ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
372


__ADS_3

"Biar Mas saja yang, golongan darah Mas juga O" kata Damar menawarkan diri.


Yasmin mengangguk, ia tak tau harus berkata apa yang jelas adiknya kini adalah hal yang paling utama di tangani.


"Makasih Mas" kata Yasmin memeluk Damar.


"Tidak usah bilang makasih, kita keluarga" kata Damar.


CUP.


Damar mengecup kening sang istri dan Damar melangkah masuk bersama dengan seorang dokter untuk melakukan transfusi darah.


"Yasmin, Ghani" terdengar suara mama Sinta yang datang bersama Sela.


"Mama hiks hiks hiks" Yasmin menangis dan memeluk mama Sinta, tak ada yang bisa ia ucapkan selain kekuatan yang di berikan keluarga sang suami padanya.


"Sabar Nak, Ghaffar pasti baik-baik saja" kata mama Sinta mengelus punggung Yasmin.

__ADS_1


"Yasmin hiks hiks hiks" Sela juga ikut menagis dan memeluk Yasmin juga bersama mami Ratih.


"Makasih ya Sel, kamu selalu ada di setiap aku sedang ada musibah" kata Yasmin melepas pelukan mana Sinta dan memeluk Sela.


Yasmin ingat saat ia susah Sela selalu ada sampai saat ini pun Sela ada untuknya. Sela memang hanya lah orang lain tanpa ada ikatan dengannya namun persahabatan mereka melebihi dari saudara, tak ada teman setia Yasmin selain Sela sedari mereka sekolah bersama hingga kini. Bahkan tanpa di duga mereka memiliki mertua yang sama, walau pun Adam hanya anak angkat namun mama Sinta tak pernah membedakan Adam dan juga Damar.


"Kita kan sahabat jadi sudah seharusnya, kamu yang sabar ya" kata Sela menepuk punggung Yasmin.


Adam duduk di kursi ruang tunggu tepat di depan ruangan Ghaffar, Adam menarik Ghani duduk di sampingnya. Ghani duduk dan menunduk, sesekali ia mengusap air matanya ia bingung dan takut jika saudaranya pergi meninggalkannya.


Setelah beberapa lama kemudian Damar kembali dan ia duduk di kursi tepat di sebelah Ghani.


"Sabar ya" kata Damar.


"Makasih Kak" kata Ghani tersenyum.


Tidak berselang lama dokter keluar dari ruanga Ghaffar, Yasmin dengan cepat berdiri mendekati sang dokter begitu pun dengan keluarga yang lain.

__ADS_1


"Bagaimana dengan adik saya dok?" tanya Yasmin.


"Kami sudah berusaha nyonya, selebihnya kita serahkan pada Tuhan yang maha kuasa. Kondisi pasien saat ini sedang tidak baik-baik saja" kata dokter Darmawan, ia tak tega menjelaskan bagaimana keadaan Ghaffar pada Yasmin sebab Damar mengatakan untuk tidak mengatakan secara jelas pada sang istri agar Yasmin tak semakin down karena ini. Tapi Damar akan berusaha melakukan yang terbaik termasuk mendatangkan dokter dari luar negeri atau mungkin Ghaffar yang akan di bawa keluar negeri bila sampai besok Ghaffar belum juga lebih baik dari kondisinya saat ini.


"Tolong adik saya dokter saya mohon hiks hiks hiks" Yasmin menangis dan menarik kerah jas dokter Darmawan.


"Sayang sabar" Damar menarik Yasmin dan memeluknya dengan erat berharap istrinya bisa tenang.


"Mas hiks hiks hiks, aku takut kehilangan Ghaffar" kata Yasmin.


"Sabar sayang, dokter akan melakukan yang terbaik demi Ghaffar. Kamu harus kuat semuanya membutuhkan kamu dan Ghani juga butuh kamu dan di rumah ada lima anak-anak kita, kalau kamu kenapa-kenapa bagaimana nasib mereka semua" kata Damar mengelus jepala Yasmin dan merapikan rambut sang istri yang berantakan.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...

__ADS_1


__ADS_2