
"Kamu harus makan, kamu nggak lapar tapi anak kamu bagaimana?" Bunda Lesti mencoba membuat Sela mengerti dan memikirkan anak yang kini di kandung.
"Iya udah" Sela dengan terpaksa makan dengan di suapi bunda Lesti, menahan rasa mual yang terdorong dari dalam.
"Kamu udah nggak sanggup ya?" Bunda Lesti tau sang putri memaksa kan diri, Lastri ingat dulu ia juga malas makan saat mengandung Sela dan tampaknya Sela pun mengalami itu. Tapi bunda Lesti ingat jika mendiang suaminya yang menyuapi ia akan makan dengan lahap. Apakah Sela juga demikian? Entah lah Lastri hanya mampu menarik nafas dengan dalam berharap ada ke ajaiban yang membuat sang putri tetap bersama Adam.
"Sela minum susu aja ya Bun?" Pinta Sela di angguki bunda Lesti.
"Iya, kamu udah makan setengah dari isi piring ini, sekarang lanjut susu aja dan setelah itu kamu tidur ya" bunda Lesti memberikan segelas susu buatannya untuk Sela dan dalam sekejap Sela meminumnya hingga tandas.
"Assalamualaikum..." Terdengar suara Yasmin yang datang bersama Damar.
"Waalaikumsalam.." bunda Lesti keluar dari kamar lalu tersenyum melihat Yasmin dan Damar. Damar langsung duduk di kursi sementara Yasmin berdiri di depan pintu kamar Sela.
__ADS_1
"Yasmin masuk Nak, Bunda keluar dulu ya" Pamit bunda Lesti dengan tersenyum pada Yasmin.
"Iya Bunda" Jawab Yasmin sambil kakinya melangkah masuk dan duduk di atas ranjang Sela.
Sela tak mau bicara ia hanya memeluk Yasmin setelah Yasmin duduk di dekatnya, Yasmin juga ikut memeluk Sela. Yasmin kini lebih sering datang ke rumah Sela sebab ia sudah berjanji selalu ada untuk Sela saat Sela membutuhkannya.
"Makasih ya yas, kamu ada untuk temani aku" Tutur Sela.
"Iya" Sela melepas pelukannya, dan mulai tersenyum.
Sudah seminggu ini Adam benar-benar menghilang entah kemana tak ada yang tau, entah Damar juga saat ini tidak tau di mana adik angkatnya itu berada atau mungkin ia sudah tau tapi tak memberi tahu karena permintaan Adam dan yang jelas tak ada wajah Adam terlihat saat ini.
"Aku bawa buah buat kamu" Yasmin ingat tadi ia membawa buah tapi ia tinggalkan di meja depan.
__ADS_1
"Aku masih kenyang yas, Bunda baru antarin aku makanan" Kata Sela.
"Em, kamu jangan sedih terus dong, kamu kan kuat" Tutur Yasmin.
Yasmin tau seberapa kuat nya Sela menyimpan luka hati, mungkin Sela berhasil membohongi semua orang dengan mengatakan ia baik-baik saja. Tapi tidak pada Yasmin, Yasmin sangat tau Sela saat ini berusaha kuat dan tabah menerima ke adaan namun entah sampai kapan Sela terus menyimpan luka lara yang kini mengerogoti relung hati.
"Apa aku terlalu egois ya Yas?" Tanya Sela, dengan apa yang telah terjadi dengan diri nya dan juga Adam suami nya.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...
__ADS_1