ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
261


__ADS_3

"Karena lu istri gue" jawab Adam dengan kesal. Sela mulai mencerna ucapan Adam, otaknya mengingat kejadian kemarin saat Adam menikahi nya.


"Ya ampun gue berharap mimpi tahunya nyata" gumam Sela yang masih bisa didengar Adam.


"Maksud kamu apa?" Adam sepertinya tersinggung mendengar perkataan Sela.


"Enggak kok, Nggak ada maksud apa-apa"


"Saya suami kamu jadi jaga ucapanmu" Adam mengeraskan rahangnya dan memegang rahang Sela, dengan pelan tapi tetap saja wajahnya terlihat menyeramkan di mata Sela.


"Adam sakit.. hiks hiks hiks" Sela malah takut dan menangis padahal Adam hanya ingin menggertak istrinya saja agar lebih sopan kepadanya.


Adam melepaskan tangannya pada rahang Sela.


"Apa kau bisa sopan sedikit saja pada suami mu?" Tanya Adam dan Sela pun mengangguk.


"Iya, maaf" kata Sela dengan gemetar.


"Apa tidak bisa kau memanggilku lebih sopan?"


"Iya kak Adam" kata Sela.


"Apa kau sengaja menggodaku pagi ini?" Ada menatap intens tubuh Sela yang hanya terbalut handuk putih.


Dengan reflek Sela menutup dadanya, Iya baru ingat ternyata semalam ya tidur dengan terbalut handuk saja.


"Koper Sela nggak tahu di mana Kak" kata Sela berharap Adam tidak berpikir jika ia menggodanya.

__ADS_1


Adam tersenyum miring di otaknya bagai ada lampu pijar, karena pagi ini ya bisa menggoda istri tercintanya.


"Itu apa?" Tangan Adam menunjuk sebuah koper, Sela mengikuti arah yang ditunjuk Adam. Mata Sela melotot melihat koper miliknya.


"Tapi semalam gak ada" Sela merasa malu ia yakin pasti Adam berpikir ia yang menggoda Adam.


"Sudahlah kalau kau menggoda aku pun tidak apa, mungkin kau sudah tidak sabar" Adam dengan cepat menarik tubuh Sela hingga terlentang dengan cepat Adam menindih Sela.


"Kak Adam, aku tidak menggodamu sungguh" Sela mendorong tubuh Adam namun tenaga Sela terlalu lemah hingga kalah dengan tenaga Adam.


"Kalau kau tidak menggodaku, kenapa kau seperti ini" ada malah semakin bersemangat menggoda istrinya di pagi hari yang cerah ini.


"Kak Adam, jangan aku takut hiks hiks hiks" Sela yang belum pernah berdekatan dengan laki-laki mendadak gemetar saat Adam mendidihnya.


"Tidak usah takut" ucap Adam setelah melihat kalau tubuh sela bergetar dan Adam yakin kalau selama ini Sela menjaga jarak dari para laki laki.


Adam tidak peduli dengan Sela yang menolak nya, ia terus mendekatkan wajah nya pada Sela.


"Kak Adam"


Tok tok tok.


Terdengar suara ketukan pintu.


"Sial" gumam Adam kesal karena ada yang mengganggunya.


"Pakai pakaianmu atau ku makan kau pagi ini" kata Adam turun dari ranjang lalu membuka pintu.

__ADS_1


Tok tok tok.


"Ada apa?" Tanya Adam saat melihat seorang karyawan hotel ternyata yang mengetuk pintunya.


"Tuan, semua keluarga sedang menunggu untuk sarapan pagi" jawab karyawan tersebut.


"Ya saya akan segera turun" jawab Adam lalu kembali masuk.


"Sela" panggil Adam


"Iya kak" Sela benar-benar takut dengan kemarahan Adam seperti barusan jadi ia memilih untuk ikut saja dengan ucapan Adam.


Dret Dret Dret..


Ponsel Adam berdering.


"Halo Lina" jawab Adam.


"Kak Adam aku duluan" Sela pergi tanpa menunggu Adam selesai berbicara di telepon dengan perasaan kesal.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...


.......

__ADS_1


__ADS_2