
"Hiks hiks hiks" Sela malah menangis karena Adam tak perduli padanya.
"Kenapa jadi nangis?" tanya Adam tanpa melihat Sela seolah ia tak perduli.
"Kakak, udah nggak sayang sama Sela!" ketus Sela yang masih berdiri di samping Adam.
"Kok gitu?" tanya Adam yang lagi-lagi dengan cueknya.
"Ish" Sela meremas tangannya karena semakin kesal.
Cewek tadi cantik ya Kak?" tanya Sela karena sebelum wanita itu masuk Adam masih sangat bersikap romantis tapi setelah wanita ini ada Adam malah cuek padanya.
"Cantik, malahan sexy banget" Adam tersenyum membayangkan betapa sexynya Asisten nya barusan.
"Kak, Adam!" teriak Sela semakin geram.
"Apa lagi kalau dia goyang, pasti bakalan tambah sexy. Kakak udah lama banget puasanya mana ini mau menyambut bulan puasa lagi" Adam menutup mata seolah kini ia membayangkan sesuatu hal yang jorok.
"Kakak, lagi bayangin cewek tadi?" tanya Sela.
"Bayangin goyangannya" jawab Adam santai sambil menatap sang istri.
__ADS_1
"Ayo" Sela menarik tangan Adam keruang istirahat yang biasa di gunakan Adam saat tidur siang.
"Ngapain ke sini?" tanya Adam kesal.
"Buka" Sela membuka jas dan kemeja yang di pakai Adam.
"Tapi kamu belum boleh kan?" tanya Adam berpura-pura bodoh padahal sedari tadi ia sedang memancing Sela, puasa cukup lama membuatnya harus memutar otak agar mendapatkan haknya sebagai seorang suami.
"Boleh, pelan-pelan tapi" kata Sela sambil membuka pakaiannya, Adam hanya bisa melongo melihat istri dengan tubuh polos.
"Tapi Kakak lagi males" Adam masih berusaha menguasai diri, namun kali ini Sela memaksa hingga akhirnya ia mendapatkan apa yang ia inginkan.
Setelah selesai dengan kegiatan panas di siang hari ini, Adam tersenyum bahagia tenyata sedikit membohongi Sela sangat membuahkan hasil bahkan tadi saat mandi bersama di kamar mandi pun Sela tak menolak sedikit pun. Hingga kini Adam sudah kembali dengan setelan kerjanya dan duduk di kursi kebesarannya dengan Sela duduk di pangkuan Adam.
"Kenapa?" tanya Adam berpura-pura seolah tak terjadi apa-apa.
"Kakak liatin Nina segitunya terus apa jangan-jangan Kakak suka sama dia!" kesal Sela tak dapat lagi ia tahan.
"Sabar dulu dong" Adam berusaha menenangkan Sela.
"Apanya yang sabar! Istri lagi bunting tapi Kakak malah liat-liat cewek lain, kakak tau nggak Sela bunting karena siapa?" tanya Sela yang kini sudah turun dari pangkuan Adam.
__ADS_1
"Karena siapa?" tanya Adam dengan santai.
PLAK.
Sela mengetuk wajah Adam dengan lembaran kertas yang ada di meja Adam
"Masih tanya lagi ini" Sela menunjuk perut buncitnya.
"Ini karena si otong Kakak" Sela melepar ponsel pada otong dan Adam reflek berdiri karena kesakitan.
"Sayang kamu apa sih, sakit tau" tangan Adam mengusap otongnya karena sedikit sakit.
"Mampus, sekalian Sela potong terus mau Sela awetin buat taruh di gantungan kunci!" ketus Sela hingga membuat Adam bergidik.
"Sayang tenang ya, bayanginnya aja Kakak udah ngerasa ngilu apa lagi beneran" tutur Adam sambil menarin Sela duduk kembali di pangkuannya.
"Makannya, jangan macam-macam" kesal Sela yang kini duduk di pangkuan Adam.
"Kamu tadi cemburu gara-gara Nina kan, nih..." Adam memberikan data Nina pada Sela.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...