ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
315


__ADS_3

"Sela kalau kakak salah tolong maaf kan Kakak, tapi jangan seperti ini. Atau kalau kamu mau nya Kakak tidak mengganggu mu lagi semua akan Kakak lakukan, Kakak sudah pergi agar kamu bahagia dengan pilihan hidup mu tapi kenapa kau malah seperti ini" Adam tak mengerti lagi harus bagaimana, melepas atau mempertahankan rumah tangganya ia pun tak mengerti lagi harus seperti apa.


Adam pergi dengan harapan bisa membuat Sela lega dan bahagia, bukan malah membuat Sela terluka dan membawa janin yang tak berdosa di dalam masalah mereka. Bertapa malang nasip janin itu yang harus ikut terbawa dalam masalah orang tuanya, bahkan sebelum ia lahir dunianya sudah terasa sangat kejam.


"Sela kamu kenapa begini?" Yasmin takut sangat takut sekali jika Sela pergi meninggalkannyam.


"Sela kamu harus sadar kalau kamu pergi aku gimana, kita sahabatan loh Sel, kita saling ada di saat salah satu dari kita saling membutuhkan. Kalau kamu pergi aku nggak tau lagi kalau aku butuh teman aku harus berteman ama sapa, bangun Sel, cuman kamu yang tulus bersahabat sama aku" Teriak Yasmin.


Dengan cepat Damar memeluk sang istri dan berusaha membawa Yasmin keluar dari ruangan itu. Tapi Yasmin menolak ia masih ingin membuat Sela segera terbangun dari tidur yang tak tak tau entah sampai kapan.


Dengan cepat Damar memeluk sang istri dan berusaha membawa Yasmin keluar dari ruangan itu. Tapi Yasmin menolak ia masih ingin membuat Sela segera terbangun dari tidur yang tak tak tau entah sampai kapan.

__ADS_1


"Kamu jahat Adam, ini semua gara-gara kamu!" Teriak Yasmin yang malah emosi pada Adam, Yasmin kesal sekali melihat wajah pria itu bahkan ia kini sangat membenci Adam.


"Udah sayang ya, kasihan Sela nya" Damar memeluk Yasmin yang masih histeris.


"Gue nyesel bantu lu buat dekat sama sahabat gue, lu tu lelaki brengsek tau nggak! Kalau Sela meninggal ini semua gara-gara lu dan lu adalah penyebab kematian Sela, dan jangan pernah lagi muncul di hadapan gue. Ngerti lu brengsek!" Yasmin keluar dengan perasaan kesal rasanya ia ingin mencekik Adam saat itu juga.


Lalu bagaimana kah dengan Sela, akan kah dia tetap hidup bersama bayi nya atau mungkin Sela akan pergi menghadap sang Ilahi membawa buah cinta nya dengan Adam.


PLAK


Satu tamparan mendarat di pipi Adam, papa Hardy tak mampu menahan emosi tat kala mengetahui ke adaan Sela. Bahkan papa Hardy yang baru tahu jika Adam sudah menceraikan Sela tanpa sepengetahuan keluarga atau membicarakannya pada keluarga. Papa Hardy tidak menyangka putra angkatnya itu bisa dengan mudah memutuskan untuk bercerai, bahkan di saat Sela sedang mengandung.

__ADS_1


"Apa kau punya otak!" Papa Hardy benar-benar sangat emosi melihat Adam saat ini.


"Pa sudah" mama Sinta berusaha menenangkan suaminya sebab mereka belum mendengar penjelasan dari Adam, mama Sinta yakin Adam tidak akan mudah menceraikan Sela kalau bukan karena ada hal yang menjadi alasan kuat.


"Kau sadar! Sela sedang mengandung, dia mengandung anak mu. Tapi kau malah dengan mudah menceraikannya apa kau punya hati! Dan kemana kau menghilang selama ini, lihat tubuh mu. Sudah seperti orang gila" Tutur papa Hardy dengan tegas.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...

__ADS_1


__ADS_2