasmin mendengat ucapan Damar.


Cup..


Damar mencium dan mengusap perut Yasmin.


" Sayang mas pergi dulu ya, mas janji setelah pekerjaan mas selesai mas segera pulang." Kata Damar.


" Iya." Jawab Yasmin.

__ADS_1


Kini Damar mulai menuruni tangga sambil membawa tas kerja di tangan nya, begitu pun dengan Yasmin, ia berjalan di samping Damar sambil memeluk lengan Damar dan mereka kini sampai di pintu utama rumah itu.


" Mas berangkat ya." Ucap Damar.


" Iya, mas hati hati nya." Jawab Damar


"Ingat kamu jangan melakukan apapun, kamu cukup duduk manis aja Dan kalau kamu membutuhkan sesuatu kamu harus meminta bantuan pelayan" kata Damar.


Ya rumah itu kini sudah memiliki banyak pekerja, kalau dulu hanya embok Yem kini tidak lagi rumah itu sudah ramai dengan pekerja.


Apa lagi setelah itu Damar ingin merenovasi rumah itu. Karena ia dan Yasmin akan menetap dan membesarkan anak-anak mereka kelak di rumah itu.


"Iya mas" jawab Yasmin.


Begitu juga dengan Damar, Damar mencium kening istrinya dan ada rasa tidak rela harus melepaskan ciuman itu. Damar berjalan menjauh dari Yasmina ia mulai membuka pintu mobil.


Dengan Adam yang mengemudi, Damar terus melihat wajah Yasmin sampai ia tidak dapat lagi melihat wajah cantik istrinya karena jarak yang semakin jauh.


"Bye" kata Yasmin.


Yasmin yang berdiri di teras mulai membalikkan tubuhnya dan ia ingin masuk.


Karena semenjak kemarin ***** makannya tiga kali lipat bertambah daripada hari biasanya sebelum ia hamil. Dan pagi ini pun sama ia ingin makan rujak yang sudah dimasukkan terlebih dahulu ke dalam lemari pendingin.

__ADS_1


"Mboh ambil rujak yang tadi yang mbok bikin" kata Yasmin. Syifa kini mendudukan dirinya di kursi meja makan.


Dan menunggu mbok menyiapkan semuanya, iya sebenarnya sangat malas karena harus memerintah orang lain karena ia masih bisa melakukannya.


Namun para pelayan di sana sudah terlalu takut mendengar ancaman Damar bila ia mengetahuinya Yasmin melakukan pekerjaannya sendiri dan pelayan tidak membantu istrinya.


Maka semua pelayan akan mendapat temukan dari Damar, dan mereka lebih memilih melarang Yasmin melakukan sesuatu daripada nanti menerima kemarahan dari tuan mereka itu. Damar yang sangat posesif bila menyangkut istri dan anaknya.


"Ini neng" kata Mbok Yem.


Di antara semua pembantu hanya mbok Yem yang memanggil Yasmin dengan sebutan neng karena ia sudah lebih dulu bekerja di rumah Yasmin.


Dan dulu Yasmin melarang Mbok Yem memanggilnya nyonya dan sampai sekarang pun begitu.


Namun tidak dengan yang lainnya, yang lainnya terlalu segan pada damar dan mereka semua memanggil Yasmin nyonya muda.


"Terima kasih mbok" jawab Yasmin


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...

__ADS_1


__ADS_2