ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
Zie 108


__ADS_3

Simon lari dengan sangat ketakutan hingga akhirnya ia melihat ruangan yang terbuka, Simon pun langsung memasuki itu dan berniat mengunci nya dari dalam agar Langit beserta yang lain nya tidak bisa masuk. Namun sayang nya, tangan Langit lebih dulu meraih pintu ruangan tersebut sebelum di tutup oleh Simon.


"Mau pergi kemana kau?" Tanya Langit dengan senyum menyeringai pada Simon.


"Apa yang kau mau Langit?" Teriak Simon dengan ketakutan karena di sana Langit tidak sendiri melain kan di temani Opa Hardy, Samuel dan James yang selaku tangan kanan dari Langit dan Opa Hardy.


"Apa yang ku mau? Bukan kah kau yang menginginkan ku untuk kesini?" Tanya Langit kembali seraya semakin mendekat ke arah Simon.


"Tunggu!!" Teriak seseorang dari kejauhan.


"Jika kau berani menyakiti Simon, akan ku habisi orang ini" ancam Hutomo seraya memberikan pisau tepat di leher Opa Hardy.


"Hutomo" ucap Opa Hardy yang syok.


Hutomo merupakan ayah dari Simon, Hutomo adalah sahabat akrab dari Handoko yang sempat menjadi musuh Opa Hardy di delapan belas tahun yang lalu. Selain untuk membantu Langit, Opa Hardy juga ingin sekali untuk menghabisi Hutomo karena selama ini Hutomo lah yang meneruskan kejahatan dari Handoko pada keluarga Wijaya.

__ADS_1


"Jangan berani-berani nya kau sakiti Opa ku!" Bentak Langit.


"Oh jadi pria tua ini Opa mu sekarang? Bagaimana jika aku membunuh Opa mu ini di depan mata mu langsung?" Ucap Hutomo dengan menggoda Langit.


"Apa yang kau ingin kan, cepat katakan!" Teriak Langit.


"Aku hanya menginginkan semua harta dan perusahaan Wijaya maupun Bagaskara. Selain itu berikan juga kedudukan Black Leon mu juga" ucap Hutomo dengan enteng.


Melihat ayah nya berhasil membuat Langit dan Opa Hardy merasa takut, Simon sangat senang. Dan juga apa yang ia selama ini ingin kan akan segera ia dapat kan.


"Semua akan ku berikan pada mu, asal kau lepaskan Opa ku" jawab Langit.


Langit semakin bingung apa yang harus ia lakukan, ia tidak bisa diam saja melihat Opa Hardy di jadikan tawanan oleh Hutomo namun ia juga tidak bisa menolong Opa Hardy begitu saja. Karena jika Langit semakin mendekat, pisau yang berada di hadapan Opa Hardy pun semakin mendekati leher nya.


"Tapi bagaimana aku bisa mempercayai kalian sebelum aku benar-benar menghabisi kalian berdua terlebih dahulu ha.. ha.. ha.." ucap Hutomo dengan tertawa.

__ADS_1


"Hey Langit Bagaskara, apa kau menunggu momen ini" ucap Hutomo seraya semakin mendekatkan pisau nya pada leher Opa Hardy dan bersiap untuk membunuh Opa Hardy.


"Jangannnn..." Teriak Langit.


JLEB


Axel menusuk Hutomo lebih dulu sebelum Hutomo membunuh Opa Hardy. Pasal nya setelah anak buah dari Simon telah kalah, Axel langsung masuk untuk memastikan bos nya baik baik saja. Dan ternyata saat ia masuk bos nya sedang dalam bahaya, dan akhir nya ia berjalan perlahan dan menusuk Hutomo dari belakang.


"Berani-berani nya kalian melakukan hal ini pada ayah ku" teriak Simon yang merasa tidak terima ayah nya di tusuk.


"Jangan bergerak" ucap polisi yang langsung membuat Simon kaget.


Dan ternyata sebelum menusuk Hutomo, Axel menghubungi polisi dan melaporkan hal ini pada polisi jika nanti nya ia akan gagal untuk menolong bos nya. Dan Axel melaporkan polisi dengan bukti video ketika Hutomo menodong kan pisau pada Opa Hardy sebelum nya.


Kini polisi langsung menangkap Simon dan membawa Hutomo ke rumah sakit milik tahanan kepolisian.

__ADS_1


"Terima kasih atas laporan nya, kami permisi dulu" ucap polisi dengan menyeret Simon dan Hutomo.


Yeee.. Udah aman deh semua nya...


__ADS_2