ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
317


__ADS_3

"Pak Hardy, saya mohon di dalam anak saya sedang kritis dan anak saya saat ini butuh dukunga Pak, hiks hiks hiks" Bunda Lesti hanya bisa menangis sembari menatap sang putri dari kaca terlihat wajah sang putri sangat pucat, bahkan Sela menggunakan sangat banyak alat medis yang terpasang pada tubuhnya.


"Iya Pah Mbak Lesti benar, setelah nanti Sela sembuh kita bicarakan semua baik-baik Pa, kita tanyakan pada Sela juga bagaimana keinginannya, ini hanya salah paham Pa" Tutur mama Sinta sambil menuntun papa Hardy ikut duduk di kursi.


"Ini bukan hanya salah paham Ma, ini sudah menyangkut nyawa bagaimana jika nyawa Sela tak tertolong, berikut bayinya. Dan bodohnya bayi itu lenyap karena ke bodohan orang tuanya. Damar dan Adam dari kecil susah-susah di besarkan tapi sudah besar tidak ada yang benar, tau begini aku lenyapkan saja kalian dari sejak kecil" Tutur papa Hardy menatap tajam Adam lalu Damar.


"Papa tidak boleh bicara begitu, ayo kita ke musola kita sholat dan berdoa bukan malah berdebat begini" mama Sinta menarik tangan papa Hardy berdiri dan membawanya ke musola agar hati papa Hardy lebih tenang dan tidak di kuasai kemarahan lagi.


"Mah Yasmin ikut ya" Kata Yasmin ia pun ingin berdoa dan semoga doanya di kabulkan oleh Tuhan sang pencipta untuk memberikan kesembuhan pada Sela dan bayinya.

__ADS_1


"Iya, ayo nak" mama Sinta mempersilahkan Yasmin juga ikut bersamanya.


Kini tinggal Adam dan bunda Lesti yang duduk di depan ruangan Sela, kepalanya Adam tertunduk mengingat keadaan Sela hingga bunda Lesti juga kesal pada Adam.


"Adam kamu lah penyebab Sela begini!" Tutur bunda Lesti dengan suara pelan namun penuh penekanan.


"Setelah kau pergi dia dan kandungannya baik-baik saja tapi tadi pagi setelah kau menunjukan kemesraan mu dengan seorang wanita, anak ku jadi begini!" Tutur bunda Lesti lagi menyelesaikan perkataannya.


"Tidak bisakah kau tidak bermain wanita sampai sidang cerai kalian tiba, tidak bisa kah kau jangan menunjukan kemesraan mu itu di depan umum sampai kau dan anak ku resmi bercerai" bunda Lesti yang tak pernah berkata kasar kini mulai berbicara demikian pada Adam.

__ADS_1


"Maaf Bunda tapi saya tidak mengerti" Jelas Adam penuh tanya.


"Tadi pagi kau berpelukan bersama seorang wanita di pasar, anak ku melihatnya dan dia langsung pulang dengan menangis tanpa henti. Dan kau tau setelah itu anak ku menjadi seperti ini, aku tau dia sudah tidak berarti di hati mu tapi tidak bisakah kau menjaga perasaanya wanita yang sedang hamil anak mu itu, perasaan wanita hamil tidak sama dengan perasaan wanita biasanya Adam, dan aku benci pada mu" bunda Lesti terlihat putus asa berbicara dengan Adam.


Sementara Adam mulai mengingat saat ia di pasar, dan Lina memeluknya. Adam mulai mengerti ternyata lagi-lagi ia lah penyebab semuanya terjadi. Adam benar-benar kesal padahal ia sama sekali tidak berniat demikian tapi malah semua terlihat dengan pikiran negatif dari orang yang melihatnya.


"Bukan Bunda, saya tidak memeluk Lina" Adam menjelaskan semua yang terjadi tanpa ada yang di tutupi, perlahan bunda Lesti mengerti setelah mendengar dari mulut Adam. Namun tetap saja sema terlambat, Sela kini sedang berjuang melawan maut.


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2