
"Apa ini artinya kamu ikhlas menjalani pernikahan ini Mas?" tanya Zie dengan hati-hati.
"Meskipun di antara kita belum tumbuh rasa cinta, tapi mari kita saling berusaha untuk menjalaninya lebih baik lagi. Dan aku juga akan segera menyelesaikan masalahku dengan Winda"
Langit berdiri merapihkan perlengkapan sholatnya dan begitu pula dengan Zie, ia melepas mukenanya dan merapihkan lalu menaruhnya di atas meja kecil di sebelah sisi mereka melakukan sholat barusan.
"Apa mas juga mempunyai kekasih? Lalu mengapa mas menerima perjodohan ini dengan Clara? Bagaimana perasaan kekasih ma nanti? Kasihan dia mas!" Zie mencecar berbagai pertanyaan kepada Langit, hingga tidak sadar kini dirinya duduk di sisi ranjang tempat tidur Langit.
"Sama halnya dengan dirimu, kenapa kamu rela menggantikan saudaramu itu untuk menikah denganku?" bukannya menjawab, Langit malah balik bertanya pada Zie
"Ceritanya sangat panjang mas, pasti kamu akan bosan mendengar ceritaku. Dan dapat aku pastikan kamu akan terlambat untuk berangkat bekerja mas, karena aku juga belum masak" Zie mencoba bangkit dan beranjak keluar dari kamar Langit, namun Langit mencegah langkah Zie.
"Kalau kamu lupa, kita hari ini libur Zie. Ini hari minggu! Apa kamu tetap kuliah di hari minggu?" Kesal Langit.
__ADS_1
"Oh iya ya" Zie meringis tanpa beban.
"Ayo ceritakan tentangmu, lalu aku juga akan cerita tentang kehidupanku. Mulai sekarang kita harus belajar saling terbuka" Langit menarik tangan Zie agar duduk di sebelahnya, Zie pun menurut saja.
"Tap bagaimana dengan sarapan pagi kita?"
Langit sedikit geram di suasana romantis seperti ini masih sempat sempat nya Zie memikirkan tentang perdamaian perutnya.
"Serius, mas mau bantu aku masak?" Tanya Zie.
"Emang mas bisa?" Lanjut Zie yang terperanjak kaget mendengar perkataan Langit. Pasalnya dia tidak pernah sekalipun melihat Langit pergi ke dapur kecuali saat makan.
"Jangan meremehkan aku!" Langit menarik ujung hidung Zie dengan gemas hingga menimbulkan warna merah di ujung hidung Zie.
__ADS_1
"Hehe, nggak nyangka aja setampan suami ku ini bisa masak juga" Zie yang masih tidak percaya dengan kemampuan Langit.
"Nanti akan aku buktikan, sekarang ayo mulai cerita!" Langit terlihat tidak sabar ingin mendengar alasan kenapa Zie rela menjadi pengantin pengganti Clara saudaranya.
"Emmm Darimana ya aku ceritanya? Oh ya, mama sama papa pernah cerita kalau aku dan kedua orang tuaku mengalami kecelakaan saat aku masih sangat kecil sehingga membuat aku kehilangan kedua orang tuaku pada saat itu. Waktu itu aku langsung diselamatkan sama mama papaku sekarang, mereka juga ingin membawa orang tuaku ke rumah sakit namun naas mereka sudah tiada ditempat dan sebelum itu papa bercerita kalau orang tuaku sebelum menghembuskan nafas terakhirnya mereka sempat menitipkanku ku ke orang tuaku yang sekarang. Papa mencari tau keluargaku yang lainnya, tapi ternyata aku tidak memiliki keluarga satupun" Zie menyeka air matanya yang jatuh sebelum melanjutkan ceritanya.
"Kata pihak kepolisian kita mengalami kecelakaan karena ada truk dari arah lawan yang remnya blong lalu truk itu oleng dan menabrak mobil kita. Mobilnya pun tergelincir masuk ke dalam jurang dan hanya aku yang terselamatkan disitu. Setelah sepeninggalan orang tuaku aku di asuh oleh papa Hendra dan mama Mayang, mereka menjadi orang tua pengganti untukku.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...
__ADS_1