
"Iya sayang kamu hamil, jadi kamu nggak boleh capek-capek dulu sekarang" Tutur bunda Yasmin.
"Langit, jatahnya puasa dulu ya" Seloroh Ayah Damar pada menantunya, namun Langit hanya diam saja karena tidak mengerti maksud ucapan mertuanya.
"Ha ha ha ha...." Semua keluarga tertawa terbahak-bahak karena kebingungan Langit, sedangkan semua keluarga sudah tau maksud dari ucapan Ayah Damar yang tidak pernah terfilter itu.
"Maksud Ayah, kakak itu nya libur dulu" Ucap Chandra seraya menyenggol lengan Langit dan menatap arah junior Langit berada.
"Ohhh.. " Langit yang mulai paham pun kini menjadi malu-malu.
Setelah Langit meng-iya kan ia dan Zie tinggal di rumah keluarga besar Zie, Langit langsung menghubungi sekretarisnya untuk menyuruh orang memindahkan barang-barang dan pakaian miliknya serta Zie.
*Ke esokannya.
Langit sudah berangkat kerja pagi-pagi tadi karena harus ada meeting yang mendadak, selain itu Zie juga kembali dengan rutinitasnya yaitu magang ke rumah sakit Prayoga. Setelah siap-siap, Zie langsung turun ke bawah untuk pamit terlebih dahulu lalu berangkat.
"Eh kak Zie" Ucap Devano saat melihat kakaknya turun tangga, dan semua orang yang di meja makan pun langsung melihat ke arah Zie.
"Sini sayang sarapan dulu" Ucap Bunda Yasmin.
"Ee.. Ngga usah bunda, Zie udah buru-buru soalnya" Jawab Zie.
__ADS_1
"Emang kamu mau kemana sayang?" Tanya Opa Hardy, meski Opa Hardy dan Oma Sinta memiliki rumah sendiri untuk berdua namun mereka memutuskan untuk menginap di rumah anaknya dahulu untuk sementara waktu karena masih ingin bersama dengan cucunya yang dulu saat masih bayi selalu tinggal dengannya.
"Itu Opa, Zie mau ke rumah sakit Prayoga" Jawab Zie.
"Kakak mau periksa? Biar Dev anterin aja ya" Ucap Devano menawarkan diri.
"Bukan, eee.. Zie magang di sana" Ucap Zie yang gugup, takut keluarganya tidak menyetujui nya karena alasan kehamilannya yang masih rentan.
"Berarti kak Zie calon dokter dong, wih... " Sahut Bastian yang kagum.
"Tapi kan kamu nggak boleh capek-capek dulu Zie, kamu izin dulu aja" Ucap Ayah Damar memberi pengertian putri nya.
"Ya udah deh nggak apa-apa, tapi kamu di antar Devano ya?" Ucap Ayah Damar.
"Okey, makasih Ayah" Jawab Zie seraya memeluk ayah nya dari belakang.
"Heyy, tapi tetep nggak boleh berangkat kalau kamu belum sarapan" Ucap bunda Yasmin dengan melirik tajam Zie.
"Iya iya bunda ku yang cantik, Zie sarapan deh" Jawab Zie dengan tersenyum manis nya.
"Jadi bunda aja yang cantik? Oma nggak?" Tanya Oma Sinta yang pura-pura cemberut.
__ADS_1
"Ya cantik dong, Oma nya siapa dulu" Jawab Zie yang langsung berpindah memeluk Oma Sinta.
Usai sarapan Zie langsung bergegas ke rumah sakit sebelum terlambat, Devano yang menawarkan diri mengantar sang kakak pun langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit Prayoga.
*Di mobil
"Dev agak kenceng dong, kakak udah buru-buru banget" Pinta Zie.
"Ih kakak ku udah berani cerewet ya sekarang" Ucap Devano yang malah menggoda Zie.
"Devano hihhh.." Zie yang gemas dengan jawaban sang adik langsung reflek mencubit lengan adik nya itu.
"Aww.. Iya iya" Devano langsung mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang lebih tinggi sesuai permintaan kakak nya.
Sesampainya di rumah sakit, banyak pasang mata yang melihatnya karena Zie bersama lelaki baru lagi. Bahkan banyak orang yang berpikir negatif saat ini ketika melihat Zie. Pasal nya Devano juga ikut turun lalu membukakan pintu mobil kakak nya, itu lah yang menyebabkan banyak pasang mata negatif saat ini.
"Haduh ganti lagi, dapet incaran Sultan dari mana lagi ya" Sindir teman magang Zie yang barusan berpapasan.
Hadeh ada aja orang yang iri dengki gitu ya, hmmm...
Ikut seneng deh, dengan Zie yang sekarang, ayo ayo ayo
__ADS_1