ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
Zie 9


__ADS_3

"Bisa saja sih aku ganti, tapi ada persyaratan yang harus aku ubah. Pertama mas harus bersikap terbuka denganku, kedua tidak boleh ada orang ketiga diantara rumah tangga kita, ketiga aku wanita normal dan mungkin suatu saat juga akan menginginkan hubungan yang intim. Gimana? Dengan begitu mas boleh menceraikan aku setelah setahun pernikahan kita" Zie menantang Langit.


Langit mendengus kesal, ternyata wanita yang menjadi istrinya ini adalah wanita licik. Jika tetap dengan pendiriannya ia akan terperangkap dengan wanita ini selamanya, bila memilih pilihan terakhir dari Zie maka ia harus bersiap dengan segala pertanyaan yang di lontarkan Zie di masa mendatang.


"Baik, aku Terima tawaranmu"


"Tawaran yang mana?" tanya Zie menatap lebih dekat mata Langit.


"Yang terakhir" jawab Langit.


"Lebih baik siapkan dirimu dari sekarang, karena aku bisa melakukan itu tanpa cinta" bisik Langit di telinga Zie dengan kata sebuah ancaman bagi Zie.


Zie mendorong tubuh Langit lalu memberikan kertas itu lagi.


"Kalo begitu, ubahlah!" ucap Zie memalingkan wajahnya, detak jantungnya berdetak lebih cepat dari batas normal.

__ADS_1


"Kenapa jantungku yang heboh, tidak mungkin kan aku jatuh cinta padanya secepat ini? Pasti ada yang tidak beres dengan kesehatan jantungku, aku harus memeriksakannya besok ke dokter" Batin Zie menggelengkan kepalanya.


Langit tersenyum tipis saat mendapati raut muka Zie yang memerah, ia bisa tahu kalau Zie itu sebenarnya masih polos.


Malam pengantin yang seharusnya menjadi malam paling indah dan penuh kenangan namun tidak berlaku bagi mereka, dengan terang-terangan mereka mengibarkan bendera perang.


Karena ini masih malam pertama bagi mereka dengan terpaksa mereka tidur di ranjang yang sama dan saling berbagi.


Hawa malam yang dingin di tambah AC yang menyala membuat mereka saling mencari kehangatan. Tanpa di sadari mereka tidur dengan saling berpelukan, saling menyalurkan kehangatan di tubuh mereka.


Zie mengerjapkan matanya dengan pelan, tubuhnya terasa berat terutama di bagian perut dan kakinya. Zie terkejut saat menoleh kesamping mendapati wajah Langit yang begitu dekat dengannya, lalu menatap ke bawah ternyata penyebab tubuhnya terasa berat karena lengan Langit dan kakinya memeluk tubuh Zie dengan posesif. Dengan hati-hati dan pelan, Zie mengurai pelukan dari tangan Langit namun sangat sulit sekali bahkan Langit semakin mengeratkan pelukannya.


"Mas bangun mas" Zie mencoba menusuk-nusuk pipi Langit dengan Jemarinya.


"Mmhh" bukannya melepas, Langit malah menyerukan wajahnya di ceruk leher Zie dengan mata yang masih terpejam. Entah hal itu Langit lakukan dengan sadar atau tidak.

__ADS_1


"Aku mau sholat Mas, lepasin tangannya!" Karena merasa kesal akhirnya Zie berkata dengan nada sedikit tinggi.


Langit merasa tangannya sangat nyaman seperti menemukan tempat yang tenang, lalu Langit memandang ke arah tangannya sedetik kemudian ia menarik tangan dan juga kakinya dari tubuh Zie.


Langit tidak menyangka rasa nyaman yang ia rasakan dari semalam adalah karena dirinya memeluk tubuh sang istri, wanita paling menyebalkan menurutnya.


"Pasti dia habis ini mencecarku dengan berbagai umpatan dan kenapa juga ini tubuh malah memeluk dia dengan begitu eratnya, tapi lumayan nyaman juga sih" Rutuk Langit dalam hati, lalu ia menggelengkan kepalanya agar tersadar kembali.


"Semalam aja bilangnya nggak pake nyentuh, nggak bakalan terjadi apa-apa. Tapi nyatanya malah di peluk sampai pagi, tapi emang sayang sih bila tubuh bahenol ku ini di anggurin" Zie mengoceh tiada henti sampai lupa bila mau mengerjakan kewajibannya. Hingga Langit kembali mengingatkan, lebih tepatnya menyindir Zie.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...

__ADS_1


__ADS_2