
" Din ttdj ya aku mendoakanmu semoga kamu tetap hidup." kata satpam itu keduanya memang sudah saling kenal karena keduanya bekerja dengan rumah majikan mereka juga hanya dibatasi oleh tembok.
" apaan ttdj?." tanya Didin bingung.
" hati-hati dijalan." jawab satpam itu.
" Didin." kata damar karena ia tidak melihat hidung berjalan di belakang nya.
" iya tuan." jawab Didin dan ia berlari mendekati damar.
Guk guk guk. terdengar suara anjing yang menggonggong.
" tuan." kata Didin dengan tubuh nya yang gemetar.
damar dan didin saat ini sudah berdiri di bawah pohon jambu yang cukup tinggi damar dan Titin saling pandang karena anjing yang diikat oleh anak pemilik rumah itu mulai menggonggong dan anjing itu berusaha melepaskan diri dari rantai yang mengikatnya pada pohon jambu tersebut.
guk guk guk guk.
" Din kamu alihkan anjing itu dan saya akan memanjat nya." perintah damar.
" caranya Tuan?." tanya Didin dengan tubuh gemetar nya.
" kamu rayu anjing itu kalau perlu kamu pacari." jawab damar dengan jengkel.
" ayu tua dan pacar, saya manusia Tuan bukan hewan." jawab Didin dengan polos nya.
" cepat alihkan perhatian atau ku penggal kamu." kata damar dengan mengepalkan tangannya karena Didin tidak sepintar Adam yang punya banyak ide brilian.
" caranya Tuan?." tanya Didin lagi dengan tubuh yang sangat gemetar.
" arg...." jengkel damar.
__ADS_1
buk
gambar mendorong tubuh Didin mendekati anjing itu Didin tertelungkup tepat berhadapan dengan anjing itu keduanya hanya berjarak beberapa jangkal saja.
guk guk guk
anjing itu semakin ganas karena Didin sangat dekat dengannya dan juga sudah beberapa kali anjing itu mencoba menerkam Didin.
" untung diikat." gumam Didin saat ia sudah berdiri.
sementara damar sudah mulai memanjat pohon jambu dengan susah payah.
" tuan." panggil Didin.
" diam." ucap damar.
" Tuan itu." kata didin.
setelah beberapa kali damar terjatuh dan akhirnya kini ia sudah berada di atas pohon dan ia mulai memetik buah jambu itu satu persatu.
" Din tangkap." kata damar dari atas pohon sambil melempar buah jambu yang ia petik.
" tuan ember nya sudah penuh." kata Didin.
" oh syukurlah sayang aku berhasil." gumam damar dengan bangga.
namun tiba-tiba ia merasa aneh dan seperti ada serangga yang berjalan di badannya dan serangga itu sudah banyak sangat banyak masuk kedalam kemeja yang dipakai damar damar mulai gelisah dan karena hal itu, ia banyak bergerak hingga ia kehilangan keseimbangan.
" tuan hati-hati." ucap Didin.
" apa ini." gumam damar sambil tangan nya menepuk-nepuk tubuh nya karena banyak serangga yang berkeliaran di tubuh nya.
__ADS_1
damar terus bergerak dan ia melupakan dengan posisinya yang sangat terancam dan hingga cabang yang ia jadikan sebagai tumpuan kakinya pun patah.
krak!!!!
suara cabang itu patah.
bug!!!!
damar terjatuh ke tanah.
" arg sial." gumam damar saat terduduk di tanah.
guk guk guk.
anjing itu terus menggonggong dan ia sudah siap menerkam damar damar yang sadar akan diterkam anjing itu mulai berlari menjauh dengan tenaga ekstra.
guk guk guk.
suara anjing itu menggonggong.
" anjing sialan." ucap damar saatnya sudah berjarak 2 m dari anjing itu.
guk guk guk.
suara anjing yang masih terus menggonggong.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...
__ADS_1