
"Ngga jadi ah, aku laper" Ucap Langit yang tiba-tiba bangun dari ranjangnya.
**********
"Masak apa? Hmm?" tanya Langit.
Setelah selesai dengan mandinya, Langit langsung menuju dapur dan menghampiri Zie. la lihat istrinya itu sangat cantik meskipun menggunakan celemek di bagian depan tubuhnya.
Langit melangkah perlahan mendekat ke tempat Zie berdiri, ia rengkuh pinggang seksi milik istrinya itu penuh posesif juga dengan kelembutan. la benamkan kepalanya di atas bahu mulus Zie yang terbuka hingga bisa menghirup aroma wangi alami dari tubuh Zie.
"lh, apaan sih mas! Geli tau!" kesal Zie karena acara memasaknya di ganggu. Apalagi dengan nafas Langit yang berhembus tepat di sebelah telingannya, menimbulkan sesuatu sensasi yang aneh yang baru pertama kali ia rasakan.
"Aku bantuin ya?" Langit tidak menghiraukan perkataan Zie, ia tetap merengkuh tubuh istrinya itu dengan begitu mesra.
"Nggak usah deh, mending mas duduk di sana aku lanjutin masak nasi goreng nya. Mas nggak keberatan kan aku hanya masak nasi goreng?" tanya Zie tanpa menatap ke arah Langit karena posisinya membelakangi Langit dan juga tubuhnya di kunci oleh dekapan sang suami dari belakang.
__ADS_1
"Apapun yang kamu masak pasti akan aku makan. Ya... meskipun rasanya tidak layak akan aku habiskan" goda Langit seraya melirik ke Zie.
Langit tersenyum saat mendapat pelototan dari sang istri. Lalu ia mencium pipi Zie dari samping karena ekspresi Zie yang berubah cemberut.
"Oh jadi secara tidak langsung mas mengatakan bahwa masakan ku tidak enak, iya kan?" dengan nada kesal Zie membalikkan badannya dan kini mereka saling berhadapan.
Langit menatap lekat wajah Zie yang sedang kesal padanya. Tangannya terangkat dan menangkup kedua pipi Zie, sejenak mereka menikmati keheningan itu.
Di saat romantis begini Langit tersadar bahwa api kompor yang Zie gunakan masih menyala. Lalu tangannya terulur untuk mematikan kompor tersebut.
"Zie" panggil Langit dengan lembut namun begitu berat.
Tiba-tiba suasana menjadi begitu tegang saat Langit menatapnya dengan intens dan mendalam. Zie merasa bingung dengan sikap Langit, sebelumnya lelaki itu bersikap mesum dan menyebalkan tapi kini dia terlihat begitu serius.
"I-iya Mas"
__ADS_1
Langit menempelkan keningnya pada kening Zie serta hidung mereka juga saling bersentuhan, terasa nafas mereka saling bersahutan. Membuat degup jantung Zie berdetak lebih kencang, begitu pun dengan Langit ia juga merasa sesak sekaligus senang.
Langit begitu takut bila suatu hari dirinya membahayakan Zie, mungkin karena hal apa Langit pun tidak tahu. Hanya saja kini yang ia rasakan, ia sangat takut bila Zie pergi meninggalkan nya dan lebih parahnya akan meminta cerai. Langit tidak bisa membayangkan akan seperti apa dirinya.
Entah dasar apa Langit mempunyai pemikiran seperti itu. Yang pasti kini dirinya merasa takut bila hal itu akan terjadi.
"Mas..." panggilan Zie membuyarkan Langit dari semua pikiran terburuk nya.
Langit segera tersadar lalu mengecup bibir Zie sekilas, tentu saja hal itu membuat Zie semakin menegang tubuhnya.
"Apapun yang terjadi ke depannya pada kita, aku harap kamu jangan pernah meninggalkan aku. Karena aku tidak sanggup bila harus menyesal di kemudian hari karena kehilangan dirimu"
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan vote...