
Beberapa hari kemudian.
Hari ini adalah hari dimana Zie sudah di perbolehkan pulang, Langit membawa Zie untuk pulang ke apartemen nya, sebenarnya zie merengek minta pulang ke rumah orang tua nya, namun Langit memberikan alasan kepada istri nya kalau ia masih butuh istirahat, dan nanti saat bertemu dengan keluarga asli sudah di pastikan ia tidak akan istirahat dengan baik, mau tidak mau Zie menuruti apa yang di ucapkan oleh suami nya, setelah ia pikir pikir, apa yang di katakan oleh suami nya ada benar nya juga.
Setiba nya di apartemen.
Langit langsung membaringkan tubuh istri nya kamar mereka, Langit juga membantu sang istri untuk mengganti baju nya, awal nya zie menolak namun dengan banyak alasan yang di berikan oleh Langit akhir nya zie ikut juga.
Saat Zie berganti baju dengan baju yang di bawa oleh Langit, mata Langit berhenti tepat di perut istri nya, Langit merasa kalau Perut istri nya sedikit buncit.
" Apa kamu hamil sayang." batin Langit.
" Ya seperti nya kamu hamil, apa lagi kita melakukan nya setiap hari, bahkan mas tidak melihat kamu datang bulan bulan ini." ucap Langit dalam hati lagi.
__ADS_1
" Mas kenapa lihatin aku seperti itu?." tanya Zie.
" Ehkem tidak apa apa sayang." jawab langit dengan berdehem, ia mau bertanya sekarang tapi waktu nya tidak tepat, biar istri nya istirahat dulu baru nanti ia tanyakan kepada istri nya.
" Ayo tidur sini." ucap Langit.
Zie tidak menolak, ia langsung membaringkan tubuh nya di sebelah Langit, bahkan saat ini Zie memeluk suami nya, sambil bermain main di dada suami nya.
" sayang, jangan membangunkan sesuatu yang seharus nya tidur, kamu masih sakit sayang, jangan buat mas khilaf dan kamu nanti nya pasti capek." ucap langit sambil menahan sesuatu yang sudah bergejolak, Langit menarik tangan istri nya lalu mencium nya.
" Sayang." ucap Langit dengan suara berat nya.
Zie kembali bermain di dada Langit yang di tumbuhi bulu bulu halus, bahkan Zie sudah berani berada di atas tubuh Langit
__ADS_1
Langit membuka mata nya, ia melihat istri nya yang sudah berada di atas tubuh nya.
" Mas." ucap Zie dengan lembut bahkan Zie sudah menggigit bibir bawah nya yang sukses membuat mata Langit langsung terbuka lebar.
" Sayang." ucap Langit.
" Aku menginginkan mas." ucap Zie tepat di telinga Langit, bahkan kini Zie sudah membuang pakaian bagai atas nya.
tubuh langit bagian bawah sudah mengeras, bahkan setiap sentuhan dari Zie semakin membuat kepala nya mau pecah, bagaimana tidak Zie bermain tepat di daerah yang membuat Langit mengerang begitu dahsyat.
Zie yang awal nya mulai bermain di wajah, telinga bahkan rambut Langit ikut di tarik oleh nya, saat Langit menyesap dua buah melon nya dengan lihai nya.
Zie yang di sabar, dengan cepat ia menghempaskan kain yang menutupi bagian terakhir suami nya, sudah di pastikan kalau cokelat panjang nya sudah berdiri tegak.
__ADS_1
Zie berjalan melanggar lenggok bak seorang model papa atas, namun Zie berjalan seperti ini hanya kepada suami nya saja, dia berjalan dengan tubuh polos nya, itu sukses membuat kepala Langit berdenyut, langit mau melahap istri nya saya ini juga, karena ia sudah tidak tahan, namun ia ingin melihat istri nya seberapa kemampuan nya untuk ah, sudah di pastikan akan berbuntut panjang malam ini, kalau bisa Langit akan bermain sampai pagi dengan istri tercinta nya. karena sudah beberapa hari ia tidak melakukan nya.
Happy Reading, jangan lupa, like dan VOte ya kak, terima kasih.