
Setelah memeriksa kan sang calon buah hati, Langit dan Zie langsung berjalan keluar. Namun di tengah perjalanan Zie seperti melihat salah satu adik nya disana.
"Mas, bukan kah itu Alfi?" Ucap Zie.
"Alfi.." teriak Zie.
Alfi pun langsung menoleh dan berjalan ke arah kakak nya.
"Kak Zie sama kak Langit kok disini?" Tanya Alfi.
"Harus nya kakak yang nanya sama kamu, kok kamu ada disini?" Tanya balik Zie namun hanya di jawab senyuman oleh Alfi.
"Kita ke kantin yuk kak" ajak Alfi.
Mereka mengikuti Alfi berjalan, Zie dan Langit sangat bingung dengan Alfi. Setelah sampai di kantin rumah sakit, Alfi langsung memesan kan minuman untuk dua kakak nya itu.
"Kak Zie periksa tadi pasti nggak antri kan" Ucap Alfi.
__ADS_1
"Kok kamu tau?" Tanya Zie yang semakin bingung.
"Jadi rumah sakit Mahardika itu punya keluarga kita kak, jadi aku disini lagi ngecek ngecek aja" jawab Alfi.
"Jadi kamu calon dokter juga?" Tanya Zie.
"Iya kak, jadi rumah sakit ini sekarang di pasrah kan ke Alfi kak tapi karena Alfi masih belum lulus jadi Alfi cuma ngecek-ngecek aja" jawab Alfi.
"Wahh.. kok kamu nggak cerita sih kalau ternyata adik kakak ini calon dokter muda juga" ucap Zie yang senang karena ternyata masih satu profesi dengan adik nya.
"Dulu nya ayah nggak setuju kak sama jurusan kedokteran yang aku ambil, karena ayah ingin anak anak nya meneruskan semua usaha ayah dan Opa selain itu juga ayah tau kalau sedari kecil kak Zie selalu bilang kalau mau jadi dokter. Jadi setiap aku menyebut kan dokter, ayah selalu mengingat kak Zie" ucap Alfi dan Zie yang mendengar nya mata nya berbinar.
"Lalu Bastian, Chandra dan Devano bagaimana sekarang? Kenapa kalian tidak ada satu pun yang cerita mengenai kesibukan kalian" tanya Zie dengan cemberut.
"Emm kak Zie" ucap Alfi seraya memeluk kakak nya itu.
"Chandra dan Devano meneruskan perusahaan milik ayah Dan Opa kak, tapi kalau Bastian dia kekeh ingin merintis usaha nya sendiri dari bawah" jawab Alfi.
__ADS_1
"Wahh.. keren keren banget adek-adek kakak" ucap Zie dengan kagum.
Kring.. kring.. kring..
"Kak Zie, aku pamit pergi dulu ya" pamit Alfi setelah ponsel nya berdering.
"Eh iya, kakak juga mau pergi kok" jawab Zie.
Setelah bertemu dengan adik nya, Zie dan Langit kembali berjalan menuju tempat dimana mobil nya terparkir. Lalu mereka mengemudikan mobil nya menuju rumah mama Mayang dan papa Hendra selaku orang tua angkat Zie, meski mereka pernah menutupi kebenaran jika keluarga kandung Zie masih hidup tapi bagi Zie mereka tetap lah orang tua angkat yang sangat baik dan Zie tidak akan melupakan mereka meski Zie sudah kembali dengan keluarga kandung nya.
Tok.. tok.. tok..
"Tuan, nyonya. Ada non Zie datang" teriak bik Ijah selaku ART di rumah itu.
"Zie" panggil mama Mayang dari kejauhan.
"Mama" sapa Zie dengan mengulurkan tangan nya untuk menyalimi tangan mama Mayang, namun mama Mayang tak merespon uluran tangan Zie dan langsung memeluk Zie dengan erat.
__ADS_1
...Happy Reading...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...