
Hari ini Langit mengendarai mobil nya menuju rumah sakit Prayoga, dimana tempat Zie magang dan tempat Edwin di rawat. Sungguh kebetulan saat istrinya itu bercerita orang yang ia operasi tempo hari itu Edwin yang Zie kenal sebagai sahabat sekaligus pengacara Langit.
Semenjak kejadian kemarin sikap Langit sedikit berubah terhadap Zie, terkadang membuat Zie sangat heran melihat suami nya itu menjadi lebih posesif pada nya.
Dan hal yang paling mengejutkan serta tidak pernah Zie bayangkan adalah Langit melarang Zie untuk memasak makan malam mereka, sebagai gantinya dirinya lah yang melakukan semua itu.
Tidak sampai di situ, Langit juga selalu mengantar maupun menggenggam tangan Zie di saat mereka keluar dari apartemen tersebut.
Contoh nya saja sekarang setelah keluar dari dalam mobil, Langit memutari mobil nya dari arah depan dan membukakan pintu mobil di samping Zie. Setelah Zie keluar tidak lupa ia genggam tangan istrinya itu.
Semua mata tertuju pada mereka. Zie yang selama ini terlihat dekat dengan Gio dan Lucas, namun sekarang berbeda dengan lelaki yang di samping Zie sehingga menimbulkan pertanyaan, siapa lelaki itu?
Lelaki tampan, gestur tubuh yang tinggi juga atletis, kulit putih, lalu kedua matanya yang sedikit sipit, terlihat sangat tajam saat menatap dan juga hidung mancung yang kontras dengan rahang tegas nya. Jangan lupakan pula bibir tipis namun terlihat menggoda setiap wanita dan membuat wanita ingin merasakan manis nya bibir tipis tersebut.
__ADS_1
Zie membalas sapaan serta senyuman yang di lemparkan oleh rekan-rekan nya terhadap diri nya, ia menanggapi nya dengan ramah seperti biasa. Bahkan Zie juga membalas sapaan selamat pagi dari beberapa pasien yang mengenal diri nya.
Sikap Zie berbanding terbalik dengan yang Langit tampilkan, meskipun tangannya menggenggam mesra tangan Zie namun Langit menampilkan wajah yang datar serta tatapan nya yang lurus ke depan tanpa menghiraukan orang-orang yang berlalu lalang menyapa mereka.
Namun sikap Langit yang acuh itulah membuat wanita semakin mendambakan nya, bahkan ada keluarga pasien yang terang-terangan mendekat ke arah mereka dan dengan berani berhenti di hadapan Langit.
"Mas, apakah mas tidak ingin mencari wanita untuk di jadikan istri ke dua?" tanya wanita yang berhenti tepat di hadapan Langit dengan berani.
"Kalau mas butuh, saya dengan senang hati mau menjadi yang ke dua mas" lanjut wanita itu tanpa ada rasa malu sedikit pun.
"Mbak, sini aku pinjamin cermin!" sahut seorang gadis yang duduk di depan ruang rawat yang mereka lewati.
"Biar mbak sadar, kadar kecantikan mbak itu sangat jauh di bawah Kak Zie" semua orang yang mendengar nya pun ikut tertawa, karena memang perbedaanya sangat jauh.
__ADS_1
Sedangkan wanita yang di depan Langit itu mendengus kesal dengan ucapan yang di lontarkan seorang gadis pada nya.
"Nad....." Zie melepas tautan tangan nya dengan Langit lalu berjalan menuju dimana gadis itu berada. Langit pun memilih mengekori istri nya dan meninggalkan wanita gila barusan.
"Kamu nggak boleh ngomong seperti itu ya. Ingat kan apa yang kak Zie ajarkan?" Zie mengingatkan gadis itu.
Gadis yang bernama Nadia tersebut menunduk, namun ia tetap membela diri.
"Aku hanya ingin Mbak itu sadar kak, kalau ia tidak akan memiliki sesuatu di luar porsi nya. Lagian tindakan nya juga salah kak, sudah jelas kakak ini milik kak Zie tapi masih saja berkata seperti itu. Murahan banget deh!" Nadia berkata sambil menunjuk Langit lalu dengan kesal mengatai wanita yang menggoda Langit barusan dengan sebutan murahan. Tentu saja ucapan Nadia membuat wanita tadi meradang menahan amarah.
...🥀🥀🥀🥀🥀...
...Like dan Vote ya....
__ADS_1
...Terima kasih...