
"Kamu jangan bikin Adam marah, kamu tau kan Bunda aja kemarin cuci piring pas Adam lihat semua pekerja kena imbasnya kasihan tau Nak kalau ART jadi korban" bunda Lesti ingat saat kemarin di mana semua ART terancam di pecat semua hanya karena bunda Lesti mencuci piring, padahal itu keinginan bunda Lesti sendiri.
"Nggak Bunda, kalau masak Kak Adam nggak akan marah...kecuali Sela bersih-bersih rumah atau yang lainnya baru Kak Adam marah, Kak Adam tau Sela suka masak dan Kak Adam juga sering minta di masakin sama Sela" tutur Sela.
"Yasudah kalau memang begitu" bunda Lesti menarik kursi dan duduk.
"Adam nya mana?" Bunda Lesti tak melihat menantunnya di sana, mereka sudah biasa sarapan bersama-sama jadi aneh rasanya bila salah satu dari mereka belum ada.
"Kita sarapannya duluan aja ya Bunda, Kak Adam semalam begadang mungkin dia kecapean dan nggak bisa tidur. Jadi Kak Adam biarin aja dulu tidur nanti sarapannya kalau udah bangun aja Sela temani" Sela juga tak tega membangunkan suaminya yang tertidur sangat lelap.
"Owalah ya sudah" bunda Lesti mengerti dan ia mulai sarapan dengan Sela.
Jam menunjukan pukul satu siang, Adam mengerjabkan mata tidurnya terusik karena cahaya panasnya mentari di siang hari mulai menyentuh tubuhnya dan perlahan Adam di hampiri kesadaran matanya menatap jarum jam yang ternyata sudah menunjukan pukul satu siang.
"Jam satu" gumam Adam dengan shock, dengan reflek ia melihat kesamping dan istrinya tak ada di sana. Dengan cepat Adam turun dari ranjang dan keluar dari kamar mencari keberadaan sang istri.
__ADS_1
"Sayang"
"Sela" Adam terus mencari sang istri yang tak ia ketahui keberadaannya.
"Adam kamu cari Sela?" tanya bunda Lesti yang duduk tidak jauh dari Adam.
"Iya, Bunda lihat Sela?" tanya Adam di selingi kantuk yang masih terasa.
"Nah itu dia" telunjuk bunda Lesti menunjuk Sela yang baru saja masuk dengan mencium bunga mawar yang baru saja ia petik dari hasil berkebun bunga sang Bunda.
"Kakak cari Sela?" Sela bingung dengan suaminya yang hanya menggunakan celana boxer selutut tanpa baju, jangan lupakan Adam kini memakan sendal bulu-bulu milik Sela yang berwarna ungu dengan boneka besar tentunya.
"Kakak kenapa sih aneh banget, ini lagi sendal Sela di pake" telunjuk Sela menujuk kaki Adam, mata Adam melebar ternyata tadi ia berpenampilan sangat bodoh di hadapan Bunda Lesti sang mertua.
"Lupa yang ngantuk" Adam menggaruk pantat memasukan tangan kedalam boxer nya.
__ADS_1
"Kakak jorok banget sih" Sela merinding melihat kelakuan aneh suaminya.
"Makanya malam jangan begadang begini kan jadinya" kesal Sela.
"Apa sih" Adam menarik Sela keranjang dengan cepat, ia sengaja tak tidur karena tak ingin terlewat walau satu menit menunggu hari esok tapi malah tertidur di saat hari sudah subuh dan siang harinya ia baru terbangun.
"Kak lepas" Sela mendorong Adam dan menolak ketika Adam hendak menciumnya.
"Apa lagi" tanya Adam masih dalam kekesalannya.
"Mandi dulu napas Kakak bau banget Sela nggak kuat, kalau nggak mandi Sela nggak mau" kata Sela sambil mendorong Adam bangun dari atasnya.
"Nanti aja mandinya ya yang" kata Adam berharap Sela luluh.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...