ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
336


__ADS_3

"Bunda" Teriak Zie dari luar kamar hingga Damar menatap Yasmin dengan wajah kecewa.


"Ya sayang" Damar membuka pintu dan benar ternyata Zie yang memeluk boneka bersama sang pengasuhnya juga berdiri di sana.


"Bunda, Zie bobo cini" Zie masuk dan naik keranjang milik orang tuanya, ia langsung berbaring di bagian tengah ranjang.


Damar menggaruk kepala dan juga ikut naik keranjang, Yasmin tersenyum ia juga menutup pintu dan ikut naik keranjang.


"Zie bobonya di dekat Ayah aja ya" kata Damar sebab Zie masih terlalu kecil dan dulu pernah tidur di tengah-tengah antara Yasmin dan Damar tapi bocah itu malah tanpa sadar menendang perut sang Bunda.


"Ndak mau, Zie di cini" Zie yang ingin tidur di tengah agar di peluk kedua orang tuanya masih berusaha Damar dan Yasmin mengasihaninya.


"Ya udah ayo" Damar memberikan sang anak untuk tidur di tengah, hingga beberapa saat kemudian Zie tertidur memeluk sang Bunda yang juga ikut tertidur.


"Ssst" Yasmin merasa ada yang bermain di bagian tubuhnya hingga ia merasa sesuatu kenikmatan.


"Mas" Yasmin membuka mata ternyata sang suami dengan cepat Damar melahap bibir sang istri, Yasmin menolak takuk Zie melihat itu sangat tidak baik sekali.

__ADS_1


"Zie udah Mas angkat ke kamarnya" kata Damar dengan suara beratnya karena menahan gairah yang sedari tadi membara namun harus di tahan karena sang putri.


"Mem" Belum sempat Yasmin menjawan kembali Damar suda melanjutkan kembali hingga Yasmin malah ikut terbawa suasana.


"Mas pengen tengokin yang di dalam yang" tutur Damar.


"Iya Mas" Yasmin sangat suka dengan bagian itu, dengan pelan namun pasti keduanya berpacu di tengahnya malam yang dingin namun penuh keringat yang membasahi. Tak ada kata menolak untuk hal itu walau pun barusan ada gangguan dari sang putri, namun tetap saja semua kembali seperti rencana.


"Ssstttt, Yasmin udah sampek" Tutur Yasmin dengan nafas memburu.


"Sama-sama yang" jawab Damar mengecup kening Yasmin.


**********


Hari ini Yasmin ingin jalan-jalan bersama Zie dan juga Damar, Yasmin merasa setelah nanti bayi-bayi kembarnya lahir ia pasti tidak punya banyak waktu lagi bersama putri sulungnya yang cantik dan menggemaskan itu. Yasmin merasa kasihan padahal Zie masih belum genap dua tahun, tapi Yasmin juga akan berusaha adil pada kelima anaknya nanti.


"Ayah...." Zie berlari dan ingin Damar mengejarnya sementara Yasmin duduk saja di kursi taman itu, melihat suami dan anaknya sedang berlarian.

__ADS_1


"Zie....Ayah nyerah, Ayah nggak kuat. Zie larinya kencang banget" Damar berpura-pura lelah nafas di buat memburu agar Zie yakin sang Ayah memang merasa lelah mengejarnya.


"Kejal....." Zie bangga dan mengejek sang Ayah.


"Awas kamu ya...." Damar menangkap Zie dan mengkelitiki sang putri.


"Ayah tutah..." teriak Zie sudah tidak kuat dan menyerah.


"Bukan tutah, tapi sudah" Damar menurunkan Zie mendudukannya di kursi bersebelahan dengan Yasmin.


"Capek Nak?" Zie mengusap keringat yang mengalir di wajah sang anak, dan juga memberi minum.


"Ayah.....eskim," Zie menunjuk pedagang eskrim yang tengah di serbu banyak anak-anak.


"Zie mau eskrim?" Damar sangat merasa malas bila harus bergabung mengantri dengan pembeli yang lain, tapi demi Zie Damar rasa tidak masalah.


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2