
Sesampainya di rumah keluarga besar Wijaya, mereka turun dan langsung di sambut dengan istimewa di sana.
"Zie" Ucap Ayah Damar dengan rasa tidak percaya saat melihat putri nya kembali menginjakkan kedua kakinya di rumahnya lagi.
"Ayah" Sahut Zie yang berjalan mendekati Ayah Damar dan Ayah Damar pun langsung memeluk sang anak yang sudah sangat di rindukan itu.
Setelah Ayah Damar melepas pelukannya, berganti Bunda Yasmin yang memeluk Zie dengan sangat erat. Lalu disusul pelukan sang oma dan opa dari belakang, hingga kini akhirnya mereka pelukan ber empat.
"Kita masuk yuk, kasihan tuh nak Langit jadi kayak patung di situ" Ucap Oma Sinta yang melihat Langit berdiri dan diam saja menatap keluarga Zie.
Mereka semua pun akhirnya masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang keluarga untuk melanjutkan sesi kangen-kangenan mereka.
"Kakak...." Teriak empat laki-laki dewasa yang berlari menuju Zie, lalu mereka ber empat langsung memeluk Zie dengan erat.
"Oh jadi ini ke empat adek kembar kak Zie, imut-imut banget deh kalian" Jawab Zie menatap ke empat adik kembar nya.
"Amit-amit yang iya" Seloroh bunda Yasmin.
"Bunda sensi banget deh sama kita" Sahut Bastian.
"Oiya kak, aku Bastian. Ini Alfi, ini Chan, ini Dev" Ucap Bastian memperkenalkan dirinya dan ke empat saudaranya.
"Kak, inget ngga waktu kita papasan di depan ruang meeting kantornya kak Langit" Tanya Devano.
__ADS_1
"Emm... Iya inget, kenapa Dev?"
"Waktu itu aku sempat kagum sama kakak, bahkan aku sempat suka sama kakak karena kakak itu ngga cuma cantik aja tapi kakak juga ramah ke semua orang. Dan waktu itu senyum kakak kayak adem banget gitu di lihatnya, tapi sayang banget ternyata kak Zie itu kakak aku sendiri" Ucap Devano dengan wajah kecewe.
"Jadi kamu ngga seneng nih kalo kak Zie jadi kakak kamu" Tanya Zie dengan menggoda Devano.
"Seneng dong kak, cuman kan beda udah beda" Jawab Devano.
"Sabar kak, Dev emang gini. Nggak bisa banget lihat cewek bening" Seloroh Chandra.
"Enak aja lu" Sahut Devano yang tidak terima dengan perkataan ngasal Chandra.
"Ha ha ha haa.. " Tawa keluarga Wijaya pun menggelegar, mendengar cerita konyolnya Devano yang sempat menyukai kakaknya sendiri. Tawa yang dari dulu sempat hilang dan hampa, namun tawa itu kembali dan menghiasi keluarga Wijaya. Kini keluarga Wijaya merasa sangat lengkap dan kembali berwarna karena kebahagiaan mereka sudah hadir dan sudah kembali merasa sempurna.
"Udah ngga usah repot-repot bun" Jawab Langit yang masih sangat canggung.
"Sayang ngga boleh gitu, sekarang kamu juga anak bunda. Jadi ngga boleh sungkan-sungkan gitu ah" Jawab bunda Yasmin saat melihat Langit.
"Ati-ati kak, kalau udah di anggep anak sendiri nanti di omelin mulu kayak kita-kita" Ucap Alfi seraya menunjuk dirinya dan ketiga saudara kembarnya.
"Hish.. Kamu ini" Jawab bunda Yasmin lalu menjewer telinga Alfi.
"Aduh aduh bun" Ucap Alfi mengaduh kesakitan seraya berusaha melepaskan jeweran sang bunda.
__ADS_1
"Ha ha ha haaa... " Semua anggota keluarga pun tertawa karena Alfi meski sudah sebesar itu tapi masih di jewer seperti anak kecil.
"Oiya bunda, Zie bantuin ya buat minum nya" Ucap Zie lalu menghampiri bunda nya.
"Udah ngga usah Zie, sayang nya bunda duduk aja ya" Jawab bunda Yasmin seraya menarik Zie duduk kembali ke sofa.
"Ih bunda, Zie kan kangen banget sama bunda. Masa ikut bantuin bunda aja ngga boleh?" Ucap Zie dengan sifat manja nya yang kembali.
"Ya udah, boleh deh" Jawab bunda Yasmin dan Zie pun langsung berdiri, Zie mengikuti bunda nya ke dapur dengan perasaan yang sangat gembira.
Saat di dapur, baru saja bunda Yasmin mengambil cangkir untuk minumannya namun tiba-tiba..
BRUKK..
Zie terjatuh di lantai dapur, bunda Yasmin pun langsung menoleh dan kaget ketika melihat putri nya tergeletak di lantai.
"Zie kamu kenapa nak" Ucap bunda Yasmin seraya menepuk-nepuk pundak Zie.
"Zie bangun sayang" Bunda Yasmin yang sedikit berteriak karena sangat khawatir.
Anggota keluarga yang sedang di ruang keluarga pun mendengar teriakan bunda Yasmin, dan mereka semua langsung berlari menuju dapur bersamaan.
...Hai hai, pasti pada bingung ya, hayo tebak, zie kenapa kenapa,,,, stay terus ya kak, di cerita ini, di jamin pasti rasa ke kepoan kakak kakak semua, terbayar secara perlahan lahan 🤣🤣🤣🤣🤣...
__ADS_1