
"Mas denger nggak sih, Yasmin barusan ngomong apa?" Yasmin menahan kesal yang terlihat akan ada kemarahan yang akan segera melanda dalam diri Yasmin. Yasmin yang masih terus menatap Damar.
"Maaf yang, Mas nggak denger karena Mas cuman bisa denger kata kalau Yasmin bilang cinta sama Mas" Jawab Damar berusaha lolos dari macan cantik di hadapannya.
"Kan Yasmin emang cinta sama Mas" Jawab Yasmin berbunga-bunga.
"Makasih sayang, Mas juga cinta Yasmin" Damar langsung mengangkat sang istri menuju kamar dan membaringkannya di ranjang.
"Mas kok Yasmin di bawa ke sini?" tanya Yasmin.
"Ayo lah yang usia kandungan kamu udah lima bulan, sebentar lagi Mas libur panjang yang" Tutur Damar penuh harap, Yasmin menggangguk dan tersenyum pada sang suami.
"Mas puasa cuman 44 hari emang susah apa?" Seloroh Yasmin, ia tau seperti apa suaminya dalam hal itu, yang ada di otak suaminya hanya itu dan itu. Bahkan kadang hari libur Yasmin ingin jalan-jalan tapi Damar tidak mau, ia lebih memilih di rumah berdua saja dengan sang istri sebab yang lain pergi jalan-jalan.
Damar sudah tidak tertarik dengan hal berbau liburan, yang kini membuat Damar tertarik adalah istri cantiknya. Waktu libur bekerja adalah waktu yang paling di rindukan Damar bahkan pernah Damar melingkari kalender dengan tinta berwarna merah sebab kesal dalam bulan itu tak ada tanggal yang merah.
__ADS_1
Yasmin hanya bisa menggeleng sambil senyum-senyum mengingat tingkah konyol sang suami, bahkan tingkah baru Damar adalah sebelum pergi bekerja ia wajib mendapatkan haknya terlebih dahulu. Mungkin Damar tau setelah bayi mereka lahir Damar akan sulit mendapat keinginannya sebab ada bayinya yang harus di urus, mengurus satu bayi saja sudah membuat banyak waktu apa lagi empat bayi bisa di bayangkan betapa repotnya.
"44 Hari kamu bilang nggak susah? Satu hari aja Mas libur rasanya pingin ngejedotin kepala ke dinding" Gerutu Damar.
"Yang yuk" Damar menarik turunkan alis matanya.
"Apa sih, Ahahahaa"
Damar merusaha mendapatkan apa yang di inginkannya, tapi Yasmin menutupi miliknya dengan kencang dan hasilnya adalah Yasmin melindungi diri dan Damar yang memaksanya.
"Kamu mau ajakin Mas main paksa-paksa ya" Damar duduk dan menunjukan tangan kekarnya dalam sekejap dua tangan Damar mendarat di kedua ketiak Yasmin dan mengkelitiki sang istri.
"Apa" Damar semakin mengklitiki sang istri.
"Mau lagi?" Tanya Damar.
__ADS_1
"Ampun" Yasmin tertawa sambil memohon Damar berhenti mengkelitikinya.
"Yang kok bau pesing ya?" Damar mengipas-ngipas tangannya di depan wajah karena ada bau tak enak tercium.
"Kelepasan Mas" Yasmin menutup wajah karena malu, akibat Damar terlalu mengklitiki nya hingga tiba-tiba cairan putih ke kuningan turun begitu saja.
"Yang kamu ngompol?" Damar malah terkekeh melihat ke konyolan sang istri.
"Hehehe" Yasmin cengengesan.
"Iya, tapi salah Mas udah tau Yasmin lagi begini" Yasmin menunju kan bagian perut nya.
"Tapi Mas kelitiknya nggak pakek ampun, Yasmin kalau lama ke kamar mandi aja kalau udah kebelet banget bisa nggak tahan, apa lagi Mas klitikin" lanjut Yasmin dengan kesal dan menutupi malu nya.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...