
Yasmin tertawa di dalam hati nya, karena ia melihat Damar selalu menatap nya dengan tatapan ingin memangsa, Yasmin memang terbilang belum cukup dewasa, tapi akibat menjadi pelayan di club' yang dulu ia jalani, Yasmin dewasa sebelum waktu nya, ia tahu semua sinyal laki laki yang menginginkan nya.
Ceklek. Pintu terbuka Yasmin dan Damar melihat siapa yang membuka pintu.
" Selamat pagi tuan." Adam lah yang memasuki ruangan itu.
" Em.," Jawab Damar dengan malas. " Tuan Fadil sudah menunggu anda tuan, jadwal meeting di majukan karena tadi nyonya besar Sinta menghubungi saya, kalau anda sebentar lagi akan ke butik untuk fiting baju." Ucap Adam.
" Baik 10 menit lagi aku akan ke sana." Jawab Damar.
" Adam kamu mau ke ruangan meeting?." Tanya Yasmin.
" Ya nona." Jawab Adam.
" Baik kita sama sama saja." Jawab Yasmin. Adam melihat wajah Damar yang menatap nya tajam, Adam sangat takut bila bis nya itu memenggal nya.
" Ayo ." Kata Yasmin. Adam tidak berani membantah Yasmin, ia keluar dari ruangan itu dengan beriringan dengan Yasmin.
Yasmin berjalan dengan manja dan itu membuat Damar ingin memakan Yasmin.
__ADS_1
" Oh sial " ucap Damar.
Setelah kepergian Yasmin dan Adam dari ruangan itu. Damar pergi ke kamar mandi dan bermain solo di sana. Ia sudah tidak bisa menahan nya kalau pun ia tahan itu akan mengganggu konsentrasi nya nanti saat meeting. Damar terus bermain solo, dipikiran nya hanya ada Yasmin Yasmin dan Yasmin, Damar terus berimajinasi wajah Yasmin, sampai akhir nya Damar sampai di puncak nya, tapi tetap saja Damar ingin Yasmin lah yang berada di dekat nya.
" ehhhhh. Yas, Yas, Yas,, Yasmiiiiiiiinnnnn." Ucap Damar setelah mencapai puncak nya.
Setelah Damar dengan urusan solo nya. Damar mulai membersihkan dan keluar dari kamar mandi itu, ia kembali merapikan pakaian dan memastikan kalau pakaian nya tidak terkena percikan permainan solo nya tadi, setelah ia rasa semua aman dan baik baik saja, Damar melangkahkan kaki nya keluar dan memasuki lift khusus petinggi.
Ting!!!
Damar keluar dari dalam lift dan memasuki ruangan meeting, Damar melihat dengan jelas rekan bisnis nya sangat fokus menatap Yasmin, bahkan mereka tidak menyadari kehadiran Damar.
" Selamat pagi." Sapa Damar dan ia mulai duduk di kursi nya
" Silahkan di mulai." Lanjut Damar.
Seperti biasa tugas dalam masalah presentasi adalah tugas Yasmin, asisten yang menjelaskan dan bos duduk santai, lalu rekan bisnis yang mendengarkan, Yasmin mulai berdiri dan mulai presentasi.
Tapi seperti nya semua orang Yang ada di ruangan itu, lebih fokus pada wanita yang sedang menjelaskan itu, bukan pada apa yang di jelaskan oleh wanita itu.
__ADS_1
" Apa ada pertanyaan?." Tanya Yasmin, setelah ia cukup untuk banyak menjelaskan.
" Tidak, saya setuju dan kita tanda tangan kontrak." Kata Fadil salah satu rekan kerja Damar.
" Oke terima kasih tuan." Jawab Yasmin dengan sopan. Kini rapat sudah selesai, Yasmin hendak keluar tapi Fadil mengehentikan langkah nya.
" Nona, em nama anda siapa?." Tanya Fadil.
" Nama saya Yasmin tuan." Jawab Yasmin.
" Apa boleh saya meminta no ponsel anda?." Kata Fadil. Yasmin menatap Damar yang sedang duduk dan menatap tajam, dan Yasmin kembali menatap Fadil.
" Boleh tuan." Jawab Yasmin.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...
__ADS_1