
dan kini Yasmin yang di kata masih berusia belia, mampu mengimbangi sifat damar yang terkadang menyebalkan bagi nya dan bisa mengimbangi pula ke dua adik nya yang menginjak remaja.
*******
Di Rumah
"Zie mau ke bunda Sus!" Teriak Zie kepada suster yang menjaganya, sebab ia sangat kesal bunda dan ayahnya tidak kunjung pulang.
"Bentar lagi bunda pasti pulang, kita tunggu dirumah aja ya" Ucap suster tersebut.
"Ngga mau, Zie aja yang susul bunda sama ayah" Jawab Zie dengan kekeh.
"Ya udah, suster telpon ayah dulu ya cantik" Ucap suster dengan lembut sembari mengambil telepon genggamnya.
(Di telepon)
"Maaf Tuan, nona Zie ngambek dan kekeh ingin menyusul Tuan dan Nyonya ke rumah sakit" Tanya suster pada Damar di sebrang sana.
"Sebentar saya tanyakan ke istri saya dulu" Sahut Damar.
"Sayang Zie ngambek pengen nyusulin kita ke sini, gimana?" Tanya Damar.
"Ngga papa mas, nanti sekalian lihat baby Gibran pasti Zie seneng deh" Jawab Yasmin.
"Iya Sus, suruh Tomi antarkan Zie ke sini ya"
"Baik Tuan"
Lalu Tomi langsung menyiapkan mobil untuk mengantar Zie ke rumah sakit menemui ayah dan bunda nya, namun tiba-tiba
BRUKKK
Mobil yang dikendarai oleh Tomi dan Zie tertabrak truk yang remnya blong, sedangkan mobilnya pun langsung tergelincir ke dalam jurang. Tomi masih sempat menyelamatkan diri dengan meloncat keluar dari mobil, namun tidak dengan Zie.
Orang-orang disana langsung berhamburan mendatangi Tomi, meski Tomi berhasil meloloskan diri dari dalam mobil namun keadaan dirinya sudah cukup parah.
"Ayo cepat panggilkan ambulans, keadannya sudah sangat parah" Ucap seorang disana.
"Tidak usah, aku sudah tidak kuat" Jawab Tomi dengan terbata-bata.
__ADS_1
"Tolong selamatkan Zie saja, dia masih ada di dalam sana" Permintaan terakhir Tomi lalu ia menghembuskan nafas terakhirnya.
Selang beberapa menit ambulans yang datang dan langsung mengurus jenazah Tomi, polisi yang berada disana langsung berusaha menghubungi keluarga korban dengan menggunakan handphone Tomi yang masih bisa menyala meski sedikit rusak.
(Di telepon)
"Selamat siang, ini dari kepolisian mengabarkan saudara Tomi mengalami kecelakaan dan kondisi saat ini beliau sudah tiada" Ucap polisi pada Damar, yang kebetulan Damar lah yang ada di panggilan terakhir Tomi.
"Apa!" Jawab Damar dengan sangat syok.
"Lalu bagaimana dengan anak saya pak? dia anak perempuan yang masih kecil, dia tadi bersama dengan Tomi"
"Mohon maaf Pak, kami hanya menemukan saudara Tomi di pinggir jalan seorang diri. Sedangkan mobil yang dikendarainya masuk ke dalam jurang" Jelas polisi tersebut.
"Bapak langsung saja ke TKP" Ucap polisi lagi.
*Di rumah sakit
Damar langsung lemas dan menjatuhkan dirinya ke lantai. Semua anggota keluarga disana langsung panik dan bertanya tanya apa yang terjadi dengan Damar.
"Mas? Kamu kenapa? Siapa yang nelfon? Ada apa?" Tanya Yasmin bertubi-tubi namun tak kunjung dijawab oleh Damar.
"Zie.. Zie.. " Damar tak menjelaskan apapun, dia hanya menyebut nama Zie berulang kali.
"Zie kecelakaan" Jawab Damar.
"Apa!" Yasmin yang syok pun langsung pingsan.
Yasmin langsung dilarikan ke IGD, sedangkan anggota keluarga yang lain langsung mengunjungi TKP tersebut.
Saat sampai di TKP, Damar hanya menemukan mobil yang di kendarai oleh Tomi sudah hancur di dasar jurang sana. Namun Damar tidak diam saja, ia berusaha langsung turun ke bawah sana untuk mencari putri kecilnya.
"Nak disana bahaya nak, biarkan Tim SAR yang mencarinya" Ucap mama Sinta dengan tangis yang sesenggukan.
"Nggak ma, aku yang bakal cari Zie sampai ketemu!" Jawab Damar dengan nada tinggi.
"Damarr!!" Teriak mama Sinta saat Damar sudah berusaha turun ke bawah sana.
"Udah ma, mama tenang aja ya. Biar Edo sama Aran yang susul Damar, mama sama mami Ratih disini aja ya do'ain kita" Ucap Edo.
__ADS_1
Hanya Edo dan Aran yang membantu Damar untuk mencari Zie, Adam tidak di perbolehkan ikut karena kondisi istrinya yang baru saja melahirkan selain itu juga ada Yasmin yang masih ada di ruang IGD.
Selang beberapa jam Damar, Edo dan Aran tak kunjung naik ke atas padahal hari sudah semakin gelap.
"Mohon maaf Tuan, sepertinya anak anda sudah tak terselamatkan melihat dalamnya jurang ini dan hancurnya mobil tersebut" Ucap salah satu Tim SAR.
"Nggak! Sebelum anak saya ditemukan, saya yakin anak saya masih hidup!" Bentak Damar.
"Kita lanjutkan pencarian di hari esok saja Tuan, malam sudah sangat larut. Kita tidak bisa mencarinya dalam keadaan seperti ini"
"Tidak saya tidak mau pergi dari sini, saya akan cari anak saya sampai ketemu!" Kekeh Damar.
"Tapi pak"
"Kamu bisa dengar tidak, saya masih tetap ingin mencari anak saya!" Damar yang emosi langsung menarik kerah baju Tim SAR yang mengingatkannya tersebut.
Aran dan Edo berusaha memisahnya.
"Mar, lu jangan gila. Kalau lu ngotot disini, terus lu sakit lu ngga akan bisa nyari Zie" Ucap Edo.
"Iya bener, udah ya. Besok pagi-pagi kita cari Zie lagi" Bujuk Aran dengan sabar agar Damar mau menurutinya.
Akhirnya setelah bernego dengan Damar, Damar pun mau naik ke atas namun esok Damar akan kembali lagi mencari putri kecilnya hingga ditemukan.
"Damarrr" Teriak mama Sinta langsung memeluk anaknya.
Semua anggota keluarga menuju rumah sakit terlebih dahulu untuk menjemput Yasmin yang masih ada disana.
*Sesampainya di rumah sakit
"Mas, gimana Zie? Zie ketemu kan? Jawab mas!" Ucap Yasmin dengan penuh harap namun hanya dijawab gelengan kepala oleh Damar.
Yasmin langsung menangis histeris dan Damar memeluk Yasmin berusaha menenangkan sang istri meskipun dirinya sendiri sangat terpukul.
********
Beberapa hari kemudian Zie pun tak kunjung ditemukan, tidak ada titik terang tentang keadaan Zie saat ini. Semua keluarga berusaha ikhlas dengan kepergian Zie, meskipun begitu hampir tidak ada kemungkin Zie untuk selamat dari kecelakaan maut tersebut.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...