
Dan terbukti satu tahun belakangan ini Winda semakin berani meminta sesuatu di luar perkiraan Langit, meskipun itu tidak seberapa bagi Langit.
Seiring berjalannya waktu, Langit mulai bosan dengan hubungannya. Di tambah lagi Langit mengetahui bahwa uang dari Langit, Winda gunakan untuk bersenang-senang dengan lelaki lain di luar negri.
Waktu itu Langit sangat marah dan akan menemui Winda, namun papa Dion mencegahnya untuk tidak menemui perempuan ular itu. Papa Dion berusaha memberi pengertian pada Langit dan membuka matanya, bahwa perempuan itu tidak layak untuk Langit perjuangkan.
Di saat hatinya merasa sakit karena di khianati oleh Winda, papa Dion memberitahu Langit untuk segera menikah dengan wanita pilihannya dan Langit memanfaatkan itu agar keluar dari jeratan Winda.
Namun siapa sangka bila dengan kehadiran Zie yang dengan rela menggantikan posisi saudaranya untuk menikah dengannya, membuat Langit tidak membutuhkan waktu lama untuk mengusir nama Winda di dalam hatinya meskipun ia enggan untuk menyadari perasaannya ini pada Zie sang istri seksinya.
*Di kampus
__ADS_1
Langit tiba di parkiran kampus Zie berkuliah, ia memilih memarkirkan mobilnya dan menunggu Zie di dalam mobil. Sebelumnya Langit sudah mengabari Zie bahwa dirinya sudah ada di parkiran kampusnya melalui pesan singkat yang ia kirim untuk Zie.
"Maaf Mas lama" ucap Zie setelah masuk kedalam mobil Langit.
"Aku harus mengganti bajuku dulu sesuai perintah kamu" Lalu memasang seatbelt dan mencari posisi duduk yang nyaman.
Langit memperhatikan penampilan Zie yang telah berganti dengan pakaian yang sedikit lebih banyak menutupi kulit halusnya. Zie menggunakan rok tutu berwarna navy, panjang rok sampai ke tumitnya dengan atasan blouse yang ditutupi oleh jaket berbahan jeans.
"Kok nggak nyatu banget pakaianmu" cibir Langit yang berbanding terbalik dengan apa yang di ucapkan di dalam hati.
Tidak ada percakapan yang terjadi selama perjalanan. Hingga akhirnya mobil yang mereka tumpangi sampai di halaman restoran yang mewah.
__ADS_1
Zie baru menyadari tempat janjian dirinya dan Gio bertemu adalah di restoran yang terkenal dengan nuansa keromantisannya. Bagi pasangan muda belum afdol rasanya bila mereka tidak berkunjung ke restoran ini. Selain tempatnya yang romantis, menu makanan di sini juga tidak diragukan lagi kelezatannya.
Langit membiarkan Zie berjalan lebih dulu memasuki restoran dan menemui Gio kekasihnya. Setelah Zie masuk dan mendekat ke arah Gio baru Langit mencari tempat duduk yang tidak jauh dari tempat Zie dan Gio. Langit duduk di belakang Gio yang hanya terpisah satu meja dengan meja Gio, tentu saja Gio tidak mengetahui keberadaan Langit.
"Maaf aku telat, kelas terakhir aku baru selesai"
Zie mencoba sebisa mungkin tidak menampilkan rasa rindunya terhadap lelaki di hadapannya ini. Menjalin hubungan yang sudah bertahun-tahun lamanya tidak ia pungkiri bahwa di hatinya masih ada Gio, Lelaki yang selalu ada saat dirinya membutuhkan nya.
"Santai aja, aku juga baru datang. Oh ya, mau pesan apa? Kebetulan aku belum makan siang tadi" Gio berusaha tidak menampilkan kekecewaan nya terhadap wanita yang sudah ia jaga selama ini.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...