
Damar mengambil handuk itu, dan Adam keluar dair kamar mandi, membiarkan Damar mengganti pakaian nya, setelah tadi Adam memberikan pakaian ganti untuk Damar.
Tidak berapa lama Damar mulai keluar dari kamar mandi dan mulai mendudukkan diri nya dengan wajah tertunduk dan pikiran nya yang melayang entah kemana.
Damar masih diam di sofa, air dingin yang menguyur tubuh nya seperti nya sudah cukup menyadarkan nya, Adam berjalan dari arah dapur dan membawa secangkir teh hangat, malam sudah sangat larut namun Damar sama sekali tidak merasa ngantuk.
" Minumlah." Adam menyuguhkan teh hangat itu pada Damar. Damar menerima dan mulai menyeruput nya, kemudian Damar menaruh kembali gelas itu di meja.
" Aku harus apa Dam?." Tanya Damar.
" Kamu cukup hebat dalam bisnis, tapi kamu sangat dalam cinta." Ucap Adam.
" Adam berhenti lah menghina ku, aku bersumpah kamu akan sulit mencapai cinta sejati mu." Kata Damar.
" Tidak buka begitu, aku hanya bercanda." Kata Adam yang merasa sedikit merinding setelah mendengarkan ucapan Damar barusan.
" Aku bingung Adam." Ucap Damar lagi
" Aku tidak bisa mengatakan kau sebaiknya memilih Celin. Dan akupun tidak bisa mengatakan kau harus memiliki Yasmin. Kau harus tegas dan meyakinkan dirimu, aku tidak ingin kau menyesal di kemudian hari" kata Adam.
"Aku tidak sanggup menyaksikan Yasmin bersama laki-laki lain" kata Damar.
__ADS_1
"Dia pun tidak pernah sanggup melihat kau bersama wanita lain, termasuk Celin." jawab Adam.
"Tapi dia kan tau aku memang sudah ber istri sebelum menikah dengannya" kata Damar.
"Ya kau benar" kata Adam membenarkan ucapan Damar.
"Lalu apa lagi?" Tanya Damar.
"Apa kau cemburu melihat Yasmin bersama Erza" tanya Adam.
"Ya, dia kan istriku juga" Jawab Damar.
" Tapi kan kamu tahu, dia berpacaran dengan Erza sebelum dia menikah dengan mu." Kata Adam dengan santai, ke dua nya duduk saling berhadapan.
Damar kembali mendapat kan tamparan keras dari Adam tadi Adam menerbangkan nya ke awan lalu tiba tiba Adam menjatuhkan nya, sungguh Damar merasa tersinggung sekali.
" Adam apa kamu ingin aku mengajar mu?." Kata Damar.
" Lihat lah diri mu, sudah seperti orang gila, kamu sadar tidak, kamu itu mencintai Yasmin, cinta mu pada Yasmi jauh lebih besar dari pada cinta mu pada Celin." Adam mulai menyakinkan Damar, karena Damar benar benar seperti orang bodoh.
" Lalu bagaimana dengan Celin?." Tanya Damar. Adam bangun dari duduk nya lalu tangan nya mengambil ponsel dan memperlihatkan sebuah foto Yasmin dengan Erza.
__ADS_1
" Lihat ini." Kata Adam.
Vano mulai melihat photo itu yang berada pada ponsel Arman.
Duuuuar!.
Damar membanting ponsel itu, amarahnya yang tadi meredam. Kini mulai menggebu lagi, matanya memerah. Damar mulai memegang kerah kemeja Arman.
"Apa maksudmu menunjukkan photo seperti itu pada ku?" Kata Damar
"Ahahahahaaaa" Adam mulai melepaskan dirinya dari Damar yang memegang kerah bajunya. Damar sangat bingung kenapa Adam tertawa. Dan Damar pun melepaskan Adam.
"Aku tidak mengerti Damar, kenapa manusia bodoh sepertimu bisa menikah dengan gadis baik dan mendekati sempurna seperti Yasmin" kata Adam sambil terus tertawa lucu melihat kebingungan di diri Damar
"Apa maksudmu?" tanya Damar
"Kau tanyakan pada dirimu kau mencintai Yasmin atau tidak? Dan kalau kau mencintainya, pertahankan dia" ucap Adam
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan vote...