ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
Zie 25


__ADS_3

Mereka selalu menyayangi aku seperti halnya mereka menyayangi Clara calon istrimu. Dari kecil mama sama papa tidak pernah membedakan kami dalam hal menyayangi, mereka tidak pernah memberi tahu ku perihal aku bukan anak kandungnya agar aku tidak merasa sedih bila mengetahui kenyataan pahit itu" Zie berhenti sejenak, menatap wajah Langit yang tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah Zie.


"Bosan kan?" tanya Zie karena melihat Langit tanpa ekspresi.


"Udah lanjutkan saja!" jawab Langit kemudian membawa Zie duduk lebih dekat lagi dengannya. Kini mereka sama-sama bersandar di sandaran ranjang milik Langit.


"Meski mereka menutup rapat-rapat mengenai jati diriku, lambat laun aku mengetahui semuanya. Aku selalu kesepian, aku selalu tertutup setiap ada masalah karena aku tidak ingin merepotkan mama sama papa yang sudah mau merawatku sejak kecil" Ucap Zie tersenyum tipis menutupi kesedihannya.


"Dan hingga kejadian pernikahan kalian kemarin, sebenarnya Clara sudah mempunyai kekasih sebelum papa memberitahukan perjodohan kalian. Waktu itu Derris mengancam akan bunuh diri bila Clara tetap menikah dan aku membantu Clara kabur karena tidak ingin ada nyawa yang melayang gara-gara perjodohan kalian. Aku mau menjadi pengantin pengganti karena aku berpikir mungkin dengan cara ini aku bisa membalas kebaikan mereka"


"Dan kamu mengorbankan kebahagianmu sendiri? Cintamu?" tanya Langit yang memotong perkataan Zie.


"Pengorbananku tidak sebanding dengan apa yang mereka lakukan untukku mas. Clara patut bahagia dengan kekasih hatinya, sementara aku tidak akan membiarkan papa Hendra malu karena pernikahan putrinya gagal dan untukmu aku minta maaf mas bila aku masuk dalam kehidupanmu yang sempurna itu tanpa kau duga sebelumnya"

__ADS_1


Zie menunduk sembari menahan air matanya agar tidak jatuh, bohong sekali bila dia bilang tidak apa-apa karena dia juga merasakan sakit yang teramat dalam karena harus melepaskan cinta pertamanya Giovanno Alexander.


"Apa kau ingin kembali mengejar cintamu?" tanya Langit tiba-tiba, hatinya ikut merasakan sakit saat melihat wajah Zie menahan rasa pilu di hatinya.


"Itu tidak mungkin mas! Aku sudah menjadi istrimu dan aku tidak mungkin kembali sama dia karena aku tidak pantas, dia bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dari aku. Kalaupun kamu ingin menceraikan aku, bersabarlah untuk menunggu satu tahun lagi mas. Aku tidak maummpphh ....."


Zie tidak bisa melanjutkan perkataannya karena bibirnya sudah di lum*t oleh Langit dengan rakus. Zie meronta memukul dada Langit, namun Langit tak mengidahkan semua itu.


Langit merasa marah pada Zie, kenapa di saat dirinya sudah mulai menerima pernikahan ini tapi Zie malah berbicara tentang perceraian.


"Kamu apaan sih mas! Bilang dulu dong kalo mau cium biar aku ada persiapan!" ucap Zie tanpa menghiraukan perkataan Langit.


Dengan nafas tersenggal-senggal, Zie mengibaskan kedua tangannya di depan wajahnya. Seakan mengumpulkan kembali oksigen yang telah di rebut oleh Langit.

__ADS_1


"Zie!!" geram Langit di ambang batasnya.


"Apa?" dengan polosnya Zie bertanya pada Langit tanpa mengetahui bahaya akan segera datang.


Kekesalannya sudah melewati batas dengan cepat Langit menarik tubuh Zie lalu menindih tubuh seksi istrinya itu penuh posesif, membuat Zie kaget seketika.


"Jangan salahkan aku, bila aku meminta hak ku sebagai suami sekarang juga!" Langit menatap Zie dengan senyum menyeringai.


Apa kalian mengharapkan ini?


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2