ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
Zie 97


__ADS_3

*Di tempat lain


"Kenapa ponsel Zie tidak bisa di hubungi dari semalam ya" monolog Langit.


"Baiklah, aku menelpon Axel saja"


Axel adalah bodyguard nya di Black Leon, ia di berikan tugas oleh Langit untuk mengawasi Zie dari kejauhan dan melaporkan apapun yang terjadi. Bukan ber maksud untuk memata-matai Zie, namun Langit hanya ingin tetap menjaga Zie dari mata jahat di sana selagi Langit tidak berada di samping nya. Apalagi saat kondisi Zie yang tengah mengandung anak nya, kini Langit menyuruh Axel semakin memperketat pengawasan nya.


*Di telepon


"Bagaimana istri ku?" Tanya Langit.


"Pengawasan terakhir, kemarin nyonya Zie berada di cafe bersama teman perempuan nya. Namun saat pulang, nyonya Zie berjalan dengan menahan tangis" Jawab Axel di sebrang sana.


"Mengapa dia menangis?" Tanya Langit lagi.

__ADS_1


"Saya kurang mengetahui nya bos, karena nyonya Zie dan teman nya tidak membahas permasalahan nya. Hanya saja sebelum pergi nyonya Zie sempat menunjukan sebuah foto pada teman nya, dan tidak lama setelah itu nyonya Zie langsung pulang meninggalkan teman nya dengan kondisi menangis" Jawab Axel lagi.


"Cari dimana keberadaan istri ku sekarang dan lapor setelah mendapat informasi mengenai istri ku" perintah Langit pada Axel.


"Baik bos" ucap Axel, lalu sambungan telepon pun di matikan oleh Langit.


"Foto apa yang di maksud? Apa jangan-jangan dia mengetahui jika Winda menemui ku kemarin?" Ucap Langit yang bertanya-tanya pada diri nya sendiri.


"Ah sialan!!!" Ucap Langit lagi seraya memukul kepala nya sendiri.


Kini Langit semakin khawatir dengan keadaan Zie, di tambah lagi hanya karena ulah Winda menjadi kan masalah baru untuk nya dan istri nya saat ini.


"Aku harus segera pulang besok, aku tidak bisa diam saja seperti ini" ucap Langit seraya mengirim pesan pada asisten nya untuk mengurus kepulangan nya esok.


Langit tidak bisa pulang sekarang karena setengah jam lagi ia ada meeting yang harus di hadiri, sedangkan untuk meeting besok Langit bisa mengundur nya terlebih dahulu karena Zie lebih penting untuk saat ini.

__ADS_1


"Kenapa meeting ini lama sekali, sial!" Umpat Langit dalam hati nya, ia ingin cepat keluar dari ruang meeting ini dan kemudian kembali menghubungi Axel lagi untuk menanyakan informasi mengenai istri nya.


*RUMAH SINDY


"Zie kamu mau sampai kapan disini terus?" Tanya Sindy.


"Ih kamu kenapa sih? Nggak boleh aku nginep sini?" Tanya Zie balik, karena sahabat nya itu terus saja menyuruh nya pulang.


"Bukan gitu Zie, sekarang itu pasti semua orang lagi panik cariin kamu" jawab Sindy dengan penekanan agar Zie dapat mengerti.


"Ya udah deh, besok aku pulang. Tapi malem ini aku nginep sini dulu ya" ucap Zie dengan manyun.


"Ya udah iya, tapi beneran besok pulang ya. Terus itu tuh nggak usah manyun manyun gitu, nyebelin!" Jawab Sindy yang terpaksa meng-iyakan ucapan sahabat nya itu karena ia juga takut bila ia terus memaksa Zie untuk pulang dalam keadaan yang belum tenang, ia akan mencari tempat pelarian lain nanti nya.


Meski Sindy dan Zie merupakan teman yang berbeda jurusan, namun rumah sakit Prayoga lah yang menyatukan mereka menjadi sebuah sahabat. Sindy seorang mahasiswa perawat yang di jadikan partner dengan Zie membuat mereka semakin akrab bahkan melebihi ke akraban Zie dengan sahabat-sahabat nya yang sebelum nya.

__ADS_1


Pola pikir Sindy sangat dewasa, maka dari itu Zie sangat nyaman jika curhat dengan Sindy mengenai keluh kesah nya.


...Pasti gemes ya, yuk yuk yuk Stay terus di sini ya kak, dan jangan lupa untuk mampir di cerita ku yang lain nya, terima kasih...


__ADS_2