
" Ya mas." Jawab Yasmin dengan suara lembut nya.
" Uhhh Yasmin suara mu." Batin Damar.
" Apa itu kotak bekal? Apa boleh kamu memberikan nya untuk ku? aku lapar sekali dan belum sarapan." kata Damar.
" Oh boleh mas." Jawab Yasmin. Yasmin bangun dari duduk nya dan berjalan dengan manja, mengantarkan kotak bekal itu pada meja Damar, Yasmin meletakkan bekal itu dengan hati hati dan Yasmin pura pura menjatuhkan dokumen yang di atas meja Damar, seolah olah Yasmin tidak sengaja menjatuhkan ke dekat Damar.
" Aduh, maaf mas tidak sengaja." Kata Yasmin. Yasmin mulai mendekat pada Damar dan berjongkok di hadapan Damar, Damar semakin tidak nyama karena ia melihat dada Yasmin dengan jelas, mata Damar berubah merah karena menahan hasrat nya.
" Ayo mas, sarapan nya di makan, kenapa cuma di lihatin." Tanya Yasmin. Damar mulai sadar dan memulai sarapan nya, Yasmin keluar dari ruangan itu meninggalkan Damar sendiri yang sedang mengunyah masakan Yasmin dengan lahap, Damar yakin itu adalah masakan rumahan dan ia juga yakin kalau itu adalah masakan Yasmin.
Setelah beberapa menit Yasmin kembali memasuki ruangan Damar, ia membawa nampan berisi dua gelas, kopi dan air putih, Yasmin terkejut karena bekal nya sudah habis, bahkan belum sampai 10 menit.
__ADS_1
" Minum nya mas." Yasmin meletakan ke dua gelas itu di atas meja kerja Damar. Damar sangat senang tentu nya, karena perlakuan itu lah yang ia harapkan dari istri nya, dan hari ini Damar mendapatkan dari istri ke dua nya.
Yasmin kini kembali ke meja nya, mulai melanjutkan pekerjaan nya yang tadi sempat ia tinggalkan, Damar terus memandang Yasmin, sesekali ia menyeruput kopi yang di buatkan oleh Yasmin.
Yasmin tahu kalau Damar sedari tadi memandangi nya, Tapi Yasmin berpura pura tidak tahu, dan ia pun tidak bicara kalau bukan Damar yang memulai nya.
" Baru aku bikinin nasi goreng dan kopi saja, kamu sudah tidak bisa lepas menatap aku, belum aku kasih perhatian lain nya, ingat kamu akan ku buat memohon agar aku tidak meninggalkan mu " batin Yasmin sambil terus berpura pura membolak balik pekerjaan nya.
" Yas, apa saja jadwal mu hari ini?." Tanya Damar sambil menyadarkan diri nya di kursi yang ia duduki.
" Oh sial, Yas aku benar benar sudah tidak bisa menahan." Batin Damar.
Damar berniat ingin bangun dan menghampiri Yasmin, tapi tidak jadi karena ia takut Yasmin menolak nya dan ia takut Yasmin tidak mau berbicara dengan nya seperti kemarin.
__ADS_1
" Aku harus menahan ini, jangan sampai gara gara aku memaksanya, ia kembali mengacuhkan ku." Batin Damar.
Damar mulai memijat pelipis nya yang terasa pusing, karena berdebat dengan hati dan pikiran yang tidak sinkron.
Yasmin tahu kalau Damar sedang menginginkan nya, Yasmin tersenyum samar melihat keadaan Damar yang menginginkan nya.
" bagaimana rasa nya, enak kan?." Batin Yasmin.
Yasmin tertawa di dalam hati nya, karena ia melihat Damar selalu menatap nya dengan tatapan ingin memangsa, Yasmin memang terbilang belum cukup dewasa, tapi akibat menjadi pelayan di club' yang dulu ia jalani, Yasmin dewasa sebelum waktu nya, ia tahu semua sinyal laki laki yang menginginkan nya.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan vote...