
"Sela" jawab Adam.
Sela dengan cepat mendudukan tubuhnya, tatapan tajam ia berikan pada Adam tidak lupa Sela dengan cepat melempar bantal pada Adam.
"Kakak nggak sayang sama Sela" kata Sela sambil kembali berbaring dan membelakangi Adam.
"Sela kamu kenapa, tingkah kamu kenapa aneh banget" Adam bertanya sambil menggaruk kepala yang tidak gatal melihat keanehan Sela saat ini.
"Nah kan, sekarang Kakak bilang Sela aneh. Emang kakak udah nggak sayang sama Sela, kakak keluar dari sini" kata Sela.
"Sela kamu nggak usah aneh-aneh ya, tadi kamu minta mangga tetangga terus sekarang kamu jadi begini. Nggak usah bikin Kakak emosi" kata Adam dengan tegas.
Sela turun dari ranjang dengan perasaan kesal, ia setengang berlari.
"Hiks hiks hiks" tangisan Sela pecah saat ia membuka pintu kamar bunda Lesti.
"Nak kamu kenapa?" tanya bunda Lesti bingung saat melihat putri kesayangannya menangis.
__ADS_1
"Hiks hiks hiks" Sela memeluk bunda Lesti yang baru selesai sholat bahkan masih menggunakan mukenah. Tidak berselang lama bunda Lesti melihat Adam yang berdiri di pintu kamar yamg terbuka, bunda Lesti mengerti pasti saat ini keduanya sedang bertengkar.
"Sela kamu kalau ada masalah sama Adam selesaikan baik-baik Nak, kamu mau Adam pergi lagi seperti dulu" kata bunda Lesti berusaha menasehati anaknya agar tak bersifat kekanak-kanakan lagi.
Sela berhenti menangis mendengar perkataan Bunda Lesti, ia diam dan mengingat saat dulu Adam meninggalkannya.
"Sela, Kakak minta maaf ya" Adam masuk dan mendekati Sela.
"Sudah, ayo sana selesaikan masalah kalian jangan seperti anak-anak lagi" bunda Lesti mendorong Sela dan Adam keluar dari kamarnya agar anak juga menantunya itu bisa menyelesaikan masalahnya.
"Kak, Sela minta maaf tapi jangan tinggalin Sela ya" Sela memeluk Adam dengan cepat ia sangat takut Adam meninggalkannya.
"Kamu mau mangga tetangga itu" tanya Adam yang merasa kasihan pada istrinya.
"Tapi tadi Kakak bilang nggak boleh" mata Sela berkaca-kaca menatap Adam.
"Boleh, asal orang nya izin ya" kata Adam sebab itu adalah mangga tetangga yang terkenal pelit jadi Adam tak yakin jika akan di ijinkan oleh si pemilik.
__ADS_1
"Oke" Sela tersenyum bahagia seolah ia tak ada masalah barusan dengan Adam.
"Hah, aneh" gumam Adam melihat sang istri yang sudah berjalan terlebih dahulu di hadapannya dengan perasaan bahagia.
"Kak cepet" Sela berbalik karena kesal Adam bukannya ikut dengannya tapi malah diam di tempatnya dengan menggaruk lengannya seperti orang kebingungan.
"I-iya" Adam melangkah dan memegang tangan Sela, keduanya berjalan menuju rumah tetangga yang terkenal pelit itu.
"Pak, kita boleh minta mangganya nggak?" tanya Sela pada satpam.
"Saya nggak tau tuan, majikan saya pelit banget" kata satpam itu yang ia juga ragu untuk memberi ijin, tapi tidak berselang lama anak si pemilik rumah itu keluar dan melihat Adam dan Sela di halaman rumahnya.
"Om, mau ambil mangga ya?" tanya si anak berusia dua belas tahun itu.
"Iya, boleh nggak? Om kasih kamu uang kalau boleh" kata Adam agar anak itu mengijinkannya.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...