ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
374


__ADS_3

"Yasmin masih belum lapar Mas" jawab Yasmin tak berselera sedikit pun melihat makanan itu, mungkin karena hati dan pikirannya belum tenang. Sehingga nikmatnya makan itu serasa seperti tak nikmat sama sekali.


"Sayang kamu makan untuk anak-anak kita, kasihan mereka kalau asinya nggak enak kan? Apa lagi mereka nanti sakit perut, nanti malah kamu nggak bisa di sini buat temanin Ghaffar" kata Damar sebelah tangannya merapikan rambut Yasmin yang menutupi wajahnya beberapa helai.


Yasmin diam lalu mengangguk, Damar mulai menyuapi Yasmin dengan telaten. Perasannya ikut sakit melihat keadaan istrinya yang terus saja bermuram durja, bahkan pipi Yasmin tak pernah kering dari jejak air mata.


"Mas udah ya, Yasmin udah kenyang" kata Yasmin.


"Iya" Damar menggangguk dan memberikan botol minuman pada Yasmin.


"Kamu minum dulu" tutur Damar lagi.


Setelah itu Yasmin kembali berdiri dan menatap keadaan Ghaffar yang sangat memprihatinkan dengan terbaring di ranjang.

__ADS_1


"Damar, kira-kira siapa ya orang udah buat Ghaffar begini? Ini nggak ada hubungannya kan sama penculikan Mama dan Zie waktu itu?" Tanya mama Sinta yang panik, bahkan kini ia sangat takut bepergian tanpa ada pengawal.


"Adam masih mencari siapa pelakunya Ma, semoga saja setelah ini tidak ada lagi kejadian yang seperti ini" jawab Damar.


"Iya Nak kamu benar, Ya Allah tega banget ya Nak orang-orang itu" kata mama Sinta mengelus dada ia tak mengerti mengapa ada orang setega itu.


"Iya Ma, kadang demi harta orang rela melakukan apa saja walau jelas itu bukan hak mereka" Damar menunduk membayangkan betapa rumitnya hidup Yasmin.


"Kenapa pas kamu ambil perusahaan itu kamu tidak meninggalkan sebagian untuk mereka Nak? Mungkin dengan begitu mereka tidak akan membahayakan keluarga kita" mama Sinta kini malah menyesali atas apa yang di lakukan Damar.


"Ya sudah kalau begitu sebaiknya kamu temani Yasmin pulang saja biar Mama dan Ghani di sini menunggu Ghaffar sadar" kata mama Sinta.


"Apa Yasmin mau Ma?" tanya Damar dengan sangat ragu.

__ADS_1


"Anak-anak kamu di rumah sekarang butuh asi Bundanya Nak, kamu bujuk supaya Yasmin mau pulang. Paling tidak hanya untuk memberi asi saja setelah itu kalian kembali lagi ke sini untuk melihat Ghaffar" mama Sinta mengusap punggung Damar agar mau membujuk istrinya pulang.


"Iya Ma" Damar bangun dari duduknya dan mendekati Yasmin yang kini menangis menatap Ghaffar dari kaca.


"Sayang" Damar memeluk Yasmin yang membelakanginya.


"Mas Yasmin nggak sanggup kalau Ghaffar harus pergi, andai saja aku bisa menggantikannya di sana aku mau Mas hiks hiks hiks" Yasmin tak tau harus berbuat apa selain berdoa dan menangis saja.


"Sayang, kamu nggak boleh ngomong begitu ya" Damar membalikan tubuh istri nya agar menatapnya.


"Kamu harus tetap kuat menghadapi semua cobaan ini, demi anak-anak kita" Damar menyatukan dahinya dan dahi Yasmin.


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2