ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
Zie 54


__ADS_3

"Silahkan Pak Hardy" Ucap Langit mempersilahkan masuk.


Pak Hardy langsung masuk dengan langkah yang cepat karena sudah tersulur emosi yang membara. Meski usia Pak Hardy tak lagi muda namun beliau masih sangat bugar dan gagah, sehingga hanya untuk melawan musuh beliau masih tetap seperti mudanya, tak ada rasa takut sedikit pun.


BUKKK..


Suara hantaman melayang begitu saja dari tangan Pak Hardy yang mengenai pipi Bryen.


"Siapa yang menyuruhmu!" Tanya Pak Hardy dengan suara lantangnya.


"Saya tidak bisa memberi tahu anda" Jawab Bryen dengan menunduk.


"Lihat saya!" Ucap Pak Hardy dengan mengangkat dagu Bryen agar menatapnya.


"Kau tak mau mati di usia mu yang masih sangat muda ini kan? Jadi cepat katakan saja, siapa yang menyuruhmu!" Ucap Pak Hardy dengan pelan namun penuh dengan penekanan.

__ADS_1


"Maaf kan saya, tapi saya tidak bisa memberitahu anda" Jawab Bryen dengan tubuh yang gemetar.


Pak Hardy semakin murka dengan jawaban Bryen yang masih kekeh tidak ingin memberi tahu siapa kah bos nya.


Pak Hardy langsung mencengkram kerah baju Bryen dan bersiap melayangkan kepalan tangannya untuk menghabisi Bryen.


"Tunggu!" Langit maju dan berteriak untuk menghentikan langkah Pak Hardy untuk menghabisi Bryen. Karena bagaimana pun Bryen juga korban di sini, jika Bryen tidak menuruti semua perintah yang menyuruhnya ia yang akan di habisi oleh penyuruhnya.


Langit dengan segera membawa Pak Hardy meninggalkan Bryen sebelum Pak Hardy kembali ingin menghabisi Bryen, Langit berusaha membawa Pak Hardy agar Pak Hardy bisa merasa lebih tenang terlebih dahulu.


"Untuk apa kau mencegah ku untuk menghabisi nya? Saya tau kau juga memiliki masalah dengannya karena dia ingin melenyapkan temanmu kan!" Ucap Pak Hardy dengan nada yang masih emosi.


"Bryen hanya lah korban dari bosnya. Bila ia tidak menuruti perintahnya, ia sendiri yang akan di musnah kan oleh bosnya" Langit yang mulai membuka suara untuk menjelaskan motif dari kejahatan yang telah di lakukan oleh Bryen.


"Memang saya belum bisa mempercayai Bryen sepenuhnya, namun saya telah mengenal Bryen dari sebelum saya masuk dan memimpin organisasi Black Leon ini sehingga saya memilih untuk menyelidiki terlebih dahulu. Di sini saya masih berusaha mencari bukti siapa sebenarnya dalang dari kejatahan yang telah Bryen lakukan, saya sendiri masih mengurung Bryen disini sebagai jaminan atas kejahatannya" Jelas Langit.

__ADS_1


"Baiklah saya mengerti, saya yang terlalu emosi karena dia sudah berani-berani nya mengusik keluarga saya dan berniat mencelakai keluarga saya" Jelas Pak Hardy.


"Saya akan membantu mu untuk menyelesaikan ini semua dan mencari siapa dalang di balik kejatahan ini" Lanjut Pak Hardy.


"Sebenarnya..... " Ucapan Langit tertenti saat mendengar ponselnya yang berada di atas nakas berbunyi.


Kring-kring...


"Mohon maaf bos, ponsel bos berbunyi" Ucap Samuel seraya memberikan ponsel Langit pada pemiliknya.


Langit menerima ponselnya dan melihat siapa yang menelponnya. Setelah melihat sang penelepon, Langit tersenyum tipis karena ternyata istri kesayangannya lah yang menelepon.


DEG..


"Kenapa foto sang penelepon seperti familiar bagi ku? Apa aku kenal? Namun siapa dia?" Batin Pak Hardy yang sangat bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Pasalnya saat Samuel memberikan ponsel milik Langit, beliau sempat melihat sang penelepon tersebut.

__ADS_1


......**🍃🍃🍃🍃🍃🍃......


......Jangan Lupa Like and Komennya yaa**......


__ADS_2