ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
Zie 60


__ADS_3

Namun di balik pintu ada seseorang yang mendengar nya dan tiba tiba..


BRAKKK..


Suara seseorang yang membanting pintu, Zie langsung menoleh dan betapa syok nya dia ternyata sang suami nya ada di balik pintu tersebut.


"Mas?"


"Zie aku pergi dulu ya, aku ngga mau di anggap ikut campur urusan kalian" Bisik Diego pada Zie agar tidak di dengar Langit.


"Tunggu!" Bentak Langit pada Diego.


"Mas udah, biarin" Larang Zie, takut apabila suami nya menghajar Diego lagi.


Langit membiarkan Diego pergi dan dengan segera Langit menutup pintu ruangan tersebut agar tidak ada yang mendengar perdebatan mereka nantinya.


"Apa maksud kamu berduaan dengan Diego tadi?" Tanya Langit dengan nada tinggi.


"Aku cuman.. " Belum sempat Zie melanjutkan ucapannya, Langit dengan segera membentaknya lagi.


"Cuman apa? Aku sudah memperingatkan mu, jangan temui dia lagi apalagi tanpa se izin ku!"

__ADS_1


"Tapi kamu kemarin juga ngga seharusnya hajar dia sampai seperti itu mas" Ucap Zie dengan mata yang berbinar.


"Dan kamu sekarang masih berani-berani nya bela dia Zie?" Ucap Langit dengan memegang dagu Zie, Zie semakin takut dengan Langit.


"Kamu pilih aku atau si br*ngsek itu? Jawab!" Ucap Langit dengan membentak Zie.


"Kamu apa sih mas" Jawab Zie seraya berlari pergi meninggalkan Langit, Zie berlari dengan menangis sesenggukan. Banyak yang melihat Zie dengan keadaan menangis, mereka semua berusaha menghentikan Zie namun Zie tidak ada yang menghiraukan mereka satu pun.


Zie merasa sangat sakit hati dengan ucapan Langit, Zie adalah sosok yang sangat rapuh apabila di bentak dan apalagi yang membentaknya adalah suaminya sendiri. Suami yang selama ini selalu lembut padanya, sosok yang menyayanginya dengan sangat tulus namun tidak dengan saat ini. Perasaan Zie sangat kacau dan ia memutuskan untuk pergi, namun bukan pulang ke apartemen Langit melainkan ke tempat lain yang bisa membuat nya tenang.


Langit yang berlari berusaha mengejar Zie namun tiba-tiba..


BRUKK


"Woi, tunggu" Teriak orang tersebut.


Langit langsung menghentikan langkahnya dan menoleh.


"Lu bener-bener ya, udah nabrak bukannya ditolongin malah nyelonong aja!" Ucap Edwin yang geram dengan sahabatnya itu. Ya, orang yang ditabrak Langit ternyata adalah Edwin.


"Eh, sorry sorry bro" Ucap Langit yang langsung mengulurkan tangannya pada sahabatnya itu.

__ADS_1


"Kenapa lagi lu? Pasti berantem lagi kan?" Tebak Edwin pada Langit.


"Sabar bro, yang tenang. Cewek itu mintanya di lembutin jangan sekali-kalinya lu kasarin, pasti luluh ntar dia" Ucap Edwin yang menasehati sahabatnya lalu menepuk-nepuk pundak sahabatnya agar merasa lebih tenang.


"Lu modelan jomblo ngenes gini ngga usah sok nasehatin gue" Ucap Langit dengan sedikit tertawa.


"Hiyaa... Ngga papa deh lu ngatain gue, yang penting lu bisa ketawa" Kata Edwin lalu memeluk Langit.


"Apa sih lu, ngapain lu disini" Tanya Langit dengan melepas pelukan sang sahabatnya itu karena merasa geli dengan kelakuan Edwin.


"Dih gitu banget lu sama sahabat sendiri, ini abis kontrol"


Di tempat lain, Zie bingung harus kemana karena tidak mungkin ia pulang ke rumah mama dan papa angkatnya. Setelah beberapa lama akhirnya Zie memutuskan untuk menginap di rumah Sindy, ia berpikir jika ia menginap di rumah temannya maka ia bisa memiliki teman curhat untuk bisa mengurangi kesedihannya. Namun berbeda jika bepergian jauh seorang diri, ia berpikir bisa semakin kacau nantinya karena merasa sendirian tanpa ada yang bisa menjadi tempat keluh kesahnya.


...**Jangan lupa mampir di cerita ku yang lain nya ya kak....


...Jodoh pilihan Istri...


...First Love Story**'...


...💐💐💐💐💐💐...

__ADS_1


...Yuk yuk Komen, Like dan Vote nya supaya Author lebih semangat lagi...


__ADS_2