ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
385


__ADS_3

Rumah Sakit.


Sesampai di rumah sakit, Gita langsung menangani Sela. Karena semua sudah di persiapkan dan di perjalanan Adam sudah menghubungi Gita jika Sela sudah di perjalanan ke rumah sakit dan kini Sela sudah terbaring di ranjang rumah sakit.


"Gita, apa Sela baik-baik saja?" tanya Adam panik, sesaat Gita selesai memeriksa keadaan Sela.


"Sela" mama Sinta yang baru saja mendapat kabar tentang Sela, langsung menuju rumah sakit bersama mami Ratih dan kini mereka baru sampai. Bahkan tanpa salam mama Sinta langsung menerobos masuk.


"Mama hiks hiks hiks" Sela malah menangis saat melihat mama Sinta.


"Iya Nak" mama Sinta mengelus kepala Sela.


"Sakit?" tanya mama Sinta namun Sela menggeleng.


"Sekarang enggak Ma" jawab Sela.


"Terus?" tanya mama Sinta bingung.


"Sela maunya jagung bakar, tadi kak Adam janji mau beliin. Tapi nggak ada sampek sekarang" kata Sela menatap kesal wajah Adam.


"Adam kamu belikan sekarang jagung bakarnya cepat!" kata mama Sinta menatap tajam Adam.


"Tapi Ma, Adam nggak bisa pergi. Adam khawatir sama Sela" kata Adam, sebab Sela akan segera melahirkan jadi bagaimana mungkin ia bisa pergi.

__ADS_1


"Adam, kamu pergi paling cuman 10 menit bukan sepuluh hari, di deket rumah sakit juga ada" kata mama Sinta kesal pada Adam.


"Tapi kalau nanti Sela udah lahiran Adam nggak ada gimana Ma?" tanya Adam dengan bingung.


"Kak Sela pengen banget jagungnya. Beneran, anak Kakak juga pasti tungguin Kakak baru lahir" kata Sela.


"Beneran?" tanya Adam dengan serius, lalu ia mendekati perut Sela dan berbicara.


"Nak, tunggu Papa kembali baru kamu keluar ya" ucap Adam seolah berbicara pada bayi yang masih di kandung Sela.


"Iya Pa" jawab Sela.


"Gita bagaimana keadaan Sela?" tanya mama Sinta.


"Gita kok sakit banget ya" Kata Sela sambil memegangi perutnya.


"Semakin sering kamu merasakan sakit itu semakin bagus. Tandanya waktu persalinan akan semakin dekat" kata Gita sambil memegang perut Sela.


"Semangat, seorang wanita akan sempurna bila ia menjadi ibu. Walau pun anak itu tidak terlahir dari rahimnya, namun seorang ibu akan lebih sempurna bila melahirkan anak dari rahimnya sendiri" ucap Gita lagi.


"Gita sakit banget Git"kata Sela lagi.


"Halo Sela" kata Veli yang baru saja masuk.

__ADS_1


"Brisik lu!" ketus Sela.


"Sakit nih" kata Sela lagi, keduanya memang terbiasa berbicara kasar. Namun tetap saja mereka saling menyayangi, hanya saja keduanya sama-sama wanita tomboy jadi berbicara sedikit ketus tidak masalah bagi keduanya.


"Ahahahaha, sakitnya di mana?" Veli terkekeh melihat wajah kesal Sela.


"Veli diem, ini sakit banget!" kata Sela lagi.


"Tapi bikinnya enak kan?" seloroh Veli, seorang dokter tak boleh panik menghadapi pasiennya yang panik seperti Sela. Mereka harus tenang agar semua berjalan dengan lancar tanpa ada hal yang menghambat atau pun menjadi masalah. Maka dari itu ia tetap berusaha membuat Sela merasa nyaman, salah satunya dengan bercanda.


"Ck....." Sela yang merasa sakitnya berkurang kini mulai menatap Veli.


"Veli ambilin minum, jangan makan gaji buta lu" kata Sela sambil terkekeh.


"Sialan lu!" kata Veli, namun ia tetap memberikan apa yang di minta Sela. Sebab ia tahu Sela hanya bercanda dan ia pun bukan terlahir dari keluarga susah.


"Makasih ya" kata Sela.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...

__ADS_1


__ADS_2