
" sekarang tujuan Anda kemari apa?." tanya pak Hardi karena ia merasa dari tadi hanya permasalahan yang tidak ber penyelesaian dengan baik.
" saya datang kemari ingin menuntut hak anak saya dan saya tidak terima anak Anda mencampakkan anak saya begitu saja." kata rina dengan tegas dan ia tidak mau kalah baginya anaknya memiliki hak atas harta yang damar miliki Dan ia tidak mau pulang dengan tangan kosong.
" apa yang Anda maksud apa hak masalah kekayaan yang dimiliki damar?." tanya papah Hardi.
" iya dan di sana ada hak Celine." juga jawab Herman dengan bangganya.
" jadi begini Tuhan perusahaan yang dipimpin damar itu adalah milik saya dan damar tinggal menumpang di rumah saya dan memang benar anak saya damar Wijaya pewaris tunggal kekayaan saya namun saya belum mewariskan pada anak saya dan semuanya masih milik saya dan satu lagi nyonya saya mungkin akan mewariskan semuanya pada cucuk saya." kata papah Ardi dengan tegas dan ia ingin orang yang di hadapannya cepat keluar dari rumahnya.
" tapi dia anak Anda Tuan dan Celin menantu anda dan mereka belum memiliki anak jadi pada siapa kalau bukan pada damar Anda mewariskan semuanya lalu cucu? mana mungkin Celine dan damar belum memiliki anak." kata mamah nya Celine.
" iya dan tidak ada hak menantu di harta mertuanya hanya ada hak cucu dan mereka tidak memiliki anak dan pertanyaannya apa yang kalian maksud?." tanya papa Hardy dengan wajah datarnya.
__ADS_1
" tapi tetap saja kamu sudah mencampakkan anakku yang tidak bersalah." kata rina dengan berteriak karena emosi yang tidak bisa ia tahan.
Adam mulai berjalan masuk ke ruangan kerja damar dan mengambil foto Celine bersama laki-laki dan bukti kalau Celine pergi ke luar negeri bersama kekasih gelapnya dengan menggunakan uang damar.
Dan semua ia letakkan di atas meja dengan mata yang melebar kedua orang tua Celine melihat semua bukti-bukti itu dan keduanya panik mereka pikir anak mereka adalah korban namun ternyata mereka salah besar
" ini tidak mungkin." kata rina.
" lebih baik sekarang kamu pergi dari sini." kata damar.
" anakmu itu tidak apa-apa iya hanya berakting agar mendapat simpati dari kami dan kami sama sekali tidak tertarik untuk menjenguk putrimu itu." kata damar.
" kamu sekarang kasar pada putriku dulu kamu yang datang padanya dan ingin menikah dengannya." kata Rina yang tidak mau menyerah.
__ADS_1
" dulu aku bodoh tidak bisa membedakan mana berlian dan mana imitasi aku pikir anakmu itu wanita baik-baik dan ternyata kini aku tahu dia hanya wanita yang rela menjual dirinya hanya demi satu barang mahal yang ingin ia miliki." kata damar.
" cukup kamu menghina anakku." kata Rina.
" sepertinya tidak ada lagi yang penting silakan Anda keluar dari rumah ini." kata damar sambil meletakkan cek dan sudah ada nominal yang cukup besar.
" tidak." kata rina
" Adam!." kata damar. damar bangun dari duduknya melangkah pergi ia bosan dengan menghadapi mantan mertuanya yang tidak tahu malu itu.
" silakan pergi nyonya." kata Adam yang mempersilakan ke dua tamu yang tidak di undang itu untuk keluar dari rumah keluarga Wijaya
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...