
Langit tersenyum lalu menarik tubuh Zie masuk ke dalam dekapannya. Zie pun memekik kaget dengan apa yang di lakukan oleh Langit.
"Aakhh!" pekik Zie, ia mencoba melepas diri dari dekapan sang suami.
"Mas, lepas! Aku mau mandi dulu setelah itu memasak untuk sarapan kita. Aku juga harus berangkat ke rumah sakit pagi ini"
Namun usaha Zie untuk bisa lepas dari dekapan Langit sia-sia, karena Langit semakin mengeratkan rengkuhannya pada tubuh sang istri.
"Kamu yakin ingin masak untuk sarapan? Bukan untuk makan siang?" Langit tersenyum miring menatap istrinya.
Pasalnya sekarang waktu sudah menunjukkan pukul setengah sebelas dan tidak mungkin untuk mereka melakukan kegiatan sarapan karena waktunya sudah terlewat jauh.
"Hah? Jam berapa mas?" Zie terlonjak kaget saat menatap ke arah balkon apartemen yang mereka tinggali sekarang.
Dengan gerakan cepat Zie duduk dan akan beranjak dari tempat tidur.
__ADS_1
"Aku ada jadwal hari ini Mas!" tanpa memperdulikan penampilan tubuhnya yang tidak tertutup apapun Zie berdiri. Langit hanya menatap istrinya yang tengah panik tersebut dengan kekehan yang tertahan.
Saat Zie ingin melangkah, gerakan nya terhenti di kala merasakan sakit yang teramat sangat di bagian intinya. Dia seolah-olah melupakan kejadian semalam yang membuatnya mengeluarkan suara seksinya berulang kali.
"Aauukhh... Sakiitt!" tangannya menyentuh dan menutup bagian intinya saat ia tersadar akan penampilannya sekarang, benar-benar polos seperti bayi yang baru lahir di dunia ini.
Langit yang tidak tega melihat Zie merintih kesakitan seperti itu lalu berdiri dan mengangkat tubuh polos istrinya dalam pangkuan tangannya.
"Aahh mas! Apa yang kamu lakukan?" pekik Zie kaget karena Langit tanpa permisi langsung mengangkat tubuhnya, dan kulit mereka saling menempel karena penampilan Langit juga tidak jauh berbeda darinya.
"Aku sudah mengirim pesan ke Shinta dan bilang kalau kamu sakit jadi tidak bisa kerumah sakit hari ini" Langit dengan gagah membopong tubuh Zie menuju kamar mandi yang terletak di kamar tersebut.
"Ju-juga a-apa mas? Kamu jangan aneh-aneh mas!" ingat Zie.
Namun peringatan Zie tidak berarti apa-apa bagi Langit, ia tetap melangkahkan kakinya menuju kamar mandi dan nembuka knop pintu dengan tangannya yang berada di bawah tubuh Zie. Meletakkan dengan pelan tubuh istrinya di pinggiran bathtub lalu mengisinya dengan air hangat dan menuangkan aroma bunga lili kesukaan Zie yang sangat harum yang mampu merilekskan pikiran yang lelah.
__ADS_1
Setelah air penuh Langit menyuruh Zie untuk berendam di dalam bathub tersebut. Zie pun mengikuti apa yang di perintahkan oleh suaminya meski rasa malu tetap menyeruak dalam dirinya, namun untuk sekarang memang ini yang di butuhkan tubuhnya. Berendam di air hangat untuk merilekskan tubuhnya yang di gempor Langit hampir semalaman.
Mengingat hal itu, wajah Zie kembali bersemu merah dan itu tak luput dari tatapan Langit yang memang belum keluar dari kamar mandi.
"Kamu keluarlah lebih dulu mas, aku ingin berendam sejenak" pinta Zie tanpa melihat ke arah Langit karena kondisi Langit juga polos seperti dirinya. Bedanya sekarang tubuhnya tertutup oleh busa sabun.
"Kita berendam bersama sayang" tanpa permisi Langit masuk ke dalam bathub tersebut dan duduk tepat di belakang Zie.
"Mas, aku hanya ingin mandi!" Zie kesal dengan sikap Langit karena kini tangannya mulai meraba bahunya.
"Memang kita mau ngapain selain mandi?" goda Langit.
"Apa kamu ingin melakukan hal lebih selain mandi bersama?" bisik Langit dengan nada sensual tepat di depan telinga Zie.
Hembusan nafas Langit yang menyapu di permukaan telinganya membuat jantung Zie berdetak kencang, bahkan sekarang bulu kuduknya berdiri serta tubuhnya menegang.
__ADS_1
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
...To be continued,Happy reading....