
Beberapa hari telah berlalu. Kini keadaan hubungan Langit dan Zie sudah membaik meski kemarin-kemarin nya Zie yang sempat cuek karena masih, namun sekarang Zie sudah kembali dengan sikap manja nya.
"Mas nanti jangan lembur lagi ya, Zie kan juga kangen masa di tinggal lembur terus" ucap Zie seraya memasangkan dasi untuk suami nya.
"Aduh aduh.. udah manja lagi ya sekarang, kemarin aja masih ngambek" jawab Langit dengan mencubit gemas pipi Zie.
"Ihhh mas" ucap Zie dengan cemberut.
"Iya-iya nanti mas janji bakal pulang cepet, udah mas berangkat dulu ya" jawab Langit seraya mencium kening Zie.
Langit berangkat kerja, namun saat ini ia ada meeting yang di laksanakan di restoran mewah yang biasa nya di gunakan oleh kalangan pejabat-pejabat tinggi atau pebisnis konglomerat.
Setelah meeting selesai, Langit ingin pulang ke rumah karena pekerjaan nya tidak terlalu banyak hari ini selain itu ia juga sangat rindu bermesraan dengan istri tercinta nya. Namun saat ia berjalan menuju tempat dimana mobil nya terparkir, Langit melihat seseorang yang sangat tidak asing bagi nya. Dia adalah Bryan, sahabat Langit yang Langit sekap di ruang bawah tanah kala itu.
"Kenapa dia bisa ada disini?" Batin Langit. Saat Langit melihat Bryen ia tidak diam saja, ia langsung mengikuti kemana pergi nya Bryen.
__ADS_1
Langit terus berjalan mengikuti Bryen, dan benar saja ternyata Bryen sedang menemui seseorang disana secara sembunyi sembunyi. Langit semakin curiga dengan gerak-gerik Bryen, Langit pun memberanikan diri untuk mengikuti lebih dekat agar mendengar apa saja yang mereka bicarakan.
"Kalau kau mau, bunuh saja aku. Tapi aku hanya meminta lepaskan keluarga ku. Kau hanya membutuh kan aku kan, tapi kenapa kau harus menyeret keluarga ku dalam masalah ini" ucap Bryen pada orang itu.
"Tidak semudah itu!" Jawab seseorang tersebut seraya memegang rahang Bryen dengan kasar.
"Akan ku lepaskan keluarga mu, asal kau bisa habisi Langit untuk ku!" Jawab Simon dengan senyum menyeringai.
Simon merupakan musuh besar dari Langit, Simon ingin sekali menyingkirkan Langit dari dulu untuk merebut kedudukan sebagai pemimpin Black Leon dan juga kedudukan sebagai salah satu pebisnis dunia.
Meskipun Simon merupakan seseorang yang memilik sifat berdarah dingin, namun Simon tidak pernah menggunakan tangan nya sendiri melainkan memaksa Bryen sebagai tangan kanan nya untuk memuluskan semua rencana jahat nya.
Langit yang mendengar ucapan dari Simon langsung murka, namun ia berusaha untuk tetap menahan diri nya agar bisa membalas perbuatan Simon lebih keji lagi.
Langit yang sebelum nya masih meragukan Bryen mengenai dalang dari semua kejahatan Bryen, namun sekarang ia sudah sangat yakin jika Bryen hanya lah menjalan kan perintah dan apabila ia tidak menuruti ucapan bos nya keluarga nya lah yang akan menjadi korban.
__ADS_1
Setelah Langit mengetahui semua nya, Langit rasa itu sudah cukup. Langit memutuskan untuk kembali menuju mobil dan pulang untuk menenangkan pikiran dan mencari solusi terbaik, dari pada ia terus disana akan membuat nya semakin tidak bisa menahan diri nanti nya.
Sesampai nya di rumah, Langit langsung turun dari mobil nya dan berjalan masuk ke rumah. Namun baru beberapa langkah ia memasuki rumah, tiba-tiba ponsel nya berdering.
Kring.. Kring.. Kring..
"Ada apa?" Tanya Langit.
"Ada seseorang yang ingin mencari bapak, saya sudah bilang jika pak Langit tidak berada di kantor untuk saat ini tapi orang tersebut ngotot sekali ingin bertemu dengan pak Langit" Jawab sekretaris Langit.
"Baiklah, saya segera kesana" Jawab Langit dengan senyum menyeringai.
Langit tidak menanyakan siapa kah orang yang datang itu karena Langit sudah mengetahui siapa yang ingin sekali menemui nya saat ini.
Akankah Bryen menuruti perintah Simon untuk menghabisi Langit? tunggu kelanjutannya ya, stay terus ya kak
__ADS_1