
Selesai membuat sarapan dan menyiapkan masakannya di meja, Zie melangkah menuju kamar Langit karena tidak biasanya jam segini suaminya itu belum bangun.
Tok... Tok... Tok...
"Mas Langit, bangun! Sarapan dulu nanti telat loh ke kantornya" Zie memanggil Langit namun tidak kunjung di respon.
Zie memutar knop pintu dan membukanya perlahan, mengintip ke dalam kamar tidak ada Langit di atas tempat tidur. Zie mencoba masuk dengan langkah pelan mencari keberadaan Langit di setiap sudut kamar yang bernuansa maskulin tersebut.
"Mas" Zie melangkah ke balkon namun juga tidak menemukan Langit.
Zie melangkah ke kamar mandi dan akan membuka pintunya namun pintu itu terbuka lebih dulu, Zie tersentak kaget mendapati Langit yang muncul dari balik pintu kamar mandi.
Dan bukan hanya kemunculan Langit saja yang membuat Zie terkena serangan jantung mendadak, tapi penampilan Langit yang hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya membiarkan roti delapan pack nya terpampang dengan jelas.
"Mas, kamu ini bikin aku jantungan saja!" Zie reflek memukul dada Langit karena kaget.
__ADS_1
"Bagaimana jika istrimu yang seksi ini mati mendadak? Kamu bakalan jadi Duren" Zie sangat kesal pada Langit karena di panggil sedari tadi tidak menyahut.
Langit tidak menghiraukan kekesalan Zie padanya.
Ia melangkah maju mendekat ke arah Zie berdiri, Zie berjalan mundur saat Langit melangkah maju sampai tampa disadari kaki Zie terbentur ranjang dan ia jatuh di atas ranjang Langit.
Langit menyeringai, ia puas melihat wajah Zie yang memperlihatkan kegugupan maupun ketakutan padanya. la kunci Zie di bawah kuasa tubuhnya, mengikis jarak di antara mereka. Langit mendekatkan wajahnya lebih dekat lagi pada Zie dan membuat wajah wanita yang berstatus istrinya itu merah merona.
"Mau apa tadi? Mau mandi bareng?" Langit sengaja berkata di dekat telinga Zie dan menghembuskan nafasnya di ceruk leher istrinya dengan sengaja hingga membuat tubuh Zie meremang seketika.
Zie mendorong dada Langit dengan kuat hingga membuat celah di antara mereka. Zie mencoba melepaskan diri dari Langit, namun itu sia-sia karena tenaga Langit yang sangat kuat.
"Mas minggir! Sarapannya keburu dingin, aku juga harus segera berangkat kuliah karena ada kelas pagi" ucap Zie dengan kesal karena Langit tak kunjung melepaskannya.
"Cium dulu baru aku lepas!" Langit menahan sesuatu yang mulai bangun dari tidur panjangnya karena Zie terus bergerak di bawah sana.
__ADS_1
"Kamu nggak sedang sakit kan Mas? Bukannya di perjanjian kita nggak ada kontak fisik ya?" Zie mencoba mengingatkan Langit tentang isi perjanjian yang mereka sepakati.
"Kalau kamu lupa, kamu sudah merubah isi surat perjanjian itu!" ucap Langit menyeringai penuh arti.
"Masa sih mas? Tapi bukannya kamu juga ngotot nggak mau ada kontak fisik di antara kita, terus kenapa sekarang mas malah seperti ini. Ini namanya Mas melanggar aturan yang Mas buat sendiri, harusnya Mas kenmmhh ...."
Zie tidak bisa melanjutkan perkataannya karena Langit mulai m*l*m*t bibirnya dengan lembut dan menyusuri semua sisi milik istrinya. Zie memukul pundak Langit agar menghentikan kegiatan yang mereka lakukan di pagi hari.
Langit tidak menghiraukan peringatan Zie, ia malah menggigit bibir bawah Zie. Zie mengaduh saat Langit menggigit bibirnya hingga mulutnya terbuka sedikit.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...
__ADS_1