ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
Zie 52


__ADS_3

"Assalamu'alaikum" ucap Zie saat menjawab telepon dari seorang lelaki.


"Wa'alaikumsalam Zie, bagaimana kabarmu?" tanya lelaki itu dari seberang telepon.


"Alhamdulillah baik, Kamu sendiri gimana kabarnya? Betah di sana?" tanya Zie.


"Betah lah Zie, di sini banyak gadis cantik meskipun tidak ada yang secantik dirimu Zie" jawab lelaki itu berusaha berdamai dengan hatinya walau berat ia akan berusaha dan berjuang sendiri.


"lisshhh, kamu udah kayak Lucas aja deh!" cibir Zie, yang mereka ketahui sifat Lucas yang selalu tebar pesona dimana-mana.


"Bagaimana dengan pernikahanmu Zie? Apa kamu bahagia? Jika tidak, maka aku akan menjemputmu dan membawamu ke sini bersamaku" ada nada khawatir dari pertanyaan lelaki yang menghubungi Zie.


Zie hanya terkekeh mendengar deretan pertanyaan yang di lemparkan oleh lelaki itu padanya.


"Kamu tenang saja, aku bahagia dengan pernikahanku. Dan aku berdoa agar kamu segera di pertemukan dengan belahan jiwamu yang sesungguhnya" doa tulus Zie ucapkan untuk orang yang sangat ia sayangi dulu.

__ADS_1


Setelah mengobrol sedikit lebih lama, membicarakan semua hal saat mereka tidak bisa bertemu lagi. Hingga tiba saatnya Zie harus mengakhiri percakapan mereka karena Shinta sudah kembali masuk ke ruangan Zie untuk mengingatkan untuk bersiap-siap.


Di ruangan lain, Langit terlihat geram saat tidak bisa menghubungi nomor Zie yang nomornya sedang sibuk. Saat ini dia sedang berada di ruang rawat inap yang di tempati oleh Edwin.


Meski belum bisa berbicara terlalu banyak tapi keadaan Edwin sudah jauh lebih baik dan setiap hari kesehatannya selalu meningkat.


"Sial! Dengan siapa dia berbicara lewat telepon?" umpat Langit sedikit geram, ia menjadi uring-uringan sendiri saat Zie tidak menjawab telpon darinya dan malah sibuk bercengkerama melalui sambungan telepon.


"Jika kau di sini hanya untuk marah-marah, lebih baik kau pulang saja Lang! Aku tidak mau menginap di sini terlalu lama karena kondisi ku semakin drop setelah melihatmu yang marah tidak jelas" Edwin berusaha menyelesaikan kalimatnya meskipun dengan nada yang lambat.


"Cih! Kau sudah menjadi budak cinta nya Zie Lang, sama seperti saat dirimu bersama wanita ular itu" cibir Edwin tidak mau kalah.


"Cinta yang halal itu berbeda rasanya, jelas saja tidak sama dengan apa yang ku rasakan dulu pada Winda. Meskipun aku dulu pernah sangat mencintainya, tapi saat ini saat aku dengan Zie rasanya sungguh luar biasa. Aku selalu merasa rindu padanya meski dia hanya pergi ke dapur, kau juga akan merasa selalu ingin berada dekat orang itu. Sungguh rasa ini telah membunuhku" serangkaian kata yang cukup menggelikan di telinga Edwin yang keluar dari mulut Langit.


"Apa cinta halal mu itu membuatmu semakin bodoh? Hah?" tanya Edwin sedikit menahan rasa geramnya pada sahabat sekaligus atasannya itu.

__ADS_1


Edwin tidak bisa membayangkan, akan seperti apa tanggapan para bawahannya saat melihat Langit yang sekarang ini.


"Oh... Aku lupa kau kan nggak pernah merasakan apa itu cinta" sindir Langit pada pasien yang tengah terbaring kaku di ruangan itu.


Tentu saja perkataan Langit membuat Edwin ingin sekali merobek muluk laknat sahabatnya, bukan ia tidak pernah merasakan jatuh cinta sama sekali namun dulu sekali Edwin ernah merasakan apa itu cinta.


Sedangkan Langit yang melihat rahang wajah Edwin mengeras diam-diam ia tersenyum, Langit memang sengaja mengatakan itu semua agar Edwin merasa tidak bosan berada sedikit lebih lama di rumah sakit ini.


"Sam, kau bawa atasan bodoh mu itu keluar! Bisa-bisa penyakit ku berubah menjadi vertigo kalau terus menerus mendengar ucapannya yang nggak bermutu" perintah Edwin pada Samuel yang juga berada di ruangan dimana Edwin di rawat.


Edwin yang biasanya lebih humoris di antar mereka, namun jika di kaitkan dengan cinta ia akan berubah menjadi pemarah.


Karena satu kata yang terdiri dari lima huruf itu, sesuatu yang sangatlah sensitif bagi Edwin. Dia mempunyai kenangan buruk akan kata tersebut.


......**🍃🍃🍃🍃🍃🍃......

__ADS_1


......Jangan Lupa Like and Komennya yaa**......


__ADS_2