ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
171


__ADS_3

Yasmin mengangguk dan ia merasa kalau damar tidak akan mengabulkan apa yang ia minta, mama Sinta mendekat kembali pada Yasmin dan duduk di sisi tempat tidur tangannya memegang kedua bahu Yasmin.


" kamu mau apa?." tanya mama Sinta.


" Yasmin maunya jambu tapi mas damar yang manjat." jawab Yasmin dengan suara bergetar dan air matanya menetes karena ia takut damar tidak mau mengabulkan apa yang ia minta.


huffftp


mama Sinta menarik nafasnya dengan panjang dan menghembuskannya dengan kasar mama Sinta yang masih memegang bahu Yasmin mulai menatap damar yang duduk di atas tempat tidur tepat di samping Yasmin dan Yasmin berada di tengah antara kedua orang itu mama Sinta terus menatap tajam damar karena mama Sinta melihat damar diam saja setelah mendengar ucapan Yasmin.


" iya ma." jawab damar karena ia menyadari tatapan tajam Mama cinta tanpa Mama cinta berbicara pun damar tahu maksud mama Sinta.


" ikhlas tidak kalau nggak biar Edo saja yang Mama suruh." kata mama Sinta karena damar menunjukkan wajah kesal nya.


" ayolah jangan gitu damar mau dan ikhlas kok." jawab damar dengan nada merendah.


" bagus." kata Mama Sinta.


" sebentar ya sayang." kata damar tersenyum pada Yasmin.


" iya mas." jawab Yasmin.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...

__ADS_1


" Didin." damar memanggil satpam yang berjaga di pagar rumah.


" ya Tuan." jawab Didin.


" kamu temani saya ke rumah tetangga." kata damar menuju rumah yang ada di sebelah rumah mereka.


" untuk apa Tuan?." tanya Didin penasaran.


" ayo ikut jangan banyak pertanyaan dan pegang ember ini." kata damar sambil memberikan ember pada Didin.


Didin tidak berani lagi bertanya ia langsung menerima ember yang diberikan damar dari pada mendapat masalah keduanya mulai keluar dan memasuki pagar rumah Nisa.


" ada apa tuan?." tanya satpam rumah itu.


" tidak tuan hanya ada saya saja." jawab satpam itu.


" em, apa boleh kami masuk dan mengambil jambu itu." kata damar.


" oleh tuan majikan saya membolehkan siapa saja mengambil jambu itu." kata satpam itu.


satpam itu tahu siapa lawan bicaranya ia sering membaca majalah di mana ada pengusaha-pengusaha sukses di sana dan salah satu nya adalah damar.


" ayo masuk tuan." kata satpam itu.

__ADS_1


" iya." jawab kamar sambil kakinya mulai melangkah masuk.


" tuan di bawah pohon jambu itu ada anjing yang diikat oleh tuan Danu dan saya tidak berani memindahkan nya karena anjing itu pernah mengikuti saya ini tuan dan saya trauma tuan." kata satpam yang bekerja di rumah itu dan sekaligus anak dari pemilik rumah itu bernama Nisa teman bermain masa kecil Yasmin.


" anjing?." tanya damar dengan muka memerah namun ia tetap berusaha menjaga wibawa nya di hadapan kedua satpam itu.


" iya tuan." kata satpam rumah Nisa itu.


" Didin ayo." kata damar dengan suara berat nya dan wajah datar yang ia tunjukkan.


" i.... iya tuan." jawab didin berjalan dibelakang damar.


" Din ttdj ya aku mendoakanmu semoga kamu tetap hidup." kata satpam itu keduanya memang sudah saling kenal karena keduanya bekerja dengan rumah majikan mereka juga hanya dibatasi oleh tembok.


" apaan ttdj?." tanya Didin bingung.


" hati-hati dijalan." jawab satpam itu.


" Didin." kata damar karena ia tidak melihat hidung berjalan di belakang nya.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2