ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
218


__ADS_3

"Nggak baik Zie tidur sama kalian"


"Kenapa?" Damar dibuat bingung dengan ucapan mamanya sendiri.


"Kalau suka cium-ciuman, nanti Zie lihat itu tidak bagus untuk bayi"


"Mama tadi katanya nggak lihat" seloroh Damar.


"Ya-ya, em" Mama Sinta tidak tahu harus menjawab apa. Sementara Yasmin terus menunduk sambil menyusui baby Zie, betapa malunya ia berhadapan dengan mama Sinta mengingat mama Sinta nomor gokil mereka sedang saling melilitkan lidah mereka.


"Belum boleh kamu, jangan kasih Damar jatah ya Yasmin. Kamu itu masih belum suci" Mama Sinta masih terus menasehati Yasmin jangan sampai khilaf karena itu dosa.


"Kan Yasmin memang nggak suci lagi ma, kan udah Damar ambil duluan"


"Kamu anak kurang ajar nggak tau sopan santun, tadi aja kamu begituan sama Yasmin"


"Ma, cuman cium doang nggak lebih" kesal Damar.


"Mas" jengkel Yasmin, karena suaminya itu bukan diam dan mendengarkan nasehat orang tua marah terus menjawab ucapan mamanya.


"Iya yang"


"Zie jangan di habiskan, itu punya Ayah loh" Damar mendekatkan dirinya pada Zie dan melihat betapa lahapnya Zie saat sedang meminum ASI.

__ADS_1


"Mas apa sih, kayak anak kecil aja"


"Zie kamu minjem lo, jangan lama-lama balikan ya. Jangan ngelunjak!"


"Damar kamu berani marahi cucu mama"


"Sakit ma" Damar mengelus telinganya karena Mama Sinta menariknya cukup kuat.


"Mampus"


"Bercanda Ma" ucap Damar. Mama Sinta menatap Yasmin dan baby Zie yang sedang tidur di pangkuan sang bunda.


"Makasih ya Yasmin" Yasmin yang tadinya sibuk memperhatikan baby Zie mulai mengangkat leher nya dan menatap mama Sinta yang duduk di sisi ranjang.


"Buat kamu yang udah kasih Mama cucu, sekarang mama udah punya teman" ucap mama sinta


"Sama Danar nggak ma?" Seloroh Damar.


"Ngapain makasih sama kamu" ketus Mama Sinta.


"Itu kan hasil jerih payah Damar juga ma. mama bayangin sampe keringetan loh ma Damar, demi mencetak buat mama. Capek, lemes itu sudah menjadi sarapan Damar"


Blukk!!

__ADS_1


Mama Sinta melempar pengompres ASI tepat mengenai kepala Damar.


"Aku" Damar mengelus kepala.


...🍀🍀🍀🍀🍀...


POV Damar.


Aku mencintai mu selalu mencintai mu sampai kapan pun, bagiku kau nafas dalam hidup ku tanpa mu aku tidak bisa hidup. Kau segalanya bagiku tiada mu aku bagai jasad mati hidup namun tak berarti. Tak bisa ku katakan bagaimana bahagia nya aku saat ini, kebahagiaan ku tak bisa ku ungkap kan yang pasti aku sungguh-sungguh dan sungguh bahagia.


Aku tak ingin meninggalkan mu walau hanya sedetik pun, bagiku satu detik itu satu jam dan satu jam itu satu hari dan satu hari itu terlalu lama. Sungguh aku rela diperdaya cinta ku pada nya tidak mengapa asal aku selalu bersama nya.


Pagi ini aku merasa istriku semakin cantik, setelah dua minggu yang melakukan operasi sesar. Tubuh nya yang dulu langsing kini mendadak gemuk dan pipinya yang dulu tirus sekarang menjadi lebih chubby, tapi aku suka tidak masalah dia gemuk atau pun kurus aku akan tetap mencintai nya.


"Sayang" aku membuka selimut yang menutupi wajah chubby istriku.


"Em" Yasmin ku mulai bersuara namun ia semakin mempererat pelukan nya pada tubuh ku.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...

__ADS_1


__ADS_2