
"Mas, jangan nangis" Yasmin membenarkan duduknya dan menghapus air mata Damar yang jatuh setetes di wajah sang suami dengan tangannya, Damar memegang tangan Yasmin dan mengecup dengan mesra.
"Kamu harus janji sama Mas kamu harus kuat demi Mas, demi Zie dan demi anak kembar kita nanti" kata Damar penuh harap, Yasmin tersenyum dan mengangguk.
Yasmin kini merasa lebih kuat karena esok Yasmin akan melalukan operasi caesar, sedikit rasa takutnya hilang berkat semangat yang di berikan Damar padanya.
"Iya Mas, doa in Yasmin ya" pinta Yasmin menggenggam tangan Damar.
"Pasti sayang, kita harus hidup demi buah cinta kita. Apa jadinya kalau kamu tinggalin Mas bisa gila dan anak-anak akan menjadi korban, jadi kamu harus kuat. Mas selalu ada buat kamu"
Yasmin diam dalam dekapan sang suami dengan harapan semoga besok persalinannya lancar saja, agar ia bisa membesarkan anak-anaknya bersama sang suami yang sangat ia cintai.
"Kamu mau makan apa?"
__ADS_1
Damar tau istrinya masih memikirkan hari esok dan ia ingin mengalihkan pikiran sang istri agar tak terlalu terbeban dalam ketakutannya yang tak berkejelasan itu. Karena dokter sudah mengatakan jika tak ada masalah dengan kehamilan Yasmin saat ini semua baik-baik saja dan kandungan Yasmin sangat sehat tanpa ada yang harus di khawatirkan.
"Yasmin cuman pengen di peluk Mas"
Damar tersenyum dan memeluk erat sang istri, walau pun tak bisa memeluk istri dengan terlalu dekat. Tapi tatap saja rasanya Damar memeluk Yasmin sekaligus memeluk anak-anaknya di rahim sang istri.
"Sayang kamu hamil yang kedua nggak suka ngidam ini dan itu ya?"
Damar ingat saat dulu ia harus pergi keluar kota karena ada tugas sangat penting, Yasmin sampai menangis karena Damar tak mengijinkannya ikut. Sebab Damar takut jika sang istri kelelahan ia pun tak akan pergi bila ada yang bisa menggantikannya, namun sayang Adam orang yang bisa menggantikannya juga sedang menangani perusahaan milik Ghaffar dan Ghani yang saat itu di ambang kebangkrutan karena ulah orang-orang yang tak bertanggung jawab.
"Mas Yasmin pengen beli jet pribadi itu ngidamnya Yasmin" seloroh Yasmin.
Yasmin juga ikut memikirkan ucapan Damar, di hati Yasmin membenarkan apa yang di katakan oleh Damar. la kini tidak meminta sesuatu yang berlebihan atau pun banyak meminta sesuatu, ia justru memakan apa yang ia lihat dan bila ia tak melihat ia tak ada keinginan untuk meminta, yang penting ada Damar di pandang matanya.
__ADS_1
"Kamu mau jet pribadi yang?" tanya damar pada yasmin
"Becanda Mas, Yasmin yang penting ada Mas itu aja udah cukup" Yasmin kembali bergelayut manja di lengan sang suami karena itu yang sangat ia sukai.
"Nanti kalau kamu udah lahiran, Mas beliin buat kamu ya" Damar menarik gemas hidung sang istri.
"Yasmin bercanda Mas" kata Yasmin ucap Yasmin dengan kekehan
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...
__ADS_1